BANGKALAN, RadarBangsa.co.id – Ribuan jamaah memadati Masjid Syaikhona Mohammad Kholil, Desa Martajasah, Rabu (1/4/2026), dalam Haul Akbar ke-101 ulama kharismatik tersebut. Kegiatan ini menjadi magnet spiritual yang menghadirkan peziarah dari berbagai daerah, bahkan luar Pulau Jawa.
Bupati Bangkalan Lukman Hakim bersama jajaran Forkopimda turut hadir dalam kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut. Momentum ini tak hanya menjadi tradisi keagamaan, tetapi juga penguat nilai persatuan di tengah masyarakat.
Sejak pagi hari, kawasan masjid hingga kompleks pesarean telah dipenuhi jamaah yang mengikuti doa dan dzikir bersama. Arus kedatangan peziarah berlangsung tertib dengan pengamanan dari aparat setempat.
Sejumlah ulama dan pengasuh pondok pesantren turut hadir, menambah kekhusyukan acara. Kehadiran tokoh nasional seperti Said Agil Husin Al Munawar juga menjadi perhatian dalam rangkaian haul tahun ini.
Tak hanya doa bersama, panitia juga menggelar pameran manuskrip karya Syaikhona Mohammad Kholil. Selain itu, terdapat bedah ilmiah dan ceramah agama yang mengupas pemikiran serta dakwah ulama besar tersebut.
Bupati Lukman Hakim menegaskan, haul ini memiliki makna lebih dari sekadar tradisi tahunan. Menurutnya, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk meneladani nilai perjuangan dan dakwah.
“Haul ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk meneladani akhlak dan semangat dakwah beliau, sekaligus memperkuat ukhuwah Islamiyah,” ujarnya.
Haul Akbar Bangkalan dikenal sebagai salah satu agenda keagamaan terbesar di Madura yang selalu menarik perhatian publik. Selain berdampak pada aspek spiritual, kegiatan ini juga menggerakkan ekonomi lokal melalui sektor UMKM dan jasa.
Di sisi lain, tingginya jumlah jamaah menuntut kesiapan pemerintah daerah dalam pengelolaan keamanan dan fasilitas publik. Hal ini menjadi bagian penting dalam menjaga kenyamanan dan kelancaran acara.
Pemerintah Kabupaten Bangkalan berharap nilai-nilai yang diwariskan Syaikhona Mohammad Kholil dapat terus hidup di tengah masyarakat. Semangat persatuan dan religiusitas diharapkan menjadi fondasi dalam pembangunan daerah.
“Nilai keteladanan beliau harus terus kita jaga dan amalkan dalam kehidupan sehari-hari,” pungkas Lukman.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar