Gubernur Khofifah Antar Jatim Juara Nasional, NTE KTH Tembus Rp644,03 Miliar

Sabtu, 25 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memaparkan capaian Nilai Transaksi Ekonomi Kelompok Tani Hutan Jawa Timur Semester I 2026 yang menjadi tertinggi nasional per 30 Juni 2026. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memaparkan capaian Nilai Transaksi Ekonomi Kelompok Tani Hutan Jawa Timur Semester I 2026 yang menjadi tertinggi nasional per 30 Juni 2026. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Nilai Transaksi Ekonomi (NTE) Kelompok Tani Hutan (KTH) Jawa Timur pada Semester I Tahun 2026 mencapai Rp644,03 miliar dan kembali menjadi yang tertinggi secara nasional. Capaian tersebut menyumbang 45,63 persen terhadap total NTE nasional berdasarkan data Kementerian Kehutanan per 30 Juni 2026.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan, capaian itu menjadi bukti bahwa perhutanan sosial mampu menjadi penggerak ekonomi rakyat sekaligus menjaga kelestarian hutan secara berkelanjutan. Nilai tersebut juga meningkat dibandingkan Semester I Tahun 2025 yang tercatat sebesar Rp612,63 miliar.

“Alhamdulillah, Jatim kembali menjadi kontributor tertinggi nasional untuk Nilai Transaksi Ekonomi Kelompok Tani Hutan. Ini membuktikan bahwa pelestarian hutan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat dapat berjalan beriringan melalui penguatan ekonomi berbasis perhutanan sosial,” ujar Khofifah.

Menurutnya, pengelolaan hutan berbasis masyarakat telah menunjukkan manfaat nyata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar kawasan hutan sekaligus memperkuat upaya pelestarian lingkungan. Keberhasilan tersebut merupakan hasil kolaborasi pemerintah, penyuluh kehutanan, pemerintah kabupaten/kota, dan ribuan anggota Kelompok Tani Hutan di Jawa Timur.

Berbagai komoditas hasil hutan bukan kayu, agroforestri, tanaman multipurpose, jasa lingkungan, hingga pengembangan ekowisata kini menjadi sumber pendapatan baru yang mampu menggerakkan ekonomi masyarakat di sekitar kawasan hutan.

“Kelompok Tani Hutan hari ini bukan hanya menjadi penjaga kelestarian hutan, tetapi juga motor penggerak ekonomi desa. Inilah wujud nyata bahwa keberlanjutan lingkungan mampu berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Khofifah menjelaskan, peningkatan NTE KTH turut didorong penguatan kelembagaan kelompok tani, peningkatan kapasitas usaha, pendampingan intensif penyuluh kehutanan, serta semakin luasnya akses pasar bagi produk-produk hasil hutan masyarakat.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur, lanjut Khofifah, akan terus memperkuat ekosistem ekonomi kehutanan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia, pengembangan hilirisasi produk hasil hutan, inovasi pengolahan, digitalisasi pemasaran, hingga perluasan jejaring kemitraan.

“Kita ingin nilai tambah produk hasil hutan terus meningkat sehingga manfaat ekonominya semakin besar dirasakan masyarakat. Dengan demikian, menjaga hutan bukan lagi dianggap sebagai beban, tetapi menjadi sumber kesejahteraan bersama,” tegasnya.

Data Semester I Tahun 2026 menunjukkan Kabupaten Trenggalek menjadi penyumbang terbesar NTE KTH di Jawa Timur dengan nilai Rp211,68 miliar. Posisi berikutnya ditempati Kabupaten Probolinggo sebesar Rp77,37 miliar, Kabupaten Tulungagung Rp48,73 miliar, Kabupaten Blitar Rp33,97 miliar, dan Kabupaten Tuban Rp32,61 miliar.

Capaian tersebut menunjukkan pusat-pusat ekonomi kehutanan berbasis masyarakat terus tumbuh di berbagai daerah melalui optimalisasi potensi lokal yang dikembangkan menjadi kegiatan ekonomi produktif.

“Kami berharap keberhasilan ini menjadi inspirasi bagi seluruh Kelompok Tani Hutan di Jatim untuk terus meningkatkan inovasi, memperkuat kelembagaan, menjaga kelestarian hutan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan anggotanya,” ujar Khofifah.

Ia optimistis, melalui pembinaan yang berkelanjutan dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, Jawa Timur mampu mempertahankan posisinya sebagai motor penggerak ekonomi kehutanan berbasis masyarakat di Indonesia.

“Kami akan terus mendorong agar sektor kehutanan menjadi bagian penting dari pembangunan ekonomi hijau yang inklusif, berkelanjutan, dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat sekitar kawasan hutan,” pungkasnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur Jumadi mengatakan capaian tersebut merupakan hasil penguatan pembinaan kelembagaan Kelompok Tani Hutan serta optimalisasi pendampingan penyuluh kehutanan di lapangan.

“Dinas Kehutanan Jatim akan terus memperkuat kapasitas kelembagaan dan usaha KTH, meningkatkan kualitas pendampingan penyuluh kehutanan, serta memperluas akses pasar produk hasil hutan agar tren pertumbuhan NTE terus terjaga sekaligus memperkuat kontribusi sektor kehutanan terhadap pembangunan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan,” tutupnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

SMSI Siap Kawal Prabowo, Ini Sikap Organisasi Pers terhadap Pemerintah
Yassierli Targetkan Pendampingan Produktivitas Menjangkau Ratusan Ribu Perusahaan
Kemnaker-IWIP Perkuat SDM Lokal, 80 Persen Peserta Magang Masuk Kawasan Industri
Lia Istifhama Turun Langsung, Donor Darah HUT DPD RI di Jatim Tembus 100 Orang
Pemprov Jatim Raih Satya JKN Awards 2026, Khofifah Perkuat Perlindungan Pekerja
24 Tim dari 18 Kecamatan Ramaikan Bupati Cup Free Fire Pasuruan
Seni Budaya Kendal Tampil di Panggung Nasional TMII, Sedot Perhatian Pengunjung
Kemnaker Fasilitasi 100 Pekerja Musik, Dorong Kompetensi dan Pelindungan Profesi

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 18:30

SMSI Siap Kawal Prabowo, Ini Sikap Organisasi Pers terhadap Pemerintah

Selasa, 3 November 2026 - 19:42

Yassierli Targetkan Pendampingan Produktivitas Menjangkau Ratusan Ribu Perusahaan

Selasa, 3 November 2026 - 07:46

Kemnaker-IWIP Perkuat SDM Lokal, 80 Persen Peserta Magang Masuk Kawasan Industri

Selasa, 3 November 2026 - 06:46

Lia Istifhama Turun Langsung, Donor Darah HUT DPD RI di Jatim Tembus 100 Orang

Senin, 2 November 2026 - 10:14

Pemprov Jatim Raih Satya JKN Awards 2026, Khofifah Perkuat Perlindungan Pekerja

Berita Terbaru