Jawa Timur Jadi Tuan Rumah FESyar 2025, Khofifah: Bukan Sekadar Festival

Jumat, 12 September 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memberikan sambutan saat membuka Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Regional Jawa 2025 di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya, Jumat (12/9/2025). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memberikan sambutan saat membuka Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Regional Jawa 2025 di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya, Jumat (12/9/2025). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Jawa Timur kembali dipercaya menjadi tuan rumah Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Regional Jawa 2025. Acara yang berlangsung di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya, Jumat (12/9), dibuka langsung oleh Gubernur Khofifah Indar Parawansa.

Dengan mengusung tema “Sinergi Ekonomi dan Keuangan Syariah Memperkuat Stabilitas dan Transformasi Ekonomi Regional”, FESyar tidak hanya dimaknai sebagai ajang seremonial, tetapi juga sebagai gerakan sosial-ekonomi yang hidup di tengah masyarakat.

Dalam sambutannya, Khofifah menegaskan FESyar berperan penting mengubah cara pandang masyarakat dari sekadar transaksi halal menjadi gaya hidup halal (halal lifestyle). Langkah ini, menurutnya, akan melahirkan budaya ekonomi umat yang produktif, mandiri, serta adaptif terhadap perkembangan era digital.
“Mari kita jadikan FESyar Jawa 2025 sebagai momentum memperkuat stabilitas ekonomi sekaligus menyalakan transformasi digital yang berlandaskan nilai-nilai syariah demi terwujudnya masyarakat Jawa Timur dan Indonesia yang semakin sejahtera dan bermartabat,” ujar Khofifah.

Jawa Timur sendiri dinilai telah meneguhkan diri sebagai pusat ekonomi dan keuangan syariah nasional. Provinsi dengan penduduk 42,09 juta jiwa ini mayoritas beragama Islam, memiliki lebih dari 7.300 pesantren, dan 4.400 di antaranya sudah menggunakan rekening syariah. Tak hanya itu, lebih dari 460 ribu produk asal Jatim telah mengantongi sertifikasi halal.

Keberadaan Kawasan Industri Halal (KIH) di Sidoarjo, yang pertama sekaligus terbesar di Indonesia, menjadi penguat posisi Jatim di sektor ini. Meski demikian, Khofifah menekankan pentingnya tidak cepat berpuas diri.

“Masih banyak tantangan yang perlu kita jawab bersama, terutama dalam meningkatkan inklusi dan literasi keuangan syariah,” tegasnya.

Berdasarkan data nasional, tingkat inklusi keuangan syariah baru 13,41% dan literasi syariah 43,42%. Angka tersebut menunjukkan masih terbuka peluang besar untuk memperluas layanan dan pemahaman masyarakat terkait praktik ekonomi syariah.

Sebagai langkah konkret, Bank Indonesia bersama sejumlah pemangku kepentingan meluncurkan program Satu Gerbang (Sinergi Amanah Tumbuh Unggul sebagai Gerakan Ekonomi Syariah Regional Jawa Bangkit). Program ini menitikberatkan pada tiga pilar utama: Halalan (hilirisasi produk halal), Siaga (penguatan keuangan syariah), dan Cemerlang (literasi generasi muda).

“Satu Gerbang selaras dengan visi kami untuk menjadi gerakan kolektif yang menyatukan pemerintah, akademisi, pelaku usaha, pesantren, hingga masyarakat luas. Jawa Timur siap menjadi Gerbang Baru Nusantara dalam pengembangan ekonomi syariah,” jelas Khofifah.

Kepala Departemen Ekonomi Syariah BI Pusat, Imam Hartono, menegaskan Jawa Timur memiliki peran strategis dalam sejarah FESyar. Ia menyebut ajang ini sebagai embrio dari Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) yang kini berskala nasional.
“Kalau FESyar di Sumatera dan Indonesia Timur bisa berpindah tempat, maka FESyar Jawa tidak boleh pindah, harus tetap di Jawa Timur,” ucap Imam.

Senada, Kepala Perwakilan BI Jatim Ibrahim menargetkan nilai business matching FESyar 2025 mencapai Rp25 miliar untuk pembiayaan dan Rp10 miliar untuk perdagangan. Hingga hari pertama, capaian pembiayaan sudah menembus Rp15,38 miliar dan perdagangan Rp7,9 miliar, melebihi hasil tahun sebelumnya.

Usai membuka acara, Khofifah bersama jajaran BI dan Pemprov Jatim meninjau stan UMKM, kerajinan, serta kuliner halal. Ia menegaskan Jawa Timur tidak hanya tampil sebagai penyelenggara, melainkan juga motor penggerak ekonomi syariah di Indonesia.

“FESyar ini bukan sekadar festival, tetapi gerbang besar bagi santri dan masyarakat Jawa Timur untuk memberi warna bagi ekonomi syariah dunia,” pungkas Khofifah.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi
Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter
Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit
Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan
Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember
Hari Jadi Pasuruan ke-1097, RSUD Bangil Gelar Baksos Medis Gratis untuk Puluhan Warga
Tiga Kali Raih Diamond Status, RSUD HMR Mataram Selamatkan 234 Pasien Stroke
95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 20:40

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi

Rabu, 16 September 2026 - 20:16

Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter

Rabu, 16 September 2026 - 20:05

Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit

Rabu, 16 September 2026 - 19:58

Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan

Rabu, 16 September 2026 - 18:45

Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember

Berita Terbaru