Haul ke-15 Bumi Aswaja di Gresik, Senator asal Jawa Timur anggota DPD RI Lia Istifhama Ajak Perkuat Cinta Rasul

- Redaksi

Kamis, 27 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPD RI Lia Istifhama. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Anggota DPD RI Lia Istifhama. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

GRESIK, RadarBangsa.co.id – Ribuan warga memadati halaman Pondok Pesantren Bumi Aswaja di Desa Wonokerto, Kecamatan Dukun, saat peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dirangkai dengan Haul Ke-15 Keluarga Besar Ponpes Bumi Aswaja, Rabu (26/11/2025) malam. Sejak menjelang acara dimulai, arus jamaah terus berdatangan, menunjukkan kuatnya tradisi bersholawat yang melekat di masyarakat pesisir Gresik.

Mengalirnya lantunan sholawat dan dzikir membuat suasana semakin khusyuk. Para jamaah dari berbagai daerah tampak larut dalam momen spiritual itu. Pengasuh Ponpes Bumi Aswaja, KH. Drs. Irsyadul Ibad M.M, menyambut langsung para tamu undangan dan menyampaikan bahwa peringatan Maulid bukan sekadar seremonial, tetapi wadah memperkuat keteladanan akhlak Nabi. “Semoga kegiatan ini terus menjaga ukhuwah dan menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah,” ujarnya.

Hadir pula Habib Ahmad Musthofa El-Hadar yang memimpin pembacaan sholawat. Suaranya yang khas membuat jamaah semakin larut. Beberapa peserta mengaku datang setiap tahun karena merasa mendapatkan ketenangan batin. “Kalau ikut Maulid di sini, suasananya beda. Ada keteduhan,” kata salah satu jamaah, Syaifudin, warga Dukun.

Dukungan pemerintah juga tampak melalui kehadiran perwakilan Gubernur Jawa Timur, Widodo KH. Hasan. Ia mengajak jamaah menjaga harmoni sosial. “Kekuatan umat ada pada kebersamaan. Tradisi Maulid seperti ini memperkuat nilai itu,” ucapnya.

Sorotan publik tertuju pada kehadiran Anggota DPD RI Komite III, Ning Hj. Dr. Lia Istifhama. Dalam tausiyahnya, ia menegaskan pentingnya generasi muda memahami ajaran moral Nabi Muhammad SAW, terutama di tengah maraknya tantangan sosial. “Meneladani Rasul berarti merawat akhlak, memperkuat karakter, dan menjaga persaudaraan,” tuturnya.

Ning Lia juga mengapresiasi keberadaan Dapur Bersih MBG (Makan Bergizi Gratis) di Ponpes Bumi Aswaja sebagai bagian dari pelayanan sosial pesantren kepada masyarakat. Menurutnya, kemandirian pesantren berperan penting bagi ketahanan sosial umat. “Pesantren kini bukan hanya pusat ilmu, tapi juga pusat pemberdayaan,” tambahnya.

Acara kian hangat ketika Ning Lia melantunkan sholawat serta membawakan pantun bernada jenaka, yang memancing tawa jamaah. Beberapa pantunnya bahkan ditujukan kepada Habib Ahmad, menambah kedekatan suasana antara ulama dan jamaah.

Puncak kegiatan ditutup dengan doa bersama. Warga pulang dengan rasa syukur, membawa harapan agar kegiatan Maulid dan Haul ini terus menjadi penguatan spiritual dan sosial bagi masyarakat Wonokerto serta generasi santri Ponpes Bumi Aswaja.

Lainnya:

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Tak Ada Demo Ricuh, May Day Jember 2026 Berubah Jadi Panggung Harmoni Buruh dan Pengusaha
Negara Turun ke Laut, Ratifikasi ILO 188 Jadi Tameng Baru Buruh Perikanan dari Eksploitasi
Hari Kebebasan Pers Sedunia, SMSI Tegaskan Hak Dirikan Media Dijamin Konstitusi
Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini
Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948
Saat Dunia Memanas, Khofifah Pilih Panggung Nyepi untuk Serukan Stop Perang Global
May Day Asahan Memanas, Bupati Tegaskan Buruh Penopang Utama Ekonomi Daerah
NTB Resmikan Pusat Informasi Rinjani, Perkuat Status UNESCO Global Geopark

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 23:13 WIB

Tak Ada Demo Ricuh, May Day Jember 2026 Berubah Jadi Panggung Harmoni Buruh dan Pengusaha

Minggu, 3 Mei 2026 - 22:50 WIB

Negara Turun ke Laut, Ratifikasi ILO 188 Jadi Tameng Baru Buruh Perikanan dari Eksploitasi

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:51 WIB

Hari Kebebasan Pers Sedunia, SMSI Tegaskan Hak Dirikan Media Dijamin Konstitusi

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:02 WIB

Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948

Minggu, 3 Mei 2026 - 17:53 WIB

Saat Dunia Memanas, Khofifah Pilih Panggung Nyepi untuk Serukan Stop Perang Global

Berita Terbaru