Gubernur Khofifah Tinjau Banjir di Deket Lamongan, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi

Minggu, 11 Januari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa berdialog dengan seorang warga lanjut usia saat meninjau banjir di Desa Laladan, Kecamatan Deket, Lamongan, Sabtu (10/1). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa berdialog dengan seorang warga lanjut usia saat meninjau banjir di Desa Laladan, Kecamatan Deket, Lamongan, Sabtu (10/1). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

LAMONGAN, RadarBangsa.co.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa turun langsung meninjau wilayah terdampak banjir di Desa Laladan, Kecamatan Deket, Kabupaten Lamongan, Sabtu (10/1). Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan penanganan banjir berjalan cepat, tepat, dan terkoordinasi, sekaligus menyalurkan bantuan bagi warga terdampak.

Didampingi Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, Khofifah mengecek kondisi genangan, rumah warga, serta infrastruktur desa yang terdampak limpasan air Sungai Bengawan Jero. Kehadiran Gubernur di lokasi dinilai penting untuk memastikan respons pemerintah berjalan efektif di tengah meningkatnya potensi cuaca ekstrem awal tahun.

“Saya datang langsung untuk memastikan kondisi masyarakat dan memastikan negara hadir. Pemerintah tidak tinggal diam dan terus bekerja bersama warga agar situasi tetap terkendali,” ujar Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jawa Timur, saat meninjau lokasi genangan di Desa Laladan.

Banjir di wilayah Lamongan dipicu hujan berintensitas tinggi yang turun sejak Selasa malam, 16 Desember 2025 hingga dini hari. Kondisi ini diperparah oleh kiriman air dari Waduk Gondang yang menyebabkan debit Sungai Bengawan Jero meningkat dan meluap ke sejumlah kawasan permukiman.

Di Kecamatan Deket, banjir berdampak pada empat desa, yakni Weduni, Tukerto, Sidomulyo, dan Laladan. Genangan merendam jalan poros desa serta jalan lingkungan dengan ketinggian antara 10 hingga 26 sentimeter. Sebanyak 538 rumah warga tercatat terdampak, dengan rata-rata tinggi genangan di dalam rumah mencapai 5–10 sentimeter. Hingga akhir pekan, kondisi air dilaporkan relatif stabil.

Khofifah menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Lamongan telah menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi selama 14 hari, terhitung sejak 30 Desember 2025 hingga 12 Januari 2026. Kebijakan ini diambil sebagai langkah antisipatif terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berlanjut.

“Alhamdulillah, hingga saat ini tidak ada korban jiwa maupun warga yang harus mengungsi. Namun kewaspadaan tidak boleh kendor karena potensi hujan masih tinggi. Keselamatan warga tetap menjadi prioritas utama,” tegas Khofifah.

Ia menjelaskan, berdasarkan data BMKG Juanda, potensi curah hujan pada Januari 2026 mengalami peningkatan signifikan. Jika pada Desember 2025 intensitas hujan berada di kisaran 20 persen, maka pada Januari diperkirakan melonjak hingga 58 persen, sebelum menurun kembali menjadi sekitar 22 persen pada Februari 2026.

“Data BMKG menunjukkan Januari merupakan periode dengan potensi hujan tertinggi. Karena itu, kesiapsiagaan seluruh pihak harus terus ditingkatkan, baik pemerintah daerah maupun masyarakat,” kata Khofifah.

Menghadapi potensi bencana hidrometeorologi tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah menyiapkan sejumlah langkah mitigasi. Salah satunya melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang telah dilaksanakan sejak 5 Desember 2025 sebagai upaya menekan intensitas hujan ekstrem.

“OMC ini bagian dari ikhtiar mitigasi untuk mengendalikan curah hujan dan meminimalkan risiko bencana. Upaya teknis ini tentu kami barengi dengan koordinasi lapangan dan dukungan semua pihak,” ujarnya.

Sebagai bentuk dukungan konkret kepada warga terdampak, Pemprov Jatim menyalurkan 200 paket sembako serta bantuan logistik lainnya ke Kabupaten Lamongan. Bantuan tersebut meliputi 20 dus makanan siap saji, 20 dus lauk pauk, 20 dus tambahan gizi, 120 lembar selimut, dan 50 dus perlengkapan makan.

Selain itu, bantuan nonpangan juga disalurkan berupa 30 paket kebersihan, sandang wanita 60 buah, sandang lansia 72 buah, sandang pria 60 buah, kidsware 50 dus, serta 150 pasang sepatu boots untuk mendukung kebutuhan warga dan petugas di lapangan.

“Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat sekaligus mendukung kelancaran penanganan banjir selama masa tanggap darurat,” ujar Khofifah.

Di luar Kecamatan Deket, genangan juga dilaporkan terjadi di Kecamatan Kalitengah, Turi, Karangbinangun, dan Glagah, dengan total 1.629 rumah terdampak. Meski demikian, sebagian besar wilayah melaporkan kondisi air stabil dan di beberapa titik mulai berangsur surut.

BPBD Provinsi Jawa Timur bersama BPBD Kabupaten Lamongan terus melakukan pemantauan intensif, termasuk mengoperasikan dua unit pompa di Rumah Pompa Kalitengah serta membuka pintu air untuk mengurangi debit Sungai Bengawan Jero.

Khofifah mengapresiasi kesiapsiagaan pemerintah daerah, aparat desa, relawan, dan masyarakat yang aktif terlibat dalam penanganan banjir. Pemerintah Provinsi Jawa Timur memastikan akan terus mengawal proses pemulihan hingga kondisi benar-benar aman dan aktivitas warga kembali normal.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Operasi Patuh Candi 2026, Polres Kendal Mengajak Warga Tertib Taat Bayar Pajak
496 Tahun Pamekasan, Komitmen Baru untuk Daerah yang Lebih Maju
Pemprov Jatim Raih Satya JKN Awards 2026, Khofifah Perkuat Perlindungan Pekerja
24 Tim dari 18 Kecamatan Ramaikan Bupati Cup Free Fire Pasuruan
Seni Budaya Kendal Tampil di Panggung Nasional TMII, Sedot Perhatian Pengunjung
SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 22:03

Operasi Patuh Candi 2026, Polres Kendal Mengajak Warga Tertib Taat Bayar Pajak

Kamis, 5 November 2026 - 08:46

496 Tahun Pamekasan, Komitmen Baru untuk Daerah yang Lebih Maju

Senin, 2 November 2026 - 10:14

Pemprov Jatim Raih Satya JKN Awards 2026, Khofifah Perkuat Perlindungan Pekerja

Senin, 2 November 2026 - 06:05

24 Tim dari 18 Kecamatan Ramaikan Bupati Cup Free Fire Pasuruan

Senin, 2 November 2026 - 01:29

Seni Budaya Kendal Tampil di Panggung Nasional TMII, Sedot Perhatian Pengunjung

Berita Terbaru