Hari Kartini 2026: Lia Istifhama Ungkap Cara Perempuan Jadi Pemimpin dan Penggerak Perubahan

Rabu, 22 April 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, saat dialog Hari Kartini di Pro1 RRI Surabaya, Selasa (21/4/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, saat dialog Hari Kartini di Pro1 RRI Surabaya, Selasa (21/4/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Peringatan Hari Kartini 2026 dimanfaatkan untuk menyoroti peran perempuan yang kini semakin menentukan arah pembangunan nasional. Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, menegaskan perempuan masa kini bukan lagi sekadar pelengkap, tetapi telah menjadi pengambil keputusan di berbagai sektor strategis.

Pernyataan itu disampaikan Lia dalam dialog Aspirasi edisi Hari Kartini di Pro1 RRI Surabaya, Selasa (21/4/2026). Menurutnya, perubahan posisi perempuan penting bagi publik karena berdampak langsung pada kualitas kebijakan, layanan publik, pendidikan, hingga ekonomi keluarga.

Ia menilai ruang perempuan untuk tampil di jabatan strategis semakin terbuka. Kini banyak perempuan memimpin organisasi, menjadi menteri, kepala dinas, akademisi, pelaku usaha, hingga terlibat langsung dalam proses perumusan kebijakan.

“Kalau kita lihat saat ini, perempuan sudah banyak yang berada di posisi strategis. Mereka memimpin organisasi, menjadi menteri, kepala dinas, hingga terlibat langsung dalam pengambilan kebijakan,” ujar Lia.

Namun, Lia mengingatkan tantangan perempuan saat ini bukan lagi sekadar akses atau kesempatan. Persoalan yang masih harus diperkuat adalah solidaritas antarperempuan agar dampak kemajuan bisa dirasakan lebih luas.

Menurutnya, dukungan antarsesama perempuan sangat penting untuk mempercepat lahirnya pemimpin baru, memperluas kesempatan kerja, dan mendorong lebih banyak inovasi sosial di masyarakat. Tanpa kolaborasi, kemajuan perempuan berisiko berjalan sendiri-sendiri dan tidak merata.

“Yang menjadi tantangan saat ini adalah dukungan antarperempuan yang belum optimal. Padahal, ketika perempuan saling menguatkan, dampaknya akan jauh lebih besar,” jelasnya.

Sebagai solusi, Lia memperkenalkan konsep sederhana bertajuk I’m, I Can, dan I Have. Tiga pendekatan ini disebut sebagai fondasi untuk membangun perempuan yang mandiri, percaya diri, dan mampu memberi manfaat nyata bagi lingkungan.

Konsep I’m menekankan pentingnya kesadaran diri. Perempuan harus mengenali potensi, kemampuan, serta identitasnya agar memiliki pijakan kuat dalam mengambil keputusan dan menentukan masa depan.

“I’m adalah bagaimana perempuan mengenali dirinya sendiri. Dari sana, akan tumbuh keyakinan untuk melangkah dan berkembang,” tuturnya.

Sementara I Can berbicara soal keberanian bertindak. Menurut Lia, perempuan perlu berani mengambil peran di ruang publik, dunia kerja, organisasi, maupun bidang sosial agar bisa menjadi bagian dari solusi atas persoalan masyarakat.

“I can berarti perempuan harus berani bergerak, mengambil peran, dan menciptakan perubahan, baik untuk dirinya maupun lingkungan sekitarnya,” lanjutnya.

Adapun **I Have** menekankan pentingnya jaringan dukungan. Solidaritas, kolaborasi, dan saling menguatkan dinilai menjadi modal besar untuk menciptakan perubahan yang berkelanjutan.

“I have adalah kemampuan untuk saling mendukung. Perempuan tidak bisa berjalan sendiri, tetapi harus bersama-sama saling menguatkan,” tegas Lia.

Ia menambahkan, semangat Kartini harus dimaknai lebih luas di era modern. Perempuan didorong tidak hanya menjadi pelaku, tetapi juga penentu arah kebijakan dan masa depan hidupnya sendiri.

Bagi masyarakat, semakin banyak perempuan memimpin diyakini akan memperkuat lahirnya kebijakan yang lebih inklusif, sensitif terhadap kebutuhan keluarga, pendidikan anak, kesehatan, dan kesejahteraan warga.

“Perempuan punya peran besar. Teruslah menyala, perkuat karya, dan jangan pernah berhenti bermimpi,” pungkasnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Menaker Yassierli: Indonesia Siap Jadi Mitra Dialog Pekerja ASEAN di Tengah Gejolak Global
Kapolri Tekankan Integritas Personel serta Pelayanan Humanis untuk Perkuat Kepercayaan Publik
Kemnaker Verifikasi Mitra MagangHub hingga 30 Oktober, Ini Jadwal Seleksi Peserta
Kemnaker Buka InaSkills 2026, Bidik Talenta untuk Kompetisi Dunia
Kemnaker Umumkan Pemenang Anugerah Informasi Publik 2026
Kemnaker Perpanjang Pendaftaran Mitra MagangHub hingga 29 Oktober
Menaker Paparkan Regulasi Baru untuk Perkuat Pelindungan Pekerja
Senator Cantik Anggota DPD RI Lia Istifhama Ajak Ibu LDII Lindungi Anak di Ruang Digital

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:18

Menaker Yassierli: Indonesia Siap Jadi Mitra Dialog Pekerja ASEAN di Tengah Gejolak Global

Jumat, 30 Oktober 2026 - 14:02

Kapolri Tekankan Integritas Personel serta Pelayanan Humanis untuk Perkuat Kepercayaan Publik

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:39

Kemnaker Verifikasi Mitra MagangHub hingga 30 Oktober, Ini Jadwal Seleksi Peserta

Rabu, 28 Oktober 2026 - 08:23

Kemnaker Buka InaSkills 2026, Bidik Talenta untuk Kompetisi Dunia

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:08

Kemnaker Umumkan Pemenang Anugerah Informasi Publik 2026

Berita Terbaru