Gus Ipul: Banyuwangi Pilihan Tepat untuk Pilot Project Bansos Digital

Jumat, 3 Oktober 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana rapat koordinasi lintas kementerian dan lembaga bersama Pemerintah Kabupaten Banyuwangi terkait uji coba digitalisasi bansos, Kamis (2/10/2025). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Suasana rapat koordinasi lintas kementerian dan lembaga bersama Pemerintah Kabupaten Banyuwangi terkait uji coba digitalisasi bansos, Kamis (2/10/2025). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

BANYUWANGI, RadarBangsa.co.id – Kabupaten Banyuwangi kembali menjadi sorotan nasional setelah ditunjuk sebagai daerah percontohan digitalisasi bantuan sosial (bansos). Sejak uji coba pendaftaran melalui Portal Perlindungan Sosial (Perlinsos) dimulai pada 18 September 2025, sebanyak 259 ribu warga telah terdata hanya dalam dua pekan.

Capaian ini langsung mendapat apresiasi dari pemerintah pusat. Menteri Sosial Saifullah Yusuf yang meninjau proses pendaftaran di Banyuwangi bersama sejumlah pejabat lintas kementerian menyebut progresnya melampaui ekspektasi.

“Kami sudah melihat sendiri bagaimana progresnya. Sudah lancar, lebih dari target yang ditetapkan. Tidak salah Banyuwangi dipilih sebagai pilot project karena infrastrukturnya siap dan pemerintah daerah terbiasa dengan sistem digital,” ujar Saifullah atau Gus Ipul, Kamis (2/10/2025).

Digitalisasi bansos merupakan program prioritas Presiden Prabowo Subianto agar penyaluran bantuan lebih transparan, cepat, dan tepat sasaran. Dalam kunjungan tersebut hadir pula Ketua Komite Percepatan Transformasi Digital Luhut B. Panjaitan, Wamendagri Bima Arya Sugiarto, Wamen PANRB Purwadi Arianto, Wamen Bappenas Febrian A. Ruddyard, Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti, serta perwakilan dari 20 lembaga negara.

Rombongan meninjau langsung proses pendaftaran bansos di Dusun Suko Sumbermanis, Kelurahan Gombengsari, Kecamatan Kalipuro. Gus Ipul mencontohkan, dengan sistem digital, warga bisa mendaftar hanya dalam dua menit. “Orang daftar sebentar langsung bisa masuk, prosesnya selesai,” katanya.

Ia juga mengapresiasi langkah Pemkab Banyuwangi yang menjadikan aparatur sipil negara, kepala desa, operator desa, hingga kader dasawisma sebagai agen Perlinsos. Cara ini membuat pendaftaran lebih luas menjangkau masyarakat.

Hasil pendaftaran ini selanjutnya akan diolah menjadi dasar penyaluran bansos, termasuk Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) pada tahun mendatang. Uji coba di Banyuwangi juga akan menjadi bahan evaluasi sebelum direplikasi ke seluruh Indonesia.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyampaikan terima kasih atas apresiasi pemerintah pusat.

“Kami berkomitmen menyukseskan program prioritas ini. Jika berhasil, masyarakat akan sangat diuntungkan karena penyaluran lebih tepat sasaran dan akuntabilitasnya terjaga,” ujarnya.

Wamendagri Bima Arya menilai Banyuwangi pilihan tepat sebagai lokasi uji coba. “Komitmen pemimpinnya sangat tinggi. Jika berhasil, ini bisa jadi inspirasi bagi daerah lain. Kami akan undang Ibu Bupati berbagi pengalaman di Kemendagri,” katanya.

Senada, Wamen PANRB Purwadi Arianto menegaskan pentingnya kolaborasi lintas kementerian untuk membangun sistem satu data.

“Dengan begitu, bansos bisa dipertanggungjawabkan secara digital dan ilmiah,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menuturkan seluruh data penerima akan dikelola melalui Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

“Program ini sangat penting untuk memodernisasi pemutakhiran dan pengelolaan data. Banyuwangi menjadi pijakan awal,” pungkasnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

PERWOSI Lamongan Periode 2025–2029 Dilantik, Bidik Atlet Perempuan hingga Pelosok Desa
Produksi Garam Lamongan Baru 1.317 Ton, Pemkab Optimistis Kejar Target 20.000 Ton
PSC 119 RSUD HMR Raih Gold Status, Respons Kurang dari 10 Menit Jadi Kunci Penanganan Stroke
2.432 Kader TP PKK Dilibatkan, Kota Mataram Perkuat Jejaring Siaga Stroke
Sidoarjo Jadi Daerah Percontohan InCircular, Subandi Dorong Pengelolaan Sampah dari Hulu
Di Hadapan 109 Mahasiswa Unhan, Khofifah Paparkan Potensi Pangan Jatim Menuju Kedaulatan Nasional
Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September
Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 14:43

PERWOSI Lamongan Periode 2025–2029 Dilantik, Bidik Atlet Perempuan hingga Pelosok Desa

Rabu, 16 September 2026 - 14:36

Produksi Garam Lamongan Baru 1.317 Ton, Pemkab Optimistis Kejar Target 20.000 Ton

Rabu, 16 September 2026 - 13:58

PSC 119 RSUD HMR Raih Gold Status, Respons Kurang dari 10 Menit Jadi Kunci Penanganan Stroke

Rabu, 16 September 2026 - 13:52

2.432 Kader TP PKK Dilibatkan, Kota Mataram Perkuat Jejaring Siaga Stroke

Rabu, 16 September 2026 - 13:08

Sidoarjo Jadi Daerah Percontohan InCircular, Subandi Dorong Pengelolaan Sampah dari Hulu

Berita Terbaru