Harga Minyak Naik, Gus Fawait Terapkan WFH dan Pangkas Seremoni

Rabu, 25 Maret 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Jember Gus Fawait saat memberi keterangan, Sabtu (21/3/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Bupati Jember Gus Fawait saat memberi keterangan, Sabtu (21/3/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

JEMBER, RadarBangsa.co.id – Bupati Jember, Gus Fawait, mengambil langkah tegas dengan meniadakan open house Lebaran di Pendopo Wahyawibawagraha. Kebijakan ini diambil sebagai respons atas gejolak geopolitik Timur Tengah yang memicu kenaikan harga minyak dunia dan berimbas pada beban subsidi nasional.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Jember juga tengah menyiapkan skema Work From Home (WFH) guna menekan konsumsi energi dan anggaran operasional pemerintah daerah.

Keputusan tersebut diumumkan Gus Fawait sebagai bagian dari dukungan terhadap kebijakan efisiensi energi nasional. Ia menilai kondisi global yang tidak stabil harus direspons secara konkret hingga ke level daerah.

Menurutnya, lonjakan harga minyak mentah dunia berpotensi memperbesar beban subsidi bahan bakar minyak (BBM) pemerintah pusat. Jika konsumsi energi tidak dikendalikan, dampaknya bisa meluas pada stabilitas fiskal negara.

Sebagai langkah awal, kegiatan seremonial seperti open house resmi di pendopo ditiadakan. Kebijakan ini dinilai sebagai simbol penghematan sekaligus contoh bagi jajaran pemerintahan lainnya.

“Sebagai bagian dari NKRI, kita harus peka terhadap kondisi global. Ketidakstabilan di Timur Tengah membuat harga minyak fluktuatif,” ujar Gus Fawait, Sabtu (21/3/2026).

Ia menegaskan, langkah ini bukan karena kelangkaan BBM di Jember. “Kalau konsumsi tidak dikendalikan, beban subsidi negara akan semakin membengkak,” tambahnya.

Meski tanpa seremoni resmi, Gus Fawait tetap membuka ruang silaturahmi secara sederhana di kediamannya. Ia menekankan pentingnya kembali pada nilai kesederhanaan tanpa mengurangi makna Lebaran.

Di sisi lain, Pemkab Jember juga tengah menggodok penerapan WFH satu hingga dua hari dalam sepekan. Skema ini diharapkan mampu menekan penggunaan kendaraan dinas serta konsumsi listrik kantor.

“Dengan pengalaman saat COVID lalu, saya yakin pelayanan publik tetap prima dan tidak akan terganggu,” pungkas Gus Fawait.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani
DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi
Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah
Paripurna, Fraksi Golkar DPRD Ngawi Soroti Defisit RAPBD 2027, Usulkan Stadion Baru Berkapasitas 40.000 Penonton
HKG PKK ke-54, Luthfiana Lukman Hakim Perkuat Peran Keluarga di Bangkalan

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 23:43

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:36

PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:47

PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:31

DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi

Berita Terbaru