Gubernur Khofifah dan Menko Zulhas Salurkan 600 Paket Sembako di Gresik

Kamis, 16 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Khofifah Indar Parawansa bersama Menko Pangan Zulkifli Hasan menyerahkan bantuan sembako kepada pengemudi ojol, nelayan, dan masyarakat rentan di GOR Tri Dharma Petrokimia Gresik, Rabu (15/7/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Gubernur Khofifah Indar Parawansa bersama Menko Pangan Zulkifli Hasan menyerahkan bantuan sembako kepada pengemudi ojol, nelayan, dan masyarakat rentan di GOR Tri Dharma Petrokimia Gresik, Rabu (15/7/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

GRESIK, RadarBangsa.co.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia Zulkifli Hasan menyalurkan 600 paket sembako kepada pengemudi ojek daring (ojol), nelayan, dan masyarakat rentan dalam Gerakan Hari Jaminan Ketahanan Pangan (Hajatan) di GOR Tri Dharma Petrokimia Gresik, Rabu (15/7/2026).

Program yang merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Kementerian Koordinator Bidang Pangan, dan PT Petrokimia Gresik itu ditujukan untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus membantu meringankan beban ekonomi masyarakat yang terdampak fluktuasi harga kebutuhan pokok.

Sebanyak 600 paket sembako dibagikan kepada 200 pengemudi ojol serta 400 nelayan dan warga yang tinggal di sekitar kawasan Petrokimia Gresik. Setiap paket berisi beras SPHP 5 kilogram, minyak goreng 1 liter, gula pasir 1 kilogram, dan tepung terigu 1 kilogram.

Gubernur Khofifah mengatakan penyaluran bantuan tersebut menjadi bentuk sinergi nyata antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan BUMN dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.

“Hari ini kami bersama Pak Menko Zulhas dan beberapa Menteri Kabinet Merah Putih menyalurkan langsung bantuan sembako kepada ojol, nelayan, dan masyarakat di sekitar Petro Gresik. Ini menjadi bukti keberseiringan pemerintah pusat dan provinsi guna melakukan intervensi terhadap kebutuhan nyata masyarakat,” ujar Khofifah.

Menurutnya, kehadiran pemerintah melalui program seperti Gerakan Hajatan penting untuk memastikan masyarakat tetap memiliki akses terhadap bahan pangan dengan harga yang terjangkau. Langkah tersebut juga diharapkan mampu menjaga daya beli masyarakat di tengah kondisi ekonomi yang masih dinamis.

Khofifah menilai pekerja sektor informal, termasuk pengemudi ojol, merupakan kelompok yang rentan terhadap kenaikan harga kebutuhan pokok karena pendapatan mereka bergantung pada penghasilan harian.

“Yang diperlukan saat ini adalah kepekaan sosial, karena fluktuasi harga kebutuhan pokok dapat langsung memengaruhi kesejahteraan keluarga para ojol, nelayan, maupun masyarakat rentan,” jelasnya.

Ia menambahkan, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan dalam menjaga stabilitas pangan nasional. Dukungan pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga BUMN dinilai mampu memperkuat efektivitas program bantuan bagi masyarakat.

Khofifah berharap bantuan tersebut tidak hanya meringankan pengeluaran rumah tangga penerima manfaat, tetapi juga memberikan ruang bagi mereka untuk memenuhi kebutuhan penting lainnya.

“Uang yang sebelumnya digunakan membeli beras, minyak, dan gula kini dapat dialihkan untuk kebutuhan mendesak lainnya, seperti biaya pendidikan anak atau perawatan kendaraan,” pungkasnya.

Sementara itu, Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengapresiasi sinergi Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama PT Petrokimia Gresik dalam mendukung agenda ketahanan pangan nasional. Menurutnya, Jawa Timur selama ini menjadi salah satu daerah yang mampu menjaga ketersediaan stok sekaligus kelancaran distribusi pangan.

“Lewat kegiatan Hajatan ini, kita ingin semuanya makmur, semuanya senang. Terima kasih atas kolaborasi seluruh pihak yang telah memberikan perhatian besar terhadap kesejahteraan masyarakat Gresik,” tutup Zulkifli Hasan.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Sidoarjo Jadi Daerah Percontohan InCircular, Subandi Dorong Pengelolaan Sampah dari Hulu
Di Hadapan 109 Mahasiswa Unhan, Khofifah Paparkan Potensi Pangan Jatim Menuju Kedaulatan Nasional
Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September
Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang
Pemerintah Tetapkan 26 Hari Libur 2027, Ini Aturan Kerja dan Cuti Bersamanya
Menaker Ungkap Cara Adopsi AI Bisa Dongkrak Produktivitas hingga 40 Persen
Khofifah Percepat BSPS di Jatim, 12.371 Rumah Sudah Masuk Tahap Konstruksi
Panen Padi MT II Capai 11,3 Ton per Hektare, Petani Truni Lamongan Siap Percepat MT III

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 13:08

Sidoarjo Jadi Daerah Percontohan InCircular, Subandi Dorong Pengelolaan Sampah dari Hulu

Rabu, 16 September 2026 - 13:00

Di Hadapan 109 Mahasiswa Unhan, Khofifah Paparkan Potensi Pangan Jatim Menuju Kedaulatan Nasional

Rabu, 16 September 2026 - 09:43

Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September

Rabu, 16 September 2026 - 09:38

Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang

Rabu, 16 September 2026 - 09:32

Pemerintah Tetapkan 26 Hari Libur 2027, Ini Aturan Kerja dan Cuti Bersamanya

Berita Terbaru