Hari Kartini, Ipuk Bongkar Aspirasi Perempuan Banyuwangi untuk Kebijakan 2027

- Redaksi

Rabu, 22 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani saat membuka Rembug Perempuan di Aula Minak Jinggo, Selasa (21/4/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani saat membuka Rembug Perempuan di Aula Minak Jinggo, Selasa (21/4/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

BANYUWANGI, RadarBangsa.co.id – Momentum Hari Kartini dimanfaatkan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi untuk memperkuat kebijakan berbasis kebutuhan perempuan. Melalui forum “Rembug Perempuan” yang digelar di Aula Minak Jinggo, Selasa (21/4/2026), puluhan perwakilan perempuan dari berbagai sektor menyuarakan persoalan nyata yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat.

Forum ini bukan sekadar seremonial tahunan. Pemkab Banyuwangi menjadikannya ruang strategis untuk menyerap aspirasi publik, khususnya perempuan, sebagai bahan penyusunan kebijakan pembangunan daerah tahun mendatang. Isu yang diangkat pun menyentuh layanan dasar, mulai dari kesehatan, literasi digital, hingga penguatan ekonomi keluarga.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menegaskan, keterlibatan perempuan menjadi kunci dalam pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. Menurutnya, kebijakan yang tidak mendengar suara perempuan berpotensi tidak tepat sasaran.

“Kemajuan daerah tidak akan tercapai tanpa keterlibatan aktif perempuan. Kami ingin memastikan kebijakan yang diambil benar-benar menjawab kebutuhan mereka,” ujar Ipuk.

Dampaknya bagi publik cukup luas. Aspirasi yang muncul dalam forum ini mencerminkan persoalan riil di masyarakat, seperti meningkatnya kasus kekerasan digital, kebutuhan layanan kesehatan mental, hingga akses pelatihan ekonomi bagi perempuan kepala keluarga.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Suyanto Waspotondo menjelaskan, forum ini dibagi dalam empat fokus utama, yakni literasi digital, kesehatan jiwa, pemberdayaan perempuan, serta bisnis dan ekonomi kreatif.

“Peserta sebelumnya telah mengumpulkan data dan melakukan diskusi dengan OPD terkait. Hasilnya dirumuskan menjadi rekomendasi kebijakan yang lebih konkret,” jelasnya.

Salah satu aspirasi datang dari perwakilan Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI), Zulfi Zumala. Ia menyoroti pentingnya perlindungan perempuan dan anak di ruang digital yang kini semakin rentan.

“Kami mengusulkan pelatihan literasi digital, layanan pengaduan kekerasan digital, hingga edukasi keamanan digital bagi perempuan,” kata Zulfi.

Selain itu, muncul pula dorongan penguatan program ekonomi seperti pelatihan UMKM, literasi keuangan, hingga pengembangan program “Kanggo Riko” bagi perempuan kepala keluarga.

Rembug Perempuan ini diharapkan menghasilkan kebijakan yang tidak hanya responsif, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Mulai dari peningkatan layanan kesehatan, perlindungan perempuan di ruang digital, hingga penguatan ekonomi keluarga.

“Harapannya, perempuan Banyuwangi bisa semakin mandiri, sehat, dan berdaya sebagai penggerak ekonomi daerah,” pungkas Ipuk.

Lainnya:

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Tak Ada Demo Ricuh, May Day Jember 2026 Berubah Jadi Panggung Harmoni Buruh dan Pengusaha
Negara Turun ke Laut, Ratifikasi ILO 188 Jadi Tameng Baru Buruh Perikanan dari Eksploitasi
Hari Kebebasan Pers Sedunia, SMSI Tegaskan Hak Dirikan Media Dijamin Konstitusi
Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini
Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948
Saat Dunia Memanas, Khofifah Pilih Panggung Nyepi untuk Serukan Stop Perang Global
May Day Asahan Memanas, Bupati Tegaskan Buruh Penopang Utama Ekonomi Daerah
NTB Resmikan Pusat Informasi Rinjani, Perkuat Status UNESCO Global Geopark

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 23:13 WIB

Tak Ada Demo Ricuh, May Day Jember 2026 Berubah Jadi Panggung Harmoni Buruh dan Pengusaha

Minggu, 3 Mei 2026 - 22:50 WIB

Negara Turun ke Laut, Ratifikasi ILO 188 Jadi Tameng Baru Buruh Perikanan dari Eksploitasi

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:51 WIB

Hari Kebebasan Pers Sedunia, SMSI Tegaskan Hak Dirikan Media Dijamin Konstitusi

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:02 WIB

Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948

Minggu, 3 Mei 2026 - 17:53 WIB

Saat Dunia Memanas, Khofifah Pilih Panggung Nyepi untuk Serukan Stop Perang Global

Berita Terbaru