Curah Hujan Ekstrem, Khofifah dan Pak Yes Tinjau Banjir di Laladan Lamongan

- Redaksi

Sabtu, 10 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Bupati Lamongan Yuhronur Efendi meninjau lokasi banjir di Desa Laladan, Kecamatan Deket, Lamongan, Sabtu (10/1). Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Bupati Lamongan Yuhronur Efendi meninjau lokasi banjir di Desa Laladan, Kecamatan Deket, Lamongan, Sabtu (10/1). Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id

LAMONGAN, RadarBangsa.co.id – Curah hujan ekstrem yang melanda wilayah Jawa Timur sejak awal Januari berdampak pada terjadinya banjir di sejumlah daerah, termasuk Desa Laladan, Kecamatan Deket, Kabupaten Lamongan. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa turun langsung ke lokasi banjir pada Sabtu (10/1) untuk memastikan penanganan berjalan optimal, didampingi Bupati Lamongan Yuhronur Efendi.

Khofifah menjelaskan, berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda, Januari menjadi puncak musim hujan dengan intensitas yang meningkat signifikan dibandingkan bulan sebelumnya. Ia menyebut, secara persentase, curah hujan Januari mengalami lonjakan hingga tiga kali lipat dibandingkan Desember 2025.

“Ini efek hujan dengan intensitas tinggi. Proses modifikasi cuaca sebenarnya sudah dimulai tanggal 5 Desember. Namun kemampuan Pemprov Jawa Timur baru dua titik, sementara kebutuhan di lapangan bisa empat hingga lima titik. Artinya, masih ada wilayah yang menerima curah hujan sangat tinggi,” ujar Khofifah di sela peninjauan.

Ia menambahkan, curah hujan di Lamongan tercatat mencapai 100,4 milimeter per hari, meski telah dilakukan modifikasi cuaca. Angka tersebut jauh di bawah prediksi awal BMKG yang berada di kisaran 300 hingga 400 milimeter per hari. “Itu pun sudah dengan modifikasi cuaca. Jadi memang intensitas hujannya sangat tinggi,” kata Khofifah.

Selain banjir, Khofifah juga mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana lain yang belum bisa dimitigasi melalui teknologi, seperti angin kencang dan gempa bumi. “Kalau hujan masih bisa dimodifikasi, tetapi untuk angin dan gempa belum ada teknologi yang bisa mengalihkan. Kewaspadaan tetap penting,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menjelaskan bahwa kondisi banjir dipicu oleh peningkatan debit air selama dua hari berturut-turut. Ia menyebutkan, biasanya hujan lebat menyebabkan ketinggian air sekitar 50 milimeter. Namun, lonjakan intensitas hujan membuat ketinggian air mencapai 68 milimeter sehingga Pintu Air Kuro terpaksa ditutup.

“Akibatnya terjadi genangan setinggi 10 hingga 15 sentimeter di lima kecamatan, yakni Deket, Kalitengah, Turi, Glagah, dan Karangbinangun,” ujar Yuhronur, yang akrab disapa Pak Yes.

Ia mengapresiasi perhatian dan kehadiran Gubernur Jawa Timur yang ingin memastikan kondisi lapangan secara langsung. Menurutnya, meski cuaca sulit diprediksi, pemerintah daerah dan provinsi telah berdiskusi mengenai langkah jangka panjang, termasuk perbaikan saluran pembuangan air.

Ke depan, Pemprov Jawa Timur bersama Pemkab Lamongan akan memperkuat koordinasi penanganan banjir serta mengevaluasi efektivitas modifikasi cuaca dan infrastruktur drainase, guna meminimalkan dampak serupa selama puncak musim hujan berlangsung.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

RKPD 2027 Lamongan Dibahas, Pemkab Ubah Strategi Pengentasan Kemiskinan
Pasca OTT KPK, Gubernur Khofifah Tunjuk Plt Wali Kota Madiun
Bupati Bangkalan Resmikan SPPG Trunojoyo di Socah, Dorong Perbaikan Gizi dan Ekonomi Desa
Pemkab Bangkalan–Unair Jajaki Penguatan Sinergi Pembangunan Berbasis Riset
Dispendukcapil Bangkalan Perkuat Pembinaan Pegawai, Tekankan Pelayanan Prima dan Bebas Pungli
Pemangkasan Dana Desa untuk KDMP, Senator Lia Istifhama Fasilitasi Aspirasi Kepala Desa se-Jawa Timur
CAGR Dana Haji 6,58 Persen, DPD RI Lia Istifhama Minta Transparansi Kebijakan
BAZNAS Pasuruan Fasilitasi Kendaraan untuk Da’i di Wilayah Terpencil Tosari

Berita Terkait

Rabu, 21 Januari 2026 - 14:53 WIB

RKPD 2027 Lamongan Dibahas, Pemkab Ubah Strategi Pengentasan Kemiskinan

Rabu, 21 Januari 2026 - 12:26 WIB

Pasca OTT KPK, Gubernur Khofifah Tunjuk Plt Wali Kota Madiun

Rabu, 21 Januari 2026 - 09:10 WIB

Bupati Bangkalan Resmikan SPPG Trunojoyo di Socah, Dorong Perbaikan Gizi dan Ekonomi Desa

Rabu, 21 Januari 2026 - 09:01 WIB

Pemkab Bangkalan–Unair Jajaki Penguatan Sinergi Pembangunan Berbasis Riset

Rabu, 21 Januari 2026 - 08:54 WIB

Dispendukcapil Bangkalan Perkuat Pembinaan Pegawai, Tekankan Pelayanan Prima dan Bebas Pungli

Berita Terbaru

Pemanggilan DP oleh Badan Kehormatan DPRD Kabupaten Pacitan terkait dugaan penipuan. Pada Rabu (21/1/2026) (Foto Dok Ho/Yuan RadarBangsa.co.id)

Hukum - Kriminal

Kasus Dugaan Penipuan Oknum DPRD Pacitan Masih Menggantung di BK

Rabu, 21 Jan 2026 - 12:42 WIB