Gubernur Khofifah Minta Kepala Sekolah Jaga Integritas dalam SPMB, Pastikan Pelayanan Pendidikan Berdampak Positif

- Redaksi

Rabu, 16 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat  memberikan arahan kepada kepala sekolah  (hms)

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat memberikan arahan kepada kepala sekolah (hms)

KOTA BATU, RadarBangsa.co.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan pentingnya menjaga integritas dalam pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) untuk jenjang SMAN, SMKN, dan SLBN Provinsi Jawa Timur. Hal ini diungkapkan Gubernur Khofifah saat membuka Sosialisasi SPMB 2025/2028 Gelombang IV di Batu Suki Hotel, Rabu (16/4). Khofifah menyatakan, SPMB harus dijalankan secara objektif, transparan, akuntabel, berkeadilan, dan tanpa diskriminasi, untuk mewujudkan pelayanan pendidikan yang produktif dan berdampak positif bagi masyarakat.

“Penerimaan Murid Baru harus dilaksanakan secara objektif, transparan, akuntabel, berkeadilan, dan tanpa diskriminasi. Oleh karena itu, diperlukan Pakta Integritas bagi seluruh unsur yang terlibat dalam proses SPMB,” ujar Khofifah dalam sambutannya.

SPMB, yang menggantikan sistem sebelumnya, Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), diharapkan dapat memberikan keadilan lebih bagi calon peserta didik di Jawa Timur.

Gubernur Khofifah juga berbagi kiat untuk menyukseskan SPMB. Di antaranya adalah memahami regulasi yang berlaku, melakukan sosialisasi yang efektif, memberikan pelayanan prima, serta melakukan pengawasan dan pemantauan yang ketat terhadap proses penerimaan. Selain itu, Khofifah menekankan pentingnya koordinasi antara pemerintah daerah dan stakeholder terkait, serta pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).

“Tapi nanti semuanya juga harus berbasis solusi, tidak hanya berbasis TIK. Daya tampung SMA dan SMK Negeri kita hanya 38,31 persen. Saya harap nanti jika ada yang tidak diterima, langsung berhenti di situ saja, tapi diberikan solusi dan jalan keluar. Mudah-mudahan ini akan jadi amal jariyah bagi kita semua,” harap Khofifah.

Dari data yang disampaikan dalam acara tersebut, jumlah lulusan SMP sederajat di Jawa Timur pada tahun ajaran 2025 diperkirakan mencapai 682.252 siswa. Namun, daya tampung untuk SMAN dan SMKN hanya mencakup 261.396 siswa, atau 38,31 persen dari total lulusan. Hal ini berarti, sebanyak 420.856 siswa atau sekitar 61,69 persen dari lulusan SMP sederajat tidak dapat diterima di sekolah negeri.

Dengan adanya ketimpangan daya tampung ini, Khofifah mengingatkan pentingnya memberi solusi alternatif bagi calon siswa yang tidak tertampung di sekolah negeri.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Khofifah juga menekankan bahwa tugas pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan pendidikan adalah untuk mempersiapkan generasi emas yang dapat mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

“Mari kita menyambut Indonesia Emas 2045 dengan menyiapkan generasi emas. Semua pihak—baik Kepala Dinas, Kepala Perangkat Daerah, maupun Kepala Sekolah—memiliki peran yang sangat signifikan dalam menyiapkan anak bangsa yang terbaik,” tutur Khofifah.

Khofifah optimistis, dengan kerja keras yang terus dilakukan, anak-anak didik Jawa Timur akan menempati posisi strategis di Indonesia pada tahun 2045, dan memainkan peran penting dalam kemajuan bangsa.

Meski optimis, Khofifah juga mengingatkan bahwa perjalanan ke depan akan penuh tantangan. Salah satu tantangan besar adalah memastikan bahwa prestasi yang dihasilkan tidak hanya menjadi berita sesaat, tetapi memberi dampak yang berkelanjutan.

“Prestasi yang kita capai belum tentu selalu viral. Tapi saya minta kepada semua pihak untuk tetap kuat dan produktif dalam melahirkan anak-anak berprestasi, karena dampak dari kerja keras ini akan terasa di masa depan,” ujar Khofifah.

Ia juga menekankan pentingnya penguatan ikatan alumni sebagai kunci untuk mengembangkan potensi lulusan. Menurutnya, alumni memiliki peran vital dalam memajukan sektor-sektor di Jawa Timur, seperti pertanian, industri, perikanan, dan lainnya.

“Jawa Timur luar biasa, siapa yang menggerakkan mereka? Murid panjenengan semua. Kalau mereka masuk ke sektor pertanian, mereka luar biasa. Masuk ke sektor industri, luar biasa. Siapa yang hebat? Gurunya. Semua ini adalah produk pendidikan,” ungkap Khofifah.

Khofifah membandingkan ikatan alumni di sekolah-sekolah besar internasional seperti Harvard dan Al-Azhar yang memiliki kekuatan luar biasa. Menurutnya, banyak anak-anak didik yang sukses namun seringkali tidak diketahui oleh gurunya, karena ikatan alumni yang terputus setelah mereka lulus.

Di sisi lain, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menyatakan bahwa pemerintah provinsi tengah mencari alternatif untuk mengatasi masalah daya tampung yang terbatas di sekolah negeri. Salah satu solusi yang direncanakan adalah memanfaatkan kuota 10 persen di sekolah swasta untuk membantu menampung siswa yang tidak diterima di sekolah negeri.

“Kami sedang membahas dan berdiskusi terkait Biaya SPP sekolah gratis dari kuota 10 persen di masing-masing sekolah swasta yang diharapkan bisa menerima siswa yang tidak diterima di SPMB. Kami berkomitmen memberikan kesempatan terbaik bagi masyarakat sehingga tidak ada yang putus sekolah,” ungkap Aries.

Ia menambahkan, saat ini ada 1.083 SMA Swasta dan 1.860 SMK Swasta di Jawa Timur, yang dapat membantu menampung siswa melalui program beasiswa atau biaya pendidikan yang terjangkau.

“Kami harapkan jika masing-masing sekolah swasta menyediakan 10 beasiswa untuk murid baru, maka akan tersedia 29.430 siswa yang terbantu,” jelas Aries.

Dengan berbagai upaya dan komitmen yang kuat, Gubernur Khofifah berharap SPMB 2025 di Jawa Timur dapat berjalan lancar, objektif, dan memberikan kesempatan yang adil bagi seluruh siswa di provinsi tersebut. “Kita semua memiliki peran besar untuk mencetak generasi emas Indonesia 2045,” pungkasnya.

Lainnya:

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Siswa SMP Al Muslim Waru Turun ke Desa, Gerakkan UMKM hingga Edukasi Kesehatan Warga
Anak TK Diajak Masuk Mapolresta Sidoarjo, Polisi Ubah Ketakutan Jadi Keceriaan dan Disiplin
Pemkab Jember Bongkar Praktik ‘Sekolah Favorit’, SPMB 2026 Dijaga Ketat Tanpa Titipan
Sekolah Rakyat di Bangkalan Diserbu 600 Pendaftar, Bupati Lukman Hakim Desak Pembangunan Dipercepat
Siswa SDN Sumberbendo Lamongan Juara Atletik Kids 2026, Mantup Siap Kirim Talenta ke Provinsi
Buket Mawar dari Mahasiswa Polteksi untuk Ning Lia, Kisah Haru di Balik Perjuangan KIP Kuliah
Lia Istifhama Soroti Peran Strategis Polteksi, Lulusan Tembus Jepang-Korea dan Siap Hadapi Industri 5.0
DPD RI Lia Istifhama Puji Polteksi Gresik, Lulusan Tembus Jepang-Korea hingga Lahirkan Inovasi untuk Pedagang Kecil

Berita Terkait

Kamis, 7 Mei 2026 - 21:54 WIB

Siswa SMP Al Muslim Waru Turun ke Desa, Gerakkan UMKM hingga Edukasi Kesehatan Warga

Kamis, 7 Mei 2026 - 19:22 WIB

Anak TK Diajak Masuk Mapolresta Sidoarjo, Polisi Ubah Ketakutan Jadi Keceriaan dan Disiplin

Kamis, 7 Mei 2026 - 16:22 WIB

Pemkab Jember Bongkar Praktik ‘Sekolah Favorit’, SPMB 2026 Dijaga Ketat Tanpa Titipan

Kamis, 7 Mei 2026 - 08:02 WIB

Sekolah Rakyat di Bangkalan Diserbu 600 Pendaftar, Bupati Lukman Hakim Desak Pembangunan Dipercepat

Kamis, 7 Mei 2026 - 06:33 WIB

Siswa SDN Sumberbendo Lamongan Juara Atletik Kids 2026, Mantup Siap Kirim Talenta ke Provinsi

Berita Terbaru

Bupati Banyuwangi menyerahkan surat rekomendasi HKI kepada pelaku UMKM saat program Bunga Desa di Balai Desa Kaotan, Kamis (7/5/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Pemerintahan

UMKM Banyuwangi Dapat HKI Murah, Produk Makin Aman

Jumat, 8 Mei 2026 - 08:20 WIB