Gubernur Khofifah, Forkopimda, FKUB dan Ormas Teken Komitmen Bersama Jaga Jawa Timur Damai

Rabu, 5 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Khofifah Indar Parawansa bersama Forkopimda, FKUB, dan organisasi masyarakat menandatangani Pakta Kesepahaman Menjaga Jawa Timur Damai di Surabaya, Senin (3/8/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id).

Gubernur Khofifah Indar Parawansa bersama Forkopimda, FKUB, dan organisasi masyarakat menandatangani Pakta Kesepahaman Menjaga Jawa Timur Damai di Surabaya, Senin (3/8/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id).

SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), organisasi kemasyarakatan, dan organisasi kepemudaan menandatangani Pakta Kesepahaman dan Komitmen Bersama Menjaga Jawa Timur Damai di Resto Nine Surabaya, Senin (3/8/2026). Penandatanganan tersebut menjadi penguatan sinergi lintas elemen untuk menjaga persatuan, memperkokoh kerukunan, serta mengawal stabilitas daerah pada momentum Bulan Kemerdekaan.

Kegiatan diawali dengan pembacaan Deklarasi Surabaya 2026 oleh Ketua FKUB Jawa Timur Hamid Syarif. Deklarasi itu menegaskan komitmen bersama seluruh elemen masyarakat untuk menjaga persatuan, memperkuat kohesi sosial, dan mewujudkan kehidupan yang aman, damai, harmonis, serta bermartabat.

Deklarasi tersebut juga menegaskan komitmen menjadikan Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai landasan utama dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Komitmen itu sekaligus menjadi upaya bersama menghadapi ancaman hoaks, ujaran kebencian, intoleransi, radikalisme, hingga berbagai bentuk perpecahan yang berkembang di ruang publik maupun ruang digital.

Dalam sambutannya, Gubernur Khofifah Indar Parawansa mengatakan perkembangan teknologi informasi membawa tantangan baru dalam menjaga persatuan bangsa. Menurutnya, ruang digital kini menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat sehingga harus dimanfaatkan secara bertanggung jawab.

“Menjaga persatuan hari ini tentu tidak cukup hanya fisik, tapi bahwa diseminasi informasi ini menjadi sangat penting untuk kita lakukan secara digital,” kata Khofifah.

Ia menjelaskan, berdasarkan data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) Tahun 2026, penetrasi internet di Jawa Timur mencapai 83,41 persen atau lebih tinggi dibanding rata-rata nasional sebesar 81,72 persen. Kondisi tersebut menunjukkan sebagian besar masyarakat Jawa Timur telah terhubung dengan ekosistem digital sebagai ruang memperoleh informasi, menyampaikan aspirasi, membangun jejaring, menjalankan aktivitas ekonomi, hingga membentuk pandangan terhadap berbagai persoalan sosial.

Khofifah mengungkapkan, tingginya aktivitas masyarakat di ruang digital harus diimbangi dengan kemampuan menyaring informasi agar tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang berpotensi memecah belah persatuan.

“Betapa sangat penting membangun positif thinking. Kritik itu dibutuhkan untuk membangun demokrasi yang sehat, tetapi membangun kebersamaan dan persatuan itu jauh lebih penting,” ujarnya.

Memasuki Bulan Kemerdekaan, Khofifah mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia sebagai momentum memperkuat nasionalisme, semangat gotong royong, dan rasa syukur atas keberagaman bangsa Indonesia.

Ia mencontohkan keberagaman budaya yang dipersatukan dalam Bhinneka Tunggal Ika, kekayaan sumber daya alam Indonesia, hingga berbagai program pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sebagai modal membangun optimisme bangsa.

“Oleh karena itu, untuk masuk ke ruang bagaimana membangun harmoni, persatuan, semangat kegotongroyongan serta menguatkan semangat heroisme dan nasionalisme di bulan kemerdekaan ini sangat penting sekali,” jelasnya.

Khofifah menegaskan perbedaan pandangan dalam kehidupan demokrasi merupakan hal yang wajar. Menurutnya, perbedaan tersebut harus dikelola secara bijaksana agar tidak berkembang menjadi konflik maupun permusuhan di tengah masyarakat.

“Kita ini sudah terbiasa membangun tepo seliro, kegotongroyongan, dan harmoni. Serta semua tetap di dalam semangat membangun NKRI sekaligus membangun demokrasi yang sehat,” tambahnya.

Ia memaparkan kondisi kerukunan di Jawa Timur juga tercermin dari capaian Indeks Kerukunan Umat Beragama Provinsi Jawa Timur Tahun 2025 sebesar 78,31, lebih tinggi dibanding rata-rata nasional yang mencapai 77,89. Capaian tersebut menunjukkan kuatnya budaya toleransi dan kerja sama antarumat beragama di Jawa Timur.

Khofifah juga menyampaikan Indeks Demokrasi Indonesia di Jawa Timur Tahun 2025 mencapai 84,05 atau berada di atas rata-rata nasional sebesar 78,19. Angka tersebut menjadi salah satu indikator bahwa demokrasi dan kerukunan dapat berjalan beriringan sebagai fondasi pembangunan daerah.

“Kerukunan bukan sekadar tidak adanya konflik, tetapi hadirnya rasa saling menghormati, saling menjaga, dan saling menguatkan. Kerukunan adalah modal utama Jawa Timur dalam merawat Bhinneka Tunggal Ika,” tegasnya.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat terus menghidupkan semangat Jogo Jatim dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan bersama jajaran Kepolisian sebagai leading sector dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Menurut Khofifah, terciptanya situasi yang aman dan kondusif akan memberikan kepastian bagi dunia usaha dan investasi. Kondisi tersebut dinilai penting untuk membuka lapangan pekerjaan sekaligus memperkuat pertumbuhan ekonomi Jawa Timur.

“Investasi akan masuk kalau kita bersama-sama menjaga Jawa Timur. Jika tidak maka kemungkinan terjadinya pengangguran itu berpotensi di banyak sektor dan bisa berdampak pada hal yang kita tidak inginkan,” terangnya.

“Dengan semangat kebersamaan inilah, kita optimistis Jawa Timur akan semakin kuat, harmonis, dan sejahtera. Sebab, menjaga kerukunan di Jawa Timur sesungguhnya adalah menjaga persatuan Indonesia. Jogo Jawa Timur berarti Jogo Indonesia,” pungkasnya.

Kapolda Jawa Timur Irjen Pol. Nanang Avianto menyampaikan keyakinannya bahwa masyarakat Jawa Timur memiliki kedewasaan dalam menyikapi berbagai informasi yang beredar di ruang digital. Menurutnya, kemampuan masyarakat memilah informasi menjadi modal penting untuk menangkal berbagai isu yang berpotensi memecah belah persatuan.

“Saya meyakini bahwa masyarakat Jatim adalah masyarakat cerdas yang tidak mudah terprovokasi. Mari Jogo Jatim, mari Jogo Indonesia,” ungkapnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Jawa Timur M. Musyafak, Ketua Pengadilan Tinggi Surabaya Sujatmiko, jajaran Forkopimda, FKUB Jawa Timur, serta perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kepemudaan di Jawa Timur. Penandatanganan komitmen bersama diharapkan menjadi penguat sinergi seluruh elemen dalam menjaga Jawa Timur tetap damai, aman, dan kondusif.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Sidoarjo Jadi Daerah Percontohan InCircular, Subandi Dorong Pengelolaan Sampah dari Hulu
Di Hadapan 109 Mahasiswa Unhan, Khofifah Paparkan Potensi Pangan Jatim Menuju Kedaulatan Nasional
Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September
Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang
Pemerintah Tetapkan 26 Hari Libur 2027, Ini Aturan Kerja dan Cuti Bersamanya
Menaker Ungkap Cara Adopsi AI Bisa Dongkrak Produktivitas hingga 40 Persen
Khofifah Percepat BSPS di Jatim, 12.371 Rumah Sudah Masuk Tahap Konstruksi
Panen Padi MT II Capai 11,3 Ton per Hektare, Petani Truni Lamongan Siap Percepat MT III

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 13:08

Sidoarjo Jadi Daerah Percontohan InCircular, Subandi Dorong Pengelolaan Sampah dari Hulu

Rabu, 16 September 2026 - 13:00

Di Hadapan 109 Mahasiswa Unhan, Khofifah Paparkan Potensi Pangan Jatim Menuju Kedaulatan Nasional

Rabu, 16 September 2026 - 09:43

Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September

Rabu, 16 September 2026 - 09:38

Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang

Rabu, 16 September 2026 - 09:32

Pemerintah Tetapkan 26 Hari Libur 2027, Ini Aturan Kerja dan Cuti Bersamanya

Berita Terbaru