SURABAYA, RadarBangsa.co.id — Tingkat kemiskinan Jawa Timur turun menjadi 9,06 persen pada Maret 2026, dibandingkan 9,50 persen pada tahun sebelumnya. Capaian tersebut disampaikan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat memimpin upacara peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur di halaman Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (12/10/2026).
Dalam upacara tersebut, Khofifah memaparkan sejumlah capaian pembangunan melalui program Nawa Bhakti Satya. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat keunggulan daerah, memperluas kesempatan bagi masyarakat, dan menjaga keberlanjutan pembangunan.
Selain penurunan kemiskinan, kemiskinan ekstrem di Jawa Timur tercatat sebesar 0,29 persen pada 2025. Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyatakan optimisme untuk terus menekan angka tersebut.
“Ini optimisme kita untuk dapat menurunkan kemiskinan ekstrem hingga nol persen,” kata Khofifah.
Pada sektor ketenagakerjaan, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Jawa Timur tercatat sebesar 3,42 persen pada Mei 2026. Menurut Khofifah, capaian tersebut menunjukkan ketahanan ekonomi daerah.
Khofifah juga menyoroti sektor pangan. Sepanjang 2025, produksi gabah kering giling Jawa Timur mencapai lebih dari 10,4 juta ton, dengan kontribusi sebesar 17,34 persen terhadap kebutuhan beras nasional.
Menurutnya, kekuatan sektor pangan tidak terlepas dari peran petani, peternak, dan nelayan dalam menopang produksi daerah.
Di bidang pendidikan, Pemprov Jawa Timur terus memperluas kesempatan belajar melalui program Jatim World Class Education. Program ini mencakup penguatan pendidikan vokasi, perguruan tinggi, dan pendidikan pesantren, termasuk melalui beasiswa santri unggul serta kolaborasi dengan King’s College London.
Sementara itu, di sektor kesehatan, cakupan perlindungan jaminan kesehatan masyarakat Jawa Timur mencapai 96,12 persen hingga September 2026. Usia harapan hidup tercatat sebesar 75,36 tahun.
Transformasi pelayanan publik juga menjadi bagian dari agenda pembangunan melalui Ekosistem Majapahit Digital (MAJADIGI). Hingga September 2026, ekosistem tersebut telah mengintegrasikan 241 layanan untuk mendukung pelayanan publik dan administrasi pemerintahan.
Khofifah menegaskan, pembangunan Jawa Timur membutuhkan sinergi seluruh elemen masyarakat agar manfaatnya semakin luas.
“Langkah besar pembangunan Jawa Timur kita wujudkan bersama melalui Nawa Bhakti Satya, sembilan pengabdian mulia yang menjadi kompas prioritas pembangunan Jawa Timur hingga 2029,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Khofifah menyerahkan Tanda Kehormatan Lencana Jer Basuki Mawa Beya kepada sejumlah pejabat publik, tokoh masyarakat, pegiat sosial, dan pelaku usaha yang dinilai berkontribusi bagi Jawa Timur.
Penghargaan kategori emas diberikan kepada 13 tokoh, sedangkan kategori perak diberikan kepada empat penerima.
Khofifah berharap kerja bersama yang telah dibangun dapat terus dilanjutkan untuk memperkuat daya saing, memperluas kesempatan masyarakat, dan menjaga keberlanjutan pembangunan di Jawa Timur.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar