Guru SMP di Jombang Didorong Terapkan Deep Learning di Kelas

Selasa, 10 Februari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Workshop pembelajaran deep learning guru SMP se-Jombang di Gedung PGRI, Senin (9/2/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Workshop pembelajaran deep learning guru SMP se-Jombang di Gedung PGRI, Senin (9/2/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

JOMBANG, RadarBangsa.co.id — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Jombang mendorong guru sekolah menengah pertama (SMP) menerapkan pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning) guna meningkatkan kualitas proses belajar mengajar.

Dorongan tersebut diwujudkan melalui workshop yang digelar selama tiga hari, mulai Senin (9/2/2026) hingga Rabu (11/2/2026). Kegiatan dipusatkan di Aula Tut Wuri Handayani Gedung PGRI Kabupaten Jombang serta Gedung Kesenian Jombang, dan diikuti guru SMP dari berbagai sekolah.

Workshop dibuka Sekretaris Disdikbud Jombang, Abdul Majid. Ia menegaskan, tantangan pendidikan saat ini menuntut guru melampaui peran tradisional sebagai penyampai materi.

“Pendidikan tidak hanya soal transfer ilmu pengetahuan. Melalui pendekatan pembelajaran mendalam, guru diharapkan mampu membentuk siswa yang berpikir kritis, berkarakter, dan siap menghadapi dinamika global,” ujar Abdul Majid.

Menurutnya, deep learning menekankan enam kompetensi global, yakni berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, kolaborasi, karakter, dan kewargaan global. Pendekatan ini dinilai membuat pembelajaran lebih bermakna serta berpusat pada peserta didik.

Narasumber workshop, Pengawas SMP Disdikbud Jombang Abdulloh Syifa, menyoroti pentingnya perubahan paradigma pembelajaran di kelas. Ia menilai proses belajar harus diarahkan pada pendalaman konsep, bukan sekadar hafalan.

“Guru perlu mengajak siswa memahami materi secara mendalam, mengaitkannya dengan situasi kehidupan sehari-hari, serta membiasakan refleksi agar pembelajaran lebih kontekstual,” kata Abdulloh.

Selama kegiatan, peserta menerima materi konseptual, praktik penyusunan perangkat ajar berbasis deep learning, hingga sesi diskusi dan refleksi pembelajaran. Disdikbud berharap hasil pelatihan dapat diimplementasikan berkelanjutan di sekolah masing-masing.

Melalui penerapan pendekatan ini, Pemkab Jombang menargetkan peningkatan mutu pendidikan SMP agar lebih relevan dengan kebutuhan peserta didik dan tantangan abad ke-21.

“Perubahan kualitas pendidikan dimulai dari ruang kelas. Guru adalah kunci utamanya,” pungkas Abdul Majid.

Penulis : Masruroh

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

TKA SMKN 8 Malang Diikuti 391 Murid, Khofifah Turun Langsung
Kapolres Lamongan Ajak Pelajar SMPN 1 Jauhi Narkoba Lewat POLIDIK
Jelang TKA 2026, Khofifah Tenangkan 438 Ribu Murid Jatim
Wakili Almarhumah Kakak, Senator Cantik Lia Istifhama Dampingi Keponakan di Wisuda DKV ITS
5.000 Anak PAUD Meriahkan Festival ASI BERLIAN di Sidoarjo
Khofifah Salurkan Bantuan Pendidikan untuk 132 Murid, Tinjau Program SIKAP di Pacitan
Hari Santri 2026, Senator Cantik Anggota DPD RI asal Jawa Timur Lia Istifhama Ajak Mahasiswa Bangun Peradaban dari Timur
140 Peserta Ikuti Musabaqah Kaligrafi Pegon, Lamongan Rawat Warisan Santri
Tag :

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 14:21

TKA SMKN 8 Malang Diikuti 391 Murid, Khofifah Turun Langsung

Senin, 26 Oktober 2026 - 11:15

Kapolres Lamongan Ajak Pelajar SMPN 1 Jauhi Narkoba Lewat POLIDIK

Minggu, 25 Oktober 2026 - 16:57

Jelang TKA 2026, Khofifah Tenangkan 438 Ribu Murid Jatim

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 19:33

Wakili Almarhumah Kakak, Senator Cantik Lia Istifhama Dampingi Keponakan di Wisuda DKV ITS

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 19:23

5.000 Anak PAUD Meriahkan Festival ASI BERLIAN di Sidoarjo

Berita Terbaru