SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Jawa Timur kembali dipercaya menjadi tuan rumah Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Regional Jawa 2025. Ajang tahunan ini resmi dibuka Gubernur Khofifah Indar Parawansa di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya, Jumat (12/9).
Mengusung tema “Sinergi Ekonomi dan Keuangan Syariah Memperkuat Stabilitas dan Transformasi Ekonomi Regional”, FESyar diharapkan tidak hanya menjadi agenda seremonial, melainkan gerakan sosial-ekonomi yang melekat di tengah masyarakat.
Dalam sambutannya, Khofifah menegaskan bahwa FESyar mampu mengubah paradigma masyarakat dari sekadar transaksi halal menjadi halal lifestyle. Menurutnya, hal ini akan mendorong lahirnya budaya ekonomi umat yang produktif, mandiri, dan adaptif terhadap era digital.
“Mari kita jadikan FESyar Jawa 2025 sebagai momentum memperkuat stabilitas ekonomi sekaligus menyalakan transformasi digital yang berlandaskan nilai-nilai syariah demi terwujudnya masyarakat Jawa Timur dan Indonesia yang semakin sejahtera dan bermartabat,” ujar Khofifah.
Jawa Timur disebut telah memantapkan diri sebagai Pusat Ekonomi dan Keuangan Syariah Nasional. Dukungan datang dari populasi besar 42,09 juta jiwa dengan mayoritas muslim dan ekosistem keagamaan yang kuat, termasuk lebih dari 7.300 pesantren, 4.400 di antaranya sudah memiliki rekening syariah. Selain itu, terdapat lebih dari 460 ribu sertifikasi halal dari total 1 juta produk asal Jatim.
Pondasi itu diperkuat dengan hadirnya Kawasan Industri Halal (KIH) di Sidoarjo, yang menjadi kawasan pertama sekaligus terbesar di Indonesia. Namun, Khofifah mengingatkan bahwa capaian ini tidak boleh membuat Jawa Timur berpuas diri.
“Masih banyak tantangan yang perlu kita jawab bersama, terutama dalam meningkatkan inklusi dan literasi keuangan syariah,” tegasnya.
Berdasarkan data nasional, inklusi keuangan syariah baru berada di angka 13,41% dan literasi syariah 43,42%. Artinya, ruang pengembangan masih terbuka lebar.
“Mari kita bersama-sama mewujudkan ekonomi syariah yang kuat dan inklusif di Jawa Timur,” tambah Khofifah.
Sebagai upaya memperkuat sektor ekonomi syariah, Bank Indonesia bersama pemangku kepentingan meluncurkan program Satu Gerbang (Sinergi Amanah Tumbuh Unggul sebagai Gerakan Ekonomi Syariah Regional Jawa Bangkit). Program ini berfokus pada tiga pilar: Halalan, Siaga, dan Cemerlang, yang mencakup hilirisasi produk halal, penguatan keuangan syariah, serta literasi generasi muda.
“Satu Gerbang selaras dengan visi kami untuk menjadi gerakan kolektif yang menyatukan pemerintah daerah, akademisi, pelaku usaha, pesantren, hingga masyarakat luas. Jawa Timur siap menjadi Gerbang Baru Nusantara dalam pengembangan ekonomi syariah,” terang Khofifah.
Kepala Departemen Ekonomi Syariah BI Pusat, Imam Hartono, menegaskan posisi strategis Jatim dalam pengembangan ekonomi syariah. Ia menyebut FESyar Jawa sebagai embrio dari ISEF yang kini berskala nasional.
“Kalau FESyar di Sumatera dan Indonesia Timur bisa berpindah-pindah, maka FESyar Jawa tidak boleh pindah, harus tetap di Jawa Timur,” ucap Imam.
Senada, Kepala Perwakilan BI Jatim Ibrahim menyampaikan bahwa target business matching FESyar 2025 sebesar Rp25 miliar untuk pembiayaan dan Rp10 miliar untuk perdagangan. Hingga hari pertama, capaian pembiayaan sudah mencapai Rp15,38 miliar dan perdagangan Rp7,9 miliar, melampaui tahun sebelumnya.
Usai membuka acara, Khofifah bersama jajaran BI dan Pemprov Jatim meninjau stan produk UMKM, kerajinan, serta kuliner halal. Ia menegaskan bahwa peran Jawa Timur bukan sekadar tuan rumah, tetapi juga motor penggerak ekonomi syariah nasional.
“FESyar ini bukan hanya festival, tapi gerbang besar bagi santri dan masyarakat Jawa Timur untuk memberi warna bagi ekonomi syariah dunia,” pungkas Khofifah.
Lainnya:
- Tekan Stunting, Bangkalan Genjot Tanam Padi Biofortifikasi Kaya Zat Besi
- May Day 2026: Saat Buruh Masih Rentan, BPJS Ketenagakerjaan Cairkan Santunan Rp744 Juta di Lamongan
- Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin








