Harga Pangan Banyuwangi Tetap Terkendali, Bulog Kantongi Stok Beras 129 Ribu Ton

Selasa, 7 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kemenko Pangan memantau harga dan ketersediaan bahan pokok di Pasar Rogojampi, Banyuwangi, Minggu (5/7/2026), untuk memastikan pasokan dan harga pangan tetap stabil. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Kemenko Pangan memantau harga dan ketersediaan bahan pokok di Pasar Rogojampi, Banyuwangi, Minggu (5/7/2026), untuk memastikan pasokan dan harga pangan tetap stabil. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

BANYUWANGI, RadarBangsa.co.id – Kementerian Koordinator Bidang Pangan (Kemenko Pangan) memastikan harga pangan di Kabupaten Banyuwangi masih dalam kondisi stabil setelah melakukan pemantauan langsung di Pasar Rogojampi, Minggu (5/7/2026). Selain harga yang relatif terkendali, pemerintah juga memastikan ketersediaan stok bahan pokok, terutama beras, masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Pemantauan dipimpin Staf Ahli Menko Bidang Ekonomi Maritim Sugeng Santoso bersama Asisten Deputi Stabilisasi Harga Pangan Siradj Parwito. Keduanya didampingi jajaran Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, termasuk Asisten Perekonomian dan Pembangunan Suratno serta Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Danang Hartanto.

Siradj mengatakan tim memeriksa sejumlah komoditas strategis, mulai dari beras, telur, ayam, hingga daging sapi. Berdasarkan hasil pemantauan, harga komoditas tersebut masih berada pada kisaran yang wajar dan pasokan di tingkat pedagang tetap tersedia.

“Hasil pemantauan kami di lapangan, harganya dalam kondisi terkendali. Harga telur yang sempat turun kini kembali normal di kisaran Rp23 ribu per kilogram di tingkat konsumen,” katanya.

Harga daging sapi juga masih berada di kisaran Rp140 ribu per kilogram untuk daging campuran dan Rp150 ribu per kilogram untuk kualitas premium. Meski demikian, pedagang mengusulkan penambahan pasokan dari rumah potong hewan agar ketersediaan tetap terjaga ketika permintaan meningkat.

Untuk komoditas ayam potong, harga tercatat sekitar Rp28 ribu per kilogram. Saat permintaan melonjak, seperti ketika Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berlangsung, harga dapat naik hingga Rp34 ribu sampai Rp35 ribu per kilogram.

Pemerintah juga mengecek distribusi beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Setiap pekan, sekitar dua ton beras SPHP disalurkan Bulog ke Pasar Rogojampi dan selalu habis diserap masyarakat karena harganya dinilai lebih terjangkau.

“Kami senang di sini SPHP banyak peminatnya. Kami juga mengecek harga minyak yang masih stabil. Keluhan pedagang justru berasal dari kenaikan harga plastik kemasan akibat dampak geopolitik global terhadap impor plastik,” ujar Siradj.

Ia menjelaskan Pasar Rogojampi menjadi salah satu pasar binaan Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SP2HP). Kondisi tersebut memungkinkan pemerintah memantau perkembangan harga berbagai komoditas penyumbang inflasi secara berkala.

Di tingkat pedagang, kondisi pasar dinilai masih cukup kondusif. Pedagang daging sapi, Yuyun, mengaku stok tetap tersedia, namun penjualan menurun karena permintaan masyarakat berkurang selama bulan Muharam.

“Di bulan ini memang jarang orang punya hajatan. Sehingga stok saya kurangi. Kalau lagi ramai itu bisa habis sekitar 1,5 kuintal sehari,” ujarnya.

Pedagang beras, Bayu, juga memastikan stok di tokonya mencapai lima hingga enam ton. Menurutnya, beras SPHP dengan harga Rp58 ribu per kemasan menjadi produk yang paling cepat habis karena banyak dicari masyarakat.

“SPHP paling cepat habis karena harganya paling terjangkau,” katanya.

Data Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menunjukkan produksi padi sepanjang Januari hingga Juni 2026 mencapai 377.952 ton gabah kering giling (GKG) dari luas panen 57.015 hektare. Jumlah tersebut setara dengan 255.257 ton beras dengan produktivitas rata-rata 6,63 ton per hektare.

“Produksi tersebut membuat Banyuwangi selalu surplus beras setiap tahunnya,” jelas Suratno.

Kondisi itu diperkuat dengan ketersediaan cadangan beras di gudang Bulog Banyuwangi yang mencapai 129 ribu ton. Selain memenuhi kebutuhan masyarakat Banyuwangi selama satu tahun, stok tersebut juga menjadi penyangga distribusi beras ke sejumlah daerah lain, termasuk Papua, Nusa Tenggara Timur, dan Bali.

“Stok sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Banyuwangi juga menyuplai kebutuhan beras ke Papua, NTT, dan Bali sebagai bagian dari pemerataan stok nasional,” pungkas Dwiana Puspitasari.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

24 Tim dari 18 Kecamatan Ramaikan Bupati Cup Free Fire Pasuruan
Seni Budaya Kendal Tampil di Panggung Nasional TMII, Sedot Perhatian Pengunjung
Kemnaker Fasilitasi 100 Pekerja Musik, Dorong Kompetensi dan Pelindungan Profesi
AI Ubah Dunia Jurnalistik, Wamenaker Tekankan Kompetensi dan Perlindungan Insan Pers
SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Menaker Yassierli: Indonesia Siap Jadi Mitra Dialog Pekerja ASEAN di Tengah Gejolak Global
Kapolri Tekankan Integritas Personel serta Pelayanan Humanis untuk Perkuat Kepercayaan Publik
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 06:05

24 Tim dari 18 Kecamatan Ramaikan Bupati Cup Free Fire Pasuruan

Senin, 2 November 2026 - 01:29

Seni Budaya Kendal Tampil di Panggung Nasional TMII, Sedot Perhatian Pengunjung

Minggu, 1 November 2026 - 22:00

Kemnaker Fasilitasi 100 Pekerja Musik, Dorong Kompetensi dan Pelindungan Profesi

Minggu, 1 November 2026 - 21:54

AI Ubah Dunia Jurnalistik, Wamenaker Tekankan Kompetensi dan Perlindungan Insan Pers

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 23:43

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan

Berita Terbaru