PROBOLINGGO, RadarBangsa.co.id – Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di kawasan Danau Taman Hidup Bremi menjadi momentum memperkuat kolaborasi menjaga kawasan konservasi sekaligus mengembangkan potensi wisata alam di Kabupaten Probolinggo.
Rangkaian kegiatan berlangsung sejak 13 Agustus hingga 17 Agustus 2026 di kawasan Suaka Margasatwa Dataran Tinggi Hyang (Argopuro). Selain upacara kemerdekaan, kegiatan juga diisi renungan, perjalanan bersama menyusuri kawasan, serta perbaikan fasilitas pendukung wisata.
Kegiatan melibatkan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur, PLN Paiton, ORARI, tour operator, ojek atau porter, pelaku konservasi, komunitas pecinta alam, MAHAPENA dan masyarakat sekitar.
Kepala BBKSDA Jawa Timur Nur Patria Kurniawan mengatakan kegiatan tersebut menjadi ruang untuk mempererat kebersamaan antara pengelola kawasan konservasi, masyarakat dan berbagai pihak yang selama ini beraktivitas di kawasan Argopuro.
Menurut dia, masyarakat sekitar mempunyai posisi penting dalam menjaga kelestarian kawasan karena keberadaan konservasi juga memberikan manfaat bagi kehidupan warga.
“Yang menjaga kawasan memang kami, tetapi masyarakat yang berada di sekitar kawasan juga menjadi bagian penting. Mereka mendapatkan manfaat sekaligus akan merasakan dampaknya apabila kawasan tidak dikelola dengan baik,” ujarnya.
Sebelum upacara pada 17 Agustus, para peserta menggelar renungan pada malam hari. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan perjalanan bersama hingga pelaksanaan upacara di Danau Taman Hidup.
Momentum kemerdekaan itu juga dimanfaatkan untuk memperbaiki fasilitas pendukung di kawasan Danau Taman Hidup. Salah satunya renovasi dermaga yang dikerjakan secara gotong royong oleh BBKSDA Jawa Timur bersama masyarakat.
Material kayu untuk perbaikan dermaga berasal dari Asuransi Kita Bisa. Pengerjaan melibatkan masyarakat, tukang dari Desa Kalianan, Kecamatan Krucil, ojek atau porter, serta pelaku wisata dari kawasan Bremi.
Kepala Bidang KSDA Wilayah III Jember Purwantono menekankan pentingnya keterlibatan seluruh pengunjung dalam menjaga kawasan Suaka Margasatwa Dataran Tinggi Hyang.
Ia meminta setiap pengunjung mematuhi standar operasional prosedur (SOP) yang telah ditetapkan selama beraktivitas di kawasan konservasi.
“Kelestarian kawasan tidak hanya menjadi tanggung jawab petugas/pengelola, namun masyarakat dan seluruh pihak yang beraktivitas di kawasan juga memiliki peran penting untuk turut menjaganya agar tetap lestari,” ujarnya.
Kawasan Argopuro, termasuk Danau Taman Hidup, memiliki daya tarik wisata alam yang banyak diminati wisatawan dan pecinta alam. Potensi tersebut menjadi bagian dari kekayaan alam Kabupaten Probolinggo yang perlu dijaga keberlangsungannya.
Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Diskoparekraf) Kabupaten Probolinggo Heri Mulyadi mengatakan pengembangan wisata alam harus berjalan seiring dengan pelestarian lingkungan.
“Potensi wisata alam di kawasan Argopuro merupakan aset yang perlu dijaga bersama. Pengembangan pariwisata harus tetap memperhatikan kelestarian lingkungan sehingga manfaat ekonomi dapat dirasakan masyarakat tanpa mengurangi fungsi konservasi kawasan,” ujarnya.
Kolaborasi pengelola kawasan, pemerintah, masyarakat, komunitas pecinta alam dan pelaku wisata diharapkan dapat memperkuat perlindungan kawasan Argopuro sekaligus mendorong pengembangan pariwisata berbasis alam di Kabupaten Probolinggo.
Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Danau Taman Hidup akhirnya tidak hanya menjadi agenda seremonial. Kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk meneguhkan semangat gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan agar kekayaan alam tetap terjaga bagi generasi mendatang
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar