MANGGARAI TIMUR, RadarBangsa.co.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa hadir langsung di tengah warga terdampak gempa bumi yang mengungsi di Benteng Jawa, Desa Lamba Keli, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (24/8). Selain membawa dukungan bantuan, Khofifah berinteraksi dengan warga dan anak-anak untuk menguatkan mereka yang tengah menghadapi masa sulit pascabencana.
Setibanya di lokasi pengungsian, Khofifah menyapa warga dan melihat kondisi tempat tinggal sementara mereka. Saat mendapati sejumlah anak sedang bermain ular tangga, ia spontan bergabung dan mengajak mereka bermain bersama.
“Ayo siapa yang bisa bermain ular tangga? Ke sini kita bermain bersama,” ajak Khofifah.
Suasana pengungsian pun menjadi lebih ceria. Khofifah bermain sembari berbincang dengan anak-anak dan menanyakan aktivitas mereka selama berada di pengungsian. Ia juga menggali kebutuhan perlengkapan sekolah yang diperlukan ketika kegiatan belajar mengajar kembali berjalan normal.
Khofifah meminta kebutuhan tersebut disampaikan kepada Pemprov Jatim. Ia secara khusus menyebut tas dan sepatu sekolah sebagai perlengkapan yang perlu disiapkan bagi anak-anak terdampak gempa.
“Kalau sudah waktunya masuk sekolah, anak-anak mungkin butuh tas dan sepatu. Tolong dikabarkan kepada saya. Nanti kita kirim tas dan sepatu untuk anak-anak sekolah di sini,” katanya.
Menurut Khofifah, anak-anak tetap membutuhkan ruang untuk bermain dan belajar meski sementara waktu harus tinggal di pengungsian. Dukungan terhadap mereka, kata dia, tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan dasar, tetapi juga membantu menjaga rutinitas dan semangat agar dapat kembali bersekolah ketika situasi memungkinkan.
Setelah menemui anak-anak, Khofifah mendatangi tenda yang ditempati para lansia dan ibu-ibu. Ia berbincang langsung dengan warga untuk mendengarkan kondisi serta kebutuhan mereka selama berada di pengungsian.
Dalam perbincangan itu, seorang warga menceritakan kondisi rumahnya yang rusak akibat gempa. Kisah tersebut membuat Khofifah terharu hingga air matanya terlihat menetes. Ia kemudian memberikan penguatan dan meminta warga tetap tabah menghadapi situasi tersebut.
Kepada para ibu, Khofifah berpesan agar tetap kuat mendampingi anak-anak dan menjaga semangat keluarga.
“Ibu-ibu harus kuat, semangat anak-anaknya. Mudah-mudahan anak-anak sukses, cucu-cucunya juga sukses, membahagiakan keluarga, daerah, bangsa dan negara,” tuturnya.
Khofifah juga mendoakan warga yang sedang sakit agar segera mendapatkan kesembuhan sehingga dapat kembali beraktivitas bersama keluarga dan masyarakat.
“Yang sakit mudah-mudahan segera sembuh. Ibu-ibu bisa segera bangkit, sehat, kuat, semangat,” katanya.
Kunjungan tersebut juga menjadi momentum untuk menindaklanjuti kebutuhan pangan warga. Setelah mendapat informasi dari pemerintah setempat mengenai kebutuhan tambahan beras, Pemprov Jatim menyiapkan tambahan 5 ton beras bagi masyarakat terdampak di wilayah tersebut.
“Pak Camat tadi menyampaikan ada kebutuhan tambahan beras. Tanggal 26 nanti ada kapal ke sini, jadi Jatim Insya Allah akan menambah beras lima ton lagi,” ujar Khofifah.
Sebelumnya, Pemprov Jatim telah menyalurkan bantuan kemanusiaan dan dukungan CSR untuk masyarakat terdampak gempa di Manggarai Timur sebanyak 52,9 ton dengan nilai Rp2.285.687.700. Bantuan tersebut mencakup pangan dan beras, obat-obatan, perlengkapan mandi dan higiene, perlengkapan bayi dan anak, kebutuhan perempuan, tenda, terpal, hingga kompor.
Dukungan juga diberikan melalui pelayanan kesehatan. Pemprov Jatim telah mengirimkan tujuh dokter dari RSUD Dr. Soetomo untuk bergabung dalam pelayanan kesehatan di RSUD Ruteng sejak 17 Agustus 2026. Dukungan kemudian diperkuat dengan tenaga dokter dan perawat dari RSUD Dr. Soetomo pada 22 Agustus 2026.
Selain layanan medis, Pemprov Jatim menyiapkan empat tenaga untuk memberikan layanan dukungan psikososial (LDP), khususnya bagi anak-anak. Pendampingan itu menjadi bagian dari upaya pemulihan warga pascabencana.
Sebelum meninggalkan pengungsian, Khofifah kembali menyapa warga dan anak-anak. Ia meminta mereka tetap sehat, kuat, dan tidak kehilangan harapan.
“Pokoknya tetap sehat, kuat dan tetap semangat. Mudah-mudahan cepat bangkit semuanya. Ingat bahwa kita semua bersaudara, kalian tidak sendiri,” pungkasnya.
Bupati Manggarai Timur Agas Andreas mengapresiasi perhatian Khofifah dan Pemprov Jatim kepada masyarakat terdampak gempa, khususnya warga Benteng Jawa.
“Terima kasih kepada Ibu Gubernur, perhatian yang Ibu berikan ini sangat berarti bagi kami, khususnya masyarakat Benteng Jawa yang sedang menghadapi musibah. Kedatangan Ibu, melihat langsung kondisi warga, berbicara dengan mereka, tentu menjadi kekuatan dan semangat bagi masyarakat kami,” ungkap Agas.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar