Gubernur Khofifah Percepat Perbaikan Irigasi Pascabanjir Situbondo, Petani Pulih

Minggu, 25 Januari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SITUBONDO, RadarBangsa.co.id – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menindaklanjuti dampak banjir yang melanda Kabupaten Situbondo pada 21 Januari 2026 dengan mempercepat perbaikan saluran irigasi yang rusak. Langkah ini bertujuan memulihkan suplai air ke lahan pertanian seluas 1.336 hektare di delapan desa terdampak, sekaligus menjaga ketahanan pangan masyarakat.

Khofifah menegaskan, perbaikan irigasi harus selesai dalam tiga hari untuk memastikan aktivitas pertanian tidak terganggu. “Perbaikan irigasi ini kami pastikan segera diselesaikan dalam tiga hari agar aliran air ke lahan pertanian kembali normal dan aktivitas petani tidak terganggu,” ujarnya di Surabaya, Minggu (25/1).

Proses perbaikan yang dimulai pada 24 Januari 2026 melibatkan 31 personel teknis, didukung satu unit ekskavator, dua self loader, satu truck crane, dan dua dump truck. Selain itu, dipasang 12 lonjor pipa berdiameter 20 inci serta 400 lembar sandbag untuk memperkuat struktur sementara saluran irigasi dan mencegah kerusakan lebih lanjut.

Kerusakan saluran irigasi sepanjang 15 meter akibat banjir sebelumnya menyebabkan putusnya suplai air ke desa-desa, yakni Gunung Putri, Selomukti, Trebungan, Sumberpinang, Mlandingan, Selowogo, Bungatan, dan Pasir Putih. Sebagai penanganan darurat, Pemprov Jatim telah memasang 12 pipa sementara sepanjang enam meter untuk memulihkan fungsi irigasi.

Selain memperbaiki irigasi, Khofifah juga menekankan pentingnya normalisasi Sungai Lobawang sebagai langkah mitigasi banjir susulan. “Normalisasi Sungai Lobawang akan menjadi bagian dari langkah lanjutan agar kapasitas sungai meningkat dan potensi banjir ke depan bisa ditekan. Ini adalah ikhtiar bersama untuk melindungi masyarakat dan menjaga keberlanjutan pertanian,” pungkasnya.

Dengan langkah-langkah ini, Pemprov Jatim berupaya memastikan produktivitas pertanian tetap terjaga dan risiko kerugian ekonomi akibat bencana dapat diminimalkan. Penanganan cepat pascabanjir juga mencerminkan komitmen pemerintah dalam melindungi masyarakat dan ketahanan pangan di wilayah terdampak.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi
Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter
Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit
Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan
Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember
Hari Jadi Pasuruan ke-1097, RSUD Bangil Gelar Baksos Medis Gratis untuk Puluhan Warga
Tiga Kali Raih Diamond Status, RSUD HMR Mataram Selamatkan 234 Pasien Stroke
95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 20:40

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi

Rabu, 16 September 2026 - 20:16

Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter

Rabu, 16 September 2026 - 20:05

Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit

Rabu, 16 September 2026 - 19:58

Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan

Rabu, 16 September 2026 - 18:45

Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember

Berita Terbaru