SEMARANG, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Kota Semarang terus menggenjot pelayanan kebersihan sekaligus memperkenalkan sistem pembayaran retribusi yang lebih efisien dan modern. Salah satu langkah strategis dilakukan melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertema “Pengelolaan Sampah dan Sosialisasi Pembayaran Retribusi Kebersihan Secara Non Tunai” yang digelar di aula Kelurahan Muktiharjo Kidul, Kecamatan Pedurungan, Rabu (21/5/2025).
Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber penting dari DPRD Kota Semarang, antara lain Ir. Wachid Nurmiyanto dan Nunung Sriyanto dari Fraksi Gerindra Komisi C, serta Irwan Loekita Wiharto Kurnia dari Fraksi PSI Komisi C. Hadir pula Lurah Muktiharjo Kidul Sofia Ernawati, SE., MM, Ketua LPMK Moh Muslim, Ketua TP PKK Kelurahan Saniatun, serta para ketua PKK RT/RW, tokoh masyarakat, dan warga sekitar.
Ir. Wachid Nurmiyanto menegaskan bahwa kesuksesan pengelolaan sampah tidak cukup hanya mengandalkan petugas kebersihan, melainkan juga membutuhkan peran aktif masyarakat.
“Kesadaran warga menjadi kunci utama dalam mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat,” ujarnya.
Nunung Sriyanto menyoroti pentingnya digitalisasi sistem pembayaran retribusi. Menurutnya, metode non tunai membawa transparansi, kecepatan, dan keamanan yang lebih baik dalam proses pembayaran.
“Kami dorong penggunaan pembayaran digital agar lebih praktis dan dapat dipertanggungjawabkan,” tambahnya.
Sementara itu, Irwan Loekita Wiharto Kurnia menyatakan bahwa langkah ini juga merupakan bentuk akuntabilitas pemerintah dalam mengelola dana kebersihan secara profesional.
“Ini adalah kemajuan pelayanan publik yang patut diapresiasi,” ujarnya.
Lurah Muktiharjo Kidul, Sofia Ernawati, SE., MM, menyampaikan rasa bangganya atas antusiasme warga yang mengikuti FGD ini. “Kami berkomitmen mendampingi masyarakat agar terbiasa menggunakan sistem pembayaran non tunai,” katanya.
Ketua LPMK, Moh Muslim, juga menyambut positif inovasi tersebut. Ia berharap partisipasi warga terus meningkat seiring dengan penerapan sistem baru ini.
Ketua TP PKK Kelurahan, Saniatun, menambahkan edukasi berkelanjutan kepada ibu-ibu PKK sangat penting agar informasi dan pemahaman dapat tersebar ke seluruh keluarga.
Melalui kegiatan ini, pemerintah berharap masyarakat semakin peduli terhadap pengelolaan sampah sekaligus siap beradaptasi dengan sistem pembayaran digital demi menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan bersama.
Penulis : Bandi
Editor : Zainul Arifin


















Komentar