Jatim Mendominasi Susu Nasional, Anggota DPD RI Komisi III Lia Istifhama Beri Apresiasi

- Redaksi

Kamis, 27 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lia Istifhama  mengapresiasi kontribusi besar peternak Jatim dalam produksi susu nasional. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Lia Istifhama mengapresiasi kontribusi besar peternak Jatim dalam produksi susu nasional. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Jawa Timur kembali meneguhkan diri sebagai pusat produksi susu terbesar di Indonesia. Data terbaru menunjukkan populasi sapi perah di provinsi ini mencapai 292,26 ribu ekor atau sekitar 60 persen dari total nasional. Produksi susu pun menembus 476.712 ton, menyumbang 58 persen dari pasokan nasional.

Capaian tersebut mendapat perhatian Anggota DPD RI Komisi III, Lia Istifhama, saat menghadiri kegiatan Gerakan Serentak Pelayanan Inseminasi Buatan (GSPIB) Jawa Timur 2025 di City Forest Sumbersari, Jember. Menurutnya, dominasi Jatim bukan sekadar angka statistik, tetapi menjadi indikator bahwa ekosistem peternakan daerah ini telah bekerja dengan pola yang semakin modern dan produktif.

“Kontribusi Jawa Timur bukan hanya besar, tetapi menentukan arah ketahanan susu nasional. Ini hasil kerja panjang para peternak yang menjaga kualitas dan terus belajar,” ujar perempuan yang akrab disapa Ning Lia.

Ia menilai keberhasilan tersebut juga dipengaruhi oleh penerapan teknologi peternakan, terutama inseminasi buatan yang menjadi program prioritas. Hingga 24 November 2025, lebih dari 1.099.397 ekor sapi telah mengikuti proses inseminasi dalam program GSPIB. Langkah ini dinilai mampu memperbaiki kualitas genetika sapi perah dan sapi potong secara signifikan.

Menurut Ning Lia, keberhasilan sektor peternakan Jatim memiliki dampak langsung pada ekonomi masyarakat. Peningkatan populasi dan kualitas ternak membuat rantai pasok susu lebih stabil, sekaligus membuka ruang lebih besar bagi peternak untuk meningkatkan pendapatan.

“Jika pola kolaborasi seperti ini terus dijaga, saya yakin swasembada susu bukan lagi wacana. Kita sudah punya fondasinya,” tegasnya.

Ia juga menyerukan agar pemangku kebijakan memperkuat dukungan pada modernisasi peternakan, termasuk penguatan akses pakan berkualitas, fasilitas pendingin susu, dan ekspansi industri pengolahan.

“Kita harus menjaga momentum ini. Peternak perlu terus didampingi agar bisa berkembang dan menjadi bagian dari rantai industri yang berdaya saing,” tambahnya.

Lainnya:

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Kapolres Lamongan Ganjar Anggota Berprestasi, Pesan Keras: Kerja Bukan Cari Pujian
May Day 2026: Saat Buruh Masih Rentan, BPJS Ketenagakerjaan Cairkan Santunan Rp744 Juta di Lamongan
May Day 2026 di Lamongan: BPJS Ketenagakerjaan Fokus pada Perlindungan Pekerja
Hari Buruh 2026 di Jember, BPJS Ketenagakerjaan Ingatkan Pentingnya Jaminan bagi Pekerja Rentan
Dewan Pers: Jurnalisme Berkualitas Jadi Pilar Masa Depan Damai dan Adil
Tak Ada Demo Ricuh, May Day Jember 2026 Berubah Jadi Panggung Harmoni Buruh dan Pengusaha
Negara Turun ke Laut, Ratifikasi ILO 188 Jadi Tameng Baru Buruh Perikanan dari Eksploitasi
Hari Kebebasan Pers Sedunia, SMSI Tegaskan Hak Dirikan Media Dijamin Konstitusi

Berita Terkait

Senin, 4 Mei 2026 - 12:28 WIB

Kapolres Lamongan Ganjar Anggota Berprestasi, Pesan Keras: Kerja Bukan Cari Pujian

Senin, 4 Mei 2026 - 11:30 WIB

May Day 2026 di Lamongan: BPJS Ketenagakerjaan Fokus pada Perlindungan Pekerja

Senin, 4 Mei 2026 - 09:07 WIB

Hari Buruh 2026 di Jember, BPJS Ketenagakerjaan Ingatkan Pentingnya Jaminan bagi Pekerja Rentan

Senin, 4 Mei 2026 - 08:14 WIB

Dewan Pers: Jurnalisme Berkualitas Jadi Pilar Masa Depan Damai dan Adil

Minggu, 3 Mei 2026 - 23:13 WIB

Tak Ada Demo Ricuh, May Day Jember 2026 Berubah Jadi Panggung Harmoni Buruh dan Pengusaha

Berita Terbaru