BANGKALANm RadarBangsa.co.id – Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Bangkalan diisi warga Kelurahan Pengeranan, Kecamatan Bangkalan, dengan pembacaan Burdah secara keliling, Sabtu (15/8/2026) malam.
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan RT 05/RW 09 tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan kemerdekaan. Warga menyusuri lingkungan sambil melantunkan syair-syair Burdah dan memanjatkan doa bersama.
Pembacaan Burdah keliling menjadi ruang bagi masyarakat untuk mempererat silaturahmi sekaligus membangun kebersamaan. Kegiatan itu juga menjadi ikhtiar batin agar warga mendapat perlindungan dan dijauhkan dari berbagai mara bahaya.
Tokoh masyarakat Kelurahan Pengeranan yang juga Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bangkalan, Zainal Alim, mengapresiasi inisiatif warga tersebut.
“Peringatan kemerdekaan tidak hanya kita maknai dengan kegembiraan, tetapi juga dengan doa dan rasa syukur kepada Allah SWT. Pembacaan Burdah keliling ini menjadi ikhtiar bersama agar masyarakat Pengeranan senantiasa diberikan keselamatan, ketenteraman, kesehatan dan keberkahan,” ujar Zainal Alim.
Menurut Zainal, kegiatan bernuansa keagamaan tersebut menunjukkan bahwa semangat memperingati kemerdekaan dapat berjalan bersama nilai religius dan kearifan lokal masyarakat.
“Kita berharap seluruh hajat dan harapan masyarakat dapat dikabulkan oleh Allah SWT. Semoga melalui doa yang kita panjatkan bersama, lingkungan kita dijauhkan dari segala mara bahaya, diberikan keberkahan, serta masyarakat semakin guyub, rukun dan saling peduli,” tambahnya.
Warga juga menjadikan kegiatan tersebut sebagai momentum untuk mengungkapkan rasa syukur atas kemerdekaan sekaligus memanjatkan harapan bagi kehidupan masyarakat ke depan.
Zainal berharap tradisi kebersamaan seperti pembacaan Burdah keliling dapat terus dijaga. Menurutnya, kegiatan bersama dapat menjadi bagian dari kekuatan sosial masyarakat dalam membangun lingkungan yang aman dan harmonis.
Bagi masyarakat Pengeranan, pembacaan Burdah pada malam peringatan HUT ke-81 RI bukan sekadar kegiatan seremonial. Tradisi tersebut menjadi wadah doa, syukur, silaturahmi, dan harapan agar warga senantiasa mendapat keselamatan serta keberkahan.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar