Hari Kartini 2026: Lia Istifhama Bongkar Tantangan Perempuan di Era Digital

Senin, 20 April 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPD RI Lia Istifhama

Anggota DPD RI Lia Istifhama

SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Peringatan Hari Kartini 2026 menjadi momentum menyoroti tantangan baru perempuan di era teknologi. Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, menegaskan perempuan harus mampu menguasai ruang digital agar tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga penggerak perubahan.

Pesatnya transformasi digital telah mengubah cara masyarakat belajar, bekerja, berbisnis, hingga menyampaikan aspirasi. Dalam situasi itu, perempuan dinilai perlu mengambil peran strategis agar tidak tertinggal dalam arus perubahan.

Hal tersebut disampaikan Lia Istifhama dalam dialog aspirasi bertema Kartini Digital: Menguasai Ruang Bukan Sekadar Bersuara yang digelar di Surabaya.

Menurut senator asal Jawa Timur yang akrab disapa Ning Lia itu, semangat perjuangan Kartini saat ini harus diterjemahkan ke dalam keberanian perempuan menempati posisi penting di berbagai sektor, mulai teknologi, pendidikan, ekonomi kreatif, hingga kebijakan publik.

“Perempuan hari ini tidak cukup hanya aktif di media sosial. Lebih dari itu, perempuan harus menjadi penggerak, pembuat solusi, dan pengambil keputusan di ruang digital,” ujar Lia.

Ia menjelaskan, ruang digital kini membuka peluang luas bagi perempuan untuk membangun usaha, memperluas jejaring, meningkatkan kapasitas diri, hingga memperjuangkan kepentingan masyarakat secara lebih efektif.

Dampaknya tidak hanya dirasakan individu, tetapi juga keluarga dan ekonomi daerah. Ketika perempuan memiliki kemampuan digital, peluang usaha baru terbuka, pendapatan meningkat, dan akses terhadap pendidikan maupun informasi publik menjadi lebih mudah.

Namun, Lia mengingatkan bahwa kemajuan teknologi juga membawa risiko. Perempuan perlu dibekali literasi digital agar tidak mudah terjebak hoaks, penipuan daring, kekerasan verbal, maupun eksploitasi di internet.

“Penguasaan teknologi harus dibarengi kecerdasan, etika, dan keberanian. Dengan begitu perempuan Indonesia bisa menjadi Kartini masa kini yang memberi dampak nyata,” tegasnya.

Ia juga mendorong pemerintah memperluas akses pendidikan dan pelatihan digital, khususnya bagi perempuan di daerah. Menurutnya, pemerataan kompetensi digital menjadi kunci agar manfaat transformasi teknologi dirasakan lebih luas.

Hari Kartini 2026, lanjut Lia, menjadi pengingat bahwa perjuangan perempuan belum selesai. Tantangan saat ini bukan lagi sekadar akses pendidikan, melainkan memastikan perempuan mampu memimpin di era digital.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember
95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh
Sidoarjo Jadi Daerah Percontohan InCircular, Subandi Dorong Pengelolaan Sampah dari Hulu
Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September
Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang
Pemerintah Tetapkan 26 Hari Libur 2027, Ini Aturan Kerja dan Cuti Bersamanya
Khofifah Percepat BSPS di Jatim, 12.371 Rumah Sudah Masuk Tahap Konstruksi
RSUD H. Moh. Ruslan Mataram Siapkan One Stop Service Pemeriksaan Calon Jemaah Haji 2027

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 18:45

Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember

Rabu, 16 September 2026 - 17:58

95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh

Rabu, 16 September 2026 - 13:08

Sidoarjo Jadi Daerah Percontohan InCircular, Subandi Dorong Pengelolaan Sampah dari Hulu

Rabu, 16 September 2026 - 09:43

Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September

Rabu, 16 September 2026 - 09:38

Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang

Berita Terbaru