Hakordia 2025, Senator DPD RI Lia Istifhama Serukan Penguatan Budaya Antikorupsi

Selasa, 9 Desember 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Senator Jatim Lia Istifhama menyerukan penguatan budaya antikorupsi pada peringatan Hakordia 2025. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Senator Jatim Lia Istifhama menyerukan penguatan budaya antikorupsi pada peringatan Hakordia 2025. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Memasuki peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2025 pada 10 Desember, dorongan untuk memperkuat budaya antikorupsi kembali menguat dari Jawa Timur. Senator RI asal Jatim, Lia Istifhama, menilai bahwa tantangan korupsi tidak akan berkurang tanpa keterlibatan aktif masyarakat dalam membangun karakter antikorupsi sejak lingkungan terkecil.

Lia menegaskan bahwa pemberantasan korupsi tidak cukup bertumpu pada aparat penegak hukum. Menurutnya, masyarakat harus mengambil peran nyata dengan membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya integritas. “Gerakan antikorupsi harus hidup di keluarga, sekolah, majelis pendidikan, dan seluruh ruang sosial,” ujarnya di Surabaya.

Ia juga menilai generasi muda memiliki peran strategis sebagai motor penggerak perubahan. Pendidikan integritas, kata Lia, perlu ditanamkan lebih kuat agar mereka tumbuh sebagai warga yang jujur dan bertanggung jawab. “Generasi muda adalah benteng masa depan. Tanpa mereka memahami nilai-nilai antikorupsi, sulit membayangkan masa depan yang bersih,” imbuhnya.

Ning Lia turut menyoroti perlunya transparansi dalam pengelolaan anggaran publik serta pelayanan yang bebas pungutan liar. Ia menekankan bahwa pejabat negara wajib menjadi contoh pertama dalam menjaga integritas. “Masyarakat harus merasakan pelayanan yang adil. Integritas bukan pilihan, tetapi kewajiban,” tegasnya.

Ia juga berharap Hakordia 2025 menjadi ruang refleksi bersama. Menurut Lia, gerakan antikorupsi harus terus dihidupkan, bukan berhenti sebagai slogan tahunan. “Antikorupsi adalah budaya yang harus dipraktikkan setiap hari. Semakin banyak warga terlibat, semakin kuat benteng kita melawan praktik koruptif,” tuturnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Kemnaker Fasilitasi 100 Pekerja Musik, Dorong Kompetensi dan Pelindungan Profesi
AI Ubah Dunia Jurnalistik, Wamenaker Tekankan Kompetensi dan Perlindungan Insan Pers
Menaker Yassierli: Indonesia Siap Jadi Mitra Dialog Pekerja ASEAN di Tengah Gejolak Global
Kapolri Tekankan Integritas Personel serta Pelayanan Humanis untuk Perkuat Kepercayaan Publik
Kemnaker Verifikasi Mitra MagangHub hingga 30 Oktober, Ini Jadwal Seleksi Peserta
Kemnaker Buka InaSkills 2026, Bidik Talenta untuk Kompetisi Dunia
Kemnaker Umumkan Pemenang Anugerah Informasi Publik 2026
Kemnaker Perpanjang Pendaftaran Mitra MagangHub hingga 29 Oktober

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 22:00

Kemnaker Fasilitasi 100 Pekerja Musik, Dorong Kompetensi dan Pelindungan Profesi

Minggu, 1 November 2026 - 21:54

AI Ubah Dunia Jurnalistik, Wamenaker Tekankan Kompetensi dan Perlindungan Insan Pers

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:18

Menaker Yassierli: Indonesia Siap Jadi Mitra Dialog Pekerja ASEAN di Tengah Gejolak Global

Jumat, 30 Oktober 2026 - 14:02

Kapolri Tekankan Integritas Personel serta Pelayanan Humanis untuk Perkuat Kepercayaan Publik

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:39

Kemnaker Verifikasi Mitra MagangHub hingga 30 Oktober, Ini Jadwal Seleksi Peserta

Berita Terbaru