MALANG, RadarBangsa.co.id – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, kembali menegaskan pentingnya menjaga integritas dan objektivitas dalam pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2025/2026 untuk jenjang SMAN, SMKN, dan SLBN.
Penegasan itu disampaikan Khofifah saat membuka Sosialisasi Gelombang V SPMB Jatim 2025, yang digelar di The Aliante Hotel, Kota Malang, Senin (21/4).
Dalam forum yang dihadiri 181 peserta itu, terdiri dari kepala sekolah, kepala seksi, cabang dinas, dan operator sekolah, Khofifah menyampaikan pesan kuat agar semua pihak tidak main-main dalam proses penerimaan siswa.
“Saya minta jaga objektivitas, jaga integritas, termasuk di entry point. Jangan menjadi setitik nila yang merusak susu sebelanga,” tegas Khofifah.
Ia menekankan bahwa kerja keras yang selama ini sudah dilakukan oleh para tenaga pendidik dan pemangku kebijakan pendidikan di Jatim harus dijaga dan jangan dinodai oleh kecurangan sekecil apapun.
Untuk memperkuat komitmen itu, Khofifah menyebut bahwa pada 2 Mei mendatang akan dilakukan penandatanganan Pakta Integritas. Penandatanganan ini akan dilakukan oleh seluruh pihak yang terlibat dalam SPMB bersama Kepala Dinas Pendidikan Jatim.
“Pakta integritas ini adalah pegangan moral. Supaya SPMB 2025 ini betul-betul dijalankan dengan penuh tanggung jawab,” jelasnya.
Khofifah pun menyampaikan bahwa integritas ini menjadi krusial demi menjaga nama baik pendidikan Jawa Timur, yang selama ini dikenal sebagai provinsi dengan segudang prestasi di kancah nasional.
“Lima tahun berturut-turut, Jatim jadi nomor satu dalam penerimaan SNMPTN. Dan tadi Kepala Puspresnas menyebut Jatim nomor satu di Sistem Informasi Manajemen Talenta nasional. Ini bukti kepercayaan publik, dan kepercayaan itu harus dijaga,” tambahnya.
Lebih lanjut, Khofifah mengajak seluruh pihak untuk melihat proses SPMB sebagai bagian dari pengabdian mencetak generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.
“Apa yang panjenengan lakukan hari ini adalah ladang amal jariyah. Anak-anak hebat ini kelak akan jadi pemimpin bangsa. Maka mulai hari ini, mari kita jaga prosesnya,” ujar mantan Menteri Sosial RI tersebut.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Aries Agung Paewai, menyampaikan bahwa pihaknya akan membuka ruang komunikasi selebar-lebarnya kepada masyarakat terkait SPMB.
“Selain lima gelombang sosialisasi, kami siapkan hotline 24 jam dan helpdesk untuk menjawab semua pertanyaan masyarakat,” ujar Aries.
Menurutnya, keterbukaan dan transparansi adalah kunci agar proses ini berjalan mulus dan tidak menyisakan keraguan dari publik.
“SPMB adalah tanggung jawab bersama. Harus dijalankan dengan semangat dan integritas agar hasilnya sesuai cita-cita kita bersama,” tandasnya.
Lainnya:
- Bupati Malang Sidak RSUD Kanjuruhan, Antrean Obat Jadi Sorotan
- Menaker Alarm Bahaya Global, Buruh dan Pengusaha Diminta Bersatu
- Kemnaker Buka Akses Kerja Mantan Napi, Dorong Dunia Kerja Inklusif
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin








