Haul KH Sholeh Nahrawi Dipadati Puluhan Ribu Jamaah, Bupati Probolinggo Haris Ajak Jaga Silaturahmi

Senin, 22 Juni 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris menghadiri Haul Akbar KH Sholeh Nahrawi dan seluruh masyayikh Genggong di Pondok Baitus Sholihin, Kecamatan Krejengan, Sabtu (20/6/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris menghadiri Haul Akbar KH Sholeh Nahrawi dan seluruh masyayikh Genggong di Pondok Baitus Sholihin, Kecamatan Krejengan, Sabtu (20/6/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

PROBOLINGGO, RadarBangsa.co.id – Puluhan ribu jamaah dari berbagai wilayah di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur hingga luar daerah memadati Pondok Baitus Sholihin Pesantren Genggong, Desa Temenggungan, Kecamatan Krejengan, Sabtu (20/6/2026). Mereka menghadiri Haul Akbar Almarhum Al Arif Billah KH Sholeh Nahrawi dan seluruh masyayikh Genggong yang berlangsung khidmat.

Selain menjadi momentum mengenang perjuangan para ulama, kegiatan tersebut juga menjadi ajang mempererat ukhuwah Islamiyah serta memperkuat silaturahmi di tengah masyarakat. Ribuan jamaah mengikuti rangkaian doa dan pengajian dengan penuh kekhusyukan.

Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris hadir dalam kegiatan tersebut didampingi sejumlah unsur pemerintah daerah. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada panitia, keluarga besar pesantren, para donatur, dan seluruh jamaah yang telah berkontribusi menyukseskan penyelenggaraan haul akbar.

“Atas nama keluarga dan Pemerintah Kabupaten Probolinggo, saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia dan semua pihak yang telah memberikan tenaga, pikiran, dukungan finansial hingga doa-doa terbaik sehingga haul akbar ini dapat terselenggara dengan baik. Semoga semua hajat dan harapan yang dipanjatkan mendapat ijabah dari Allah SWT,” kata Haris.

Menurut Haris, sosok ulama tidak pernah benar-benar hilang dari kehidupan umat. Nilai-nilai perjuangan, keteladanan, dan ajaran yang diwariskan akan tetap hidup selama terus diamalkan oleh para murid maupun masyarakat.

“Seorang kiai atau ulama tidak pernah benar-benar meninggalkan kita. Mereka hanya berpindah dari pandangan mata menuju hati umatnya. Ketika seorang ulama wafat, dunia kehilangan sosok penjaga dan bumi kehilangan doa-doa terbaiknya. Tetapi saya yakin para murid dan jamaah yang meneruskan perjuangannya akan mewarisi kesabaran, keikhlasan dan keistiqamahan beliau,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa keberkahan hidup tidak semata-mata ditentukan oleh kecerdasan atau kemampuan seseorang. Menurutnya, keberkahan lahir dari ketulusan hati, akhlak yang baik, serta keikhlasan sebagaimana dicontohkan para ulama.

“Banyak orang pandai dan pintar, tetapi belum tentu menjadi apa-apa. Namun ketika seseorang diberikan keberkahan oleh Allah SWT, tidak ada hal yang tidak bisa dilampaui dalam hidupnya. Karena itu, kita harus mengambil ibrah dari kehidupan para ulama yang penuh kesederhanaan dan keikhlasan,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Haris juga mengajak masyarakat membiasakan sikap husnudzon atau berpikir positif terhadap sesama. Menurutnya, setiap manusia memiliki kelebihan dan kekurangan sehingga menjaga persaudaraan menjadi kunci menciptakan kehidupan yang harmonis.

“Kita diajarkan untuk selalu berpikir positif. Siapapun orangnya pasti memiliki kelebihan dan kekurangan. Tidak ada manusia yang sempurna. Dengan husnudzon, kita akan lebih mudah menjaga persaudaraan dan membangun kehidupan yang harmonis,” terangnya.

Haris berharap semangat kebersamaan yang tumbuh dalam majelis haul dapat menjadi energi positif bagi pembangunan Kabupaten Probolinggo. Ia juga mengajak masyarakat menjaga tradisi silaturahmi yang selama ini diwariskan para masyayikh Genggong sebagai sumber keberkahan bagi kehidupan bermasyarakat.

“Beliau mengajarkan kesederhanaan dan tidak pernah lelah bersilaturahmi kepada siapa pun. Kita yang masih mendapatkan kesempatan untuk meneruskan tradisi itu harus bersyukur. Di situlah keberkahan para ulama akan terus mengalir kepada kita semua,” pungkasnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani
DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi
Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah
Paripurna, Fraksi Golkar DPRD Ngawi Soroti Defisit RAPBD 2027, Usulkan Stadion Baru Berkapasitas 40.000 Penonton
HKG PKK ke-54, Luthfiana Lukman Hakim Perkuat Peran Keluarga di Bangkalan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 23:43

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:36

PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:47

PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:31

DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi

Berita Terbaru