Jatim Genjot Peremajaan Tebu Rakyat, Gubernur Khofifah Optimistis Wujudkan Swasembada Gula 2026

Kamis, 24 Juli 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memimpin rapat koordinasi percepatan program peremajaan tebu rakyat bersama jajaran PT SGN dan Kementerian Pertanian di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Selasa (22/7) malam. (Foto Dok Ho/RadarBangsa)

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memimpin rapat koordinasi percepatan program peremajaan tebu rakyat bersama jajaran PT SGN dan Kementerian Pertanian di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Selasa (22/7) malam. (Foto Dok Ho/RadarBangsa)

SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Komitmen Jawa Timur untuk mendukung ketahanan pangan nasional terus diperkuat. Salah satunya melalui percepatan program peremajaan tebu rakyat yang diyakini menjadi langkah strategis menuju swasembada gula nasional pada 2026.

Langkah ini ditegaskan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat memimpin Rapat Koordinasi bersama jajaran Direksi PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) dan Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian, di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Selasa malam (22/7). Rapat tersebut secara khusus membahas kesiapan pelaksanaan program bongkar ratoon atau pembongkaran tebu tua dan penanaman kembali di lahan milik petani rakyat.

Didampingi Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak dan Sekdaprov Jatim Adhy Karyono, Gubernur Khofifah menyatakan kesiapan penuh Pemprov Jatim untuk menyukseskan program nasional ini. Apalagi, saat ini lebih dari setengah produksi gula nasional—yakni 51,87 persen—bersumber dari Jawa Timur.

“Dengan luasan lahan tebu kami yang mencapai 238 ribu hektare, kami siap menjalankan semua detail rencana yang telah disiapkan pemerintah pusat,” ujar Khofifah. Ia juga menambahkan bahwa hasil koordinasi ini akan segera ditindaklanjuti bersama para kepala daerah se-Jatim untuk mempercepat implementasi di lapangan.

Berdasarkan data dari PT SGN, target peremajaan dan perluasan lahan tebu nasional tahun 2025 seluas 100 ribu hektare, dengan Jawa Timur mengemban tanggung jawab terbesar: sekitar 70 persen atau 69.769 hektare.

Khofifah juga menekankan pentingnya kepastian bagi petani, khususnya dalam hal pembelian hasil panen. Menurutnya, jaminan harga komersial dan kejelasan offtaker perlu dijamin secara hukum agar petani tebu mendapat kepastian usaha.

“Petani butuh kontinuitas dan jaminan. Jangan sampai mereka ragu soal siapa yang akan membeli tebunya dan berapa harganya. Ini perlu ada landasan kuat dari pemerintah pusat,” tegasnya.

Ia pun berharap agar pembagian lahan dan dukungan fasilitas dilakukan secara adil, dengan mempertimbangkan karakteristik wilayah dan kedekatan dengan pabrik gula setempat.

“Daerah yang memiliki areal kebun tebu luas jangan sampai dibagi kecil-kecil. Ini penting agar tampak ada keadilan dalam perlakuan terhadap petani,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT SGN Mahmudi mengapresiasi langkah cepat Pemprov Jatim. Ia menyebut ekosistem yang dibangun Gubernur Khofifah sangat mendukung target swasembada dalam waktu yang singkat.

“Target 100 ribu hektare dalam lima bulan memang tidak ringan, tapi dengan sinergi bersama pemprov dan petani, kami optimistis bisa tercapai,” ucap Mahmudi.

Sebagai informasi, sejumlah pejabat turut hadir dalam rakor ini, di antaranya Plt Dirjen Perkebunan Kementan RI Dr. Abdul Roni Angkat, Staf Khusus Kementan Haris Darmawan, serta jajaran OPD terkait di lingkungan Pemprov Jatim.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani
DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi
Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah
Paripurna, Fraksi Golkar DPRD Ngawi Soroti Defisit RAPBD 2027, Usulkan Stadion Baru Berkapasitas 40.000 Penonton
HKG PKK ke-54, Luthfiana Lukman Hakim Perkuat Peran Keluarga di Bangkalan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 23:43

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:36

PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:47

PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:31

DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi

Berita Terbaru