SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Upaya mendorong regenerasi gerakan koperasi menjadi fokus peringatan Hari Koperasi (Harkop) ke-79 di Kota Surabaya. Dinas Koperasi Kota Surabaya bersama Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Surabaya dan gerakan koperasi menggelar sarasehan yang menitikberatkan pada keterlibatan generasi muda dalam pengembangan koperasi modern.
Kegiatan bertema “Membangun Ekosistem Koperasi Modern melalui Kolaborasi Gerakan Koperasi dan Talenta Muda” itu berlangsung di Gedung Wanita Candra Kencana, Jalan Kalibokor Selatan Nomor 2, Surabaya, Sabtu (18/7/2026). Sekitar 200 peserta dari kalangan pelaku koperasi, pemuda, mahasiswa, dan pelajar mengikuti forum tersebut.
Panitia Publikasi Harkop ke-79 Surabaya, Kapten Hendro, mengatakan peringatan Hari Koperasi tahun ini tidak hanya diisi dengan sarasehan. Rangkaian kegiatan juga akan berlanjut pada peringatan Harkopnas wilayah Jawa Timur yang dipusatkan di Kabupaten Pamekasan.
Menurutnya, perayaan Harkop ke-79 Surabaya juga akan digelar secara terbuka untuk masyarakat di Surabaya Expo Center (SUBEC) pada 25 Juli 2026. Sejumlah kegiatan yang disiapkan antara lain jalan sehat, senam zumba, pemeriksaan kesehatan gratis, donor darah, lomba mewarnai, penyerahan merek kepada 153 KKMP Kota Surabaya dari Kementerian Hukum Kanwil Jawa Timur, pemberian penghargaan kepada 15 koperasi berprestasi, hingga hiburan kesenian.
Kepala Dinas Koperasi Kota Surabaya, Mia Santi Dewi, menilai keberlanjutan koperasi sangat bergantung pada keterlibatan generasi muda. Karena itu, regenerasi menjadi salah satu agenda penting dalam penguatan gerakan koperasi ke depan.
“Ketika berbicara masa depan koperasi, sesungguhnya kita sedang berbicara tentang masa depan generasi muda. Tidak akan ada koperasi yang mampu bertahan dan berkembang apabila tidak ada regenerasi,” ujarnya.
Ia menjelaskan koperasi modern membutuhkan anak-anak muda yang kreatif, inovatif, serta mampu menjawab perubahan zaman. Sarasehan tersebut, kata dia, menjadi ruang pertemuan antara pengalaman gerakan koperasi dengan semangat dan gagasan baru dari generasi muda.
Pandangan serupa disampaikan Ketua Dekopinda Kota Surabaya Heru Suprihhadi. Dalam pemaparannya, ia menegaskan bahwa pembangunan ekosistem koperasi modern tidak cukup dilakukan secara parsial, melainkan harus membentuk sistem yang saling terhubung dan terintegrasi.
“Membangun ekosistem koperasi modern khususnya di Surabaya adalah upaya penyusunan sistem saling terhubung secara utuh, sehingga koperasi tidak lagi berjalan sendiri-sendiri dengan cara tradisional, melainkan menjadi lembaga ekonomi yang tangguh, digital, terintegrasi dan berdaya saing tinggi,” jelasnya.
Melalui forum tersebut, gerakan koperasi di Surabaya diharapkan mampu memperkuat kolaborasi dengan kalangan muda sekaligus mempercepat transformasi koperasi menuju model usaha yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar