Ikan Lempuk Ranu Grati Jadi Andalan Ekonomi Warga Pasuruan

- Redaksi

Jumat, 9 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nelayan memanen ikan lempuk menggunakan keramba berlampu di Danau Ranu Grati, Pasuruan. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Nelayan memanen ikan lempuk menggunakan keramba berlampu di Danau Ranu Grati, Pasuruan. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

PASURUAN, RadarBangsa.co.id – Ikan lempuk hingga kini tetap menjadi kebanggaan sekaligus sumber penghidupan masyarakat di sekitar Danau Ranu Grati, Kabupaten Pasuruan. Meski berukuran sangat kecil, sekitar 3–4 sentimeter dan berwarna transparan, ikan air tawar ini memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi dan terus diburu warga.

Lempuk tak hanya dijual dalam kondisi segar, tetapi juga diolah menjadi beragam produk bernilai tambah. Kondisi itu membuat ikan endemik Danau Ranu Grati tersebut berperan penting dalam menopang ekonomi keluarga nelayan setempat.

Salah seorang nelayan, Yazir (52), mengatakan bahwa ia secara khusus membuat keramba berukuran besar untuk menangkap ikan lempuk. Keramba itu didesain dengan metode tradisional namun efektif, yakni menggunakan lampu sebagai pemikat.

“Saya pasang lampu dari sore sampai pagi karena ikan lempuk suka cahaya. Biasanya dua hari sekali baru saya angkat hasilnya,” kata Yazir saat ditemui di tepi danau.

Meski demikian, hasil tangkapan lempuk tidak selalu melimpah. Menurut Yazir, jumlah panen sangat bergantung pada kondisi alam dan pergerakan ikan.

“Kadang dapat banyak, tapi sering juga cuma seperempat kilogram,” ujarnya.

Camat Grati, Nanang Muji Laksono, menegaskan bahwa aktivitas penangkapan lempuk menjadi mata pencaharian penting bagi warga sekitar Danau Ranu Grati. Dengan harga jual mencapai sekitar Rp35.000 per kilogram, lempuk dinilai cukup menjanjikan bagi nelayan skala kecil.

“Banyak warga menggantungkan hidup dari lempuk karena nilai jualnya relatif tinggi,” kata Nanang.

Setelah dipasarkan, lempuk diolah menjadi aneka makanan khas, seperti lempuk krispi, pelas lempuk, kerupuk lempuk, hingga sambal lempuk. Nanang pun mengajak masyarakat luar daerah untuk datang langsung ke Desa Ranuklindungan, Kecamatan Grati, guna merasakan olahan khas tersebut sebagai bagian dari potensi lokal Pasuruan.

Penulis : Ahmad

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

RKPD 2027 Lamongan Dibahas, Pemkab Ubah Strategi Pengentasan Kemiskinan
Bupati Bangkalan Resmikan SPPG Trunojoyo di Socah, Dorong Perbaikan Gizi dan Ekonomi Desa
Sari Matoa di Desa Karangsono Pasuruan Kebanjiran Order Jelang Ramadhan, Ribuan Kardus Siap Distribusi
RUU Perlindungan Konsumen Dibahas di Jakarta, Anggota DPD RI asal Jawa Timur Lia Istifhama Dorong Transparansi E-Commerce
Bangkalan Perkuat Jalan Menuju Lumbung Pangan, 12 Traktor Empat Roda Disalurkan ke Petani
Anggota DPD RI Lia Istifhama RDP RUU Perlindungan Konsumen, Lia Istifhama Tekankan Transparansi Penjual Online
Anggota DPD RI asal Jawa Timur Lia Istifhama Dorong Transparansi Penjual Demi Ekosistem Belanja Online Sehat
Kampung Tempe Purwodadi Pasuruan, UMKM Pangan Lokal Bertahan Puluhan Tahun

Berita Terkait

Rabu, 21 Januari 2026 - 14:53 WIB

RKPD 2027 Lamongan Dibahas, Pemkab Ubah Strategi Pengentasan Kemiskinan

Rabu, 21 Januari 2026 - 09:10 WIB

Bupati Bangkalan Resmikan SPPG Trunojoyo di Socah, Dorong Perbaikan Gizi dan Ekonomi Desa

Selasa, 20 Januari 2026 - 20:48 WIB

Sari Matoa di Desa Karangsono Pasuruan Kebanjiran Order Jelang Ramadhan, Ribuan Kardus Siap Distribusi

Selasa, 20 Januari 2026 - 17:59 WIB

RUU Perlindungan Konsumen Dibahas di Jakarta, Anggota DPD RI asal Jawa Timur Lia Istifhama Dorong Transparansi E-Commerce

Selasa, 20 Januari 2026 - 11:27 WIB

Bangkalan Perkuat Jalan Menuju Lumbung Pangan, 12 Traktor Empat Roda Disalurkan ke Petani

Berita Terbaru

Pemanggilan DP oleh Badan Kehormatan DPRD Kabupaten Pacitan terkait dugaan penipuan. Pada Rabu (21/1/2026) (Foto Dok Ho/Yuan RadarBangsa.co.id)

Hukum - Kriminal

Kasus Dugaan Penipuan Oknum DPRD Pacitan Masih Menggantung di BK

Rabu, 21 Jan 2026 - 12:42 WIB