Senator DPD RI Lia Istifhama memberikan apresiasi atas keberhasilan Jawa Timur mendukung swasembada pangan nasional

Sabtu, 10 Januari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Senator DPD RI Lia Istifhama menilai capaian produksi pangan Jawa Timur menjadi bukti konkret dukungan daerah terhadap swasembada pangan nasional. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Senator DPD RI Lia Istifhama menilai capaian produksi pangan Jawa Timur menjadi bukti konkret dukungan daerah terhadap swasembada pangan nasional. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Jawa Timur kembali menegaskan perannya sebagai tulang punggung swasembada pangan nasional. Capaian tersebut ditandai dengan penganugerahan Tanda Kehormatan Satyalancana Wira Karya Swasembada Pangan 2025 kepada Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa oleh Presiden RI Prabowo Subianto.

Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, menilai penghargaan ini menjadi pengakuan negara atas konsistensi dan kepemimpinan daerah dalam mendukung agenda strategis nasional, khususnya kemandirian pangan di awal pemerintahan Presiden Prabowo.

“Ini bukan sekadar penghargaan simbolik. Negara mengapresiasi kerja kolektif Jawa Timur dalam menjaga produksi pangan nasional, terutama kontribusi besar para petani yang menjadi fondasi utama ketahanan pangan,” ujar Lia Istifhama, Kamis (8/1/2025).

Menurut Lia, capaian Jawa Timur tidak lepas dari kebijakan pertanian yang terukur dan berorientasi hasil. Pemerintah Provinsi Jawa Timur dinilai berhasil memperkuat sektor hulu hingga hilir melalui penyediaan benih unggul, mekanisasi pertanian, rehabilitasi irigasi, serta optimalisasi pompanisasi di wilayah sentra produksi.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, sepanjang 2025 Jawa Timur mencatat produksi padi sebesar 10.557.883 ton Gabah Kering Giling (GKG) dengan produksi beras mencapai 6.096.344 ton. Angka ini meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya dan menempatkan Jawa Timur sebagai produsen padi dan beras tertinggi secara nasional.

“Lonjakan ini sejalan dengan peningkatan luas panen dari 1,61 juta hektare pada 2024 menjadi 1,84 juta hektare di 2025. Ditambah Luas Tambah Tanam lebih dari 2,4 juta hektare, ini menunjukkan kebijakan tidak berhenti di atas kertas, tetapi dieksekusi nyata di lapangan,” kata Lia.
Ia menambahkan, keberhasilan Jawa Timur mempertahankan status sebagai lumbung pangan nasional juga mencerminkan kuatnya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, Forkopimda, dan kelembagaan petani. Hal tersebut dinilai sejalan dengan visi Presiden Prabowo yang menjadikan swasembada pangan sebagai pilar utama kedaulatan bangsa.

“Penghargaan ini menjadi penanda bahwa Jawa Timur mampu menjawab mandat nasional. Tantangan berikutnya adalah memastikan produktivitas ini berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan petani dan keberlanjutan sektor pertanian,” tegas Lia Istifhama.
Ia berharap keberhasilan Jawa Timur dapat menjadi rujukan nasional dalam pengelolaan pertanian yang adaptif dan berkelanjutan. “Dengan konsistensi kebijakan dan kolaborasi lintas sektor, Jawa Timur berpotensi terus menjadi penggerak utama swasembada pangan Indonesia,” tutupnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember
95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh
Sidoarjo Jadi Daerah Percontohan InCircular, Subandi Dorong Pengelolaan Sampah dari Hulu
Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September
Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang
Pemerintah Tetapkan 26 Hari Libur 2027, Ini Aturan Kerja dan Cuti Bersamanya
Khofifah Percepat BSPS di Jatim, 12.371 Rumah Sudah Masuk Tahap Konstruksi
RSUD H. Moh. Ruslan Mataram Siapkan One Stop Service Pemeriksaan Calon Jemaah Haji 2027

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 18:45

Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember

Rabu, 16 September 2026 - 17:58

95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh

Rabu, 16 September 2026 - 13:08

Sidoarjo Jadi Daerah Percontohan InCircular, Subandi Dorong Pengelolaan Sampah dari Hulu

Rabu, 16 September 2026 - 09:43

Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September

Rabu, 16 September 2026 - 09:38

Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang

Berita Terbaru