Grup Band Tunanetra Probolinggo Buktikan Keterbatasan Bukan Penghalang Berkarya

Minggu, 5 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Personel Grup Band Melati Pertuni Probolinggo Raya berbagi kisah perjuangan dan perjalanan bermusik dalam podcast di Studio Radio LPPL Bromo FM Kraksaan, Sabtu (4/7/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Personel Grup Band Melati Pertuni Probolinggo Raya berbagi kisah perjuangan dan perjalanan bermusik dalam podcast di Studio Radio LPPL Bromo FM Kraksaan, Sabtu (4/7/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

PROBOLINGGO, RadarBangsa.co.id – Di tengah tantangan yang dihadapi penyandang disabilitas, Grup Band Melati Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) Probolinggo Raya terus membuktikan bahwa keterbatasan penglihatan bukan penghalang untuk berkarya. Selama lebih dari satu dekade, kelompok musik ini tetap aktif tampil di berbagai panggung sekaligus menginspirasi masyarakat melalui karya-karyanya.

Kisah perjalanan Band Melati dibagikan dalam podcast Radio LPPL Bromo FM yang digelar di Studio Bromo FM, Gedung Islamic Center, Jalan Raya Rengganis Nomor 1 Kraksaan, Sabtu (4/7/2026). Podcast dipandu penyiar Kia dengan menghadirkan vokalis Erfan dan gitaris Arizki sebagai narasumber.

Dalam perbincangan tersebut, Arizki menceritakan Band Melati lahir pada 2014 dari kesamaan minat para anggota Pertuni Probolinggo Raya terhadap dunia musik. Grup itu dibentuk sebagai ruang untuk menyalurkan bakat sekaligus menunjukkan bahwa penyandang tunanetra mampu menghasilkan karya yang layak diapresiasi.

“Grup Band Melati merupakan grup musik yang beranggotakan penyandang disabilitas tunanetra dari Probolinggo Raya. Kami terbentuk pada tahun 2014 dan hingga sekarang terus berkarya melalui musik,” ujar Arizki.

Ia menjelaskan, nama Melati dipilih karena melambangkan kesederhanaan, keharuman, dan mudah dikenal masyarakat. Filosofi tersebut menjadi harapan agar grup musik itu mampu memberi manfaat, menginspirasi banyak orang, sekaligus menumbuhkan kepercayaan diri penyandang disabilitas untuk terus berkarya.

Selama berkarya, Band Melati tidak hanya membawakan lagu-lagu akustik populer, tetapi juga menciptakan lagu bertema disabilitas yang terinspirasi dari sebuah film. Penampilan mereka pernah mewarnai Hari Jadi Kabupaten Probolinggo 2026, Hari Jadi Kota Probolinggo 2025, hingga Festival Madakaripura 2023.

Selain tampil di berbagai kegiatan, karya-karya Band Melati juga dipublikasikan melalui kanal YouTube Pertuni Probolinggo Raya. Upaya tersebut menjadi salah satu cara memperluas jangkauan karya sekaligus memperkenalkan potensi penyandang disabilitas kepada masyarakat.

Erfan mengakui perjalanan grup musik itu tidak selalu berjalan mudah. Tantangan terbesar adalah menghafal lagu karena para personel tidak memperoleh pendidikan musik sejak usia dini, ditambah pergantian anggota akibat kesibukan maupun personel yang telah meninggal dunia.

Meski demikian, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat mereka untuk terus tampil. “Justru keraguan sebagian masyarakat terhadap kemampuan kami menjadi motivasi untuk terus berkarya dan membuktikan bahwa penyandang tunanetra juga mampu menghasilkan karya yang membanggakan,” kata Erfan.

Podcast ditutup dengan penampilan akustik Erfan yang membawakan lagu “Mangu” dan “Akhirnya Ku Menemukanmu”, yang mendapat apresiasi dari tim Radio LPPL Bromo FM. Melalui program tersebut, radio milik Pemerintah Kabupaten Probolinggo itu berharap kisah Band Melati dapat menjadi inspirasi bahwa keterbatasan fisik tidak membatasi seseorang untuk berprestasi dan mewujudkan mimpi.

“Semoga kisah ini mendorong semakin banyak masyarakat untuk terus berkarya tanpa menjadikan keterbatasan sebagai penghalang,” pungkasnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Mabes TNI Gencarkan Pencegahan Karhutla di Pelalawan, Kearifan Lokal Jadi Kekuatan
Polsek Laren Atur Lalu Lintas Pagi di Jalur Sekolah, Cegah Macet dan Kecelakaan di Lamongan
Bhabinkamtibmas Pelangwot Cek Bibit Cabai, Dukung Ketahanan Pangan di Lamongan
Suporter Persekabpas Pasuruan Siap Jaga Ketertiban Jelang Liga 3 Jawa Timur
Belum Ada Kehamilan dari Program IVF, RSUD H. Moh. Ruslan Evaluasi Kasus Pasien
Polsek Tikung Pantau Panen Biji Kangkung, Dorong Warga Lamongan Perkuat Ketahanan Pangan
Di Hadapan Ribuan Jamaah Suko, Bupati Subandi Tekankan Pentingnya Menjaga Kerukunan
Pasuruan Woman’s Run 2026 di Taman Dayu, Pelari 12 Tahun Tuntaskan 5K dalam 18 Menit 13 Detik

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 16:49

Mabes TNI Gencarkan Pencegahan Karhutla di Pelalawan, Kearifan Lokal Jadi Kekuatan

Selasa, 15 September 2026 - 16:04

Polsek Laren Atur Lalu Lintas Pagi di Jalur Sekolah, Cegah Macet dan Kecelakaan di Lamongan

Selasa, 15 September 2026 - 15:32

Bhabinkamtibmas Pelangwot Cek Bibit Cabai, Dukung Ketahanan Pangan di Lamongan

Senin, 14 September 2026 - 13:45

Suporter Persekabpas Pasuruan Siap Jaga Ketertiban Jelang Liga 3 Jawa Timur

Senin, 14 September 2026 - 13:38

Belum Ada Kehamilan dari Program IVF, RSUD H. Moh. Ruslan Evaluasi Kasus Pasien

Berita Terbaru