LAMONGAN, RadarBangsa.co.id – Seluruh jemaah haji asal Kabupaten Lamongan yang tergabung dalam kelompok terbang (Kloter) SUB 30 hingga SUB 37 telah kembali ke daerah asal dengan selamat setelah menuntaskan rangkaian ibadah haji di Tanah Suci. Kloter terakhir, SUB 37, tiba di Lamongan pada Rabu (10/6) malam sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Kedatangan ribuan jemaah disambut penuh haru oleh keluarga yang telah menanti sejak beberapa pekan terakhir. Selain itu, penyambutan juga dilakukan jajaran pemerintah daerah dan instansi terkait untuk memastikan proses kepulangan berjalan aman dan lancar.
Hadir dalam penyambutan tersebut Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Lamongan Abdul Ghofur, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Lamongan Teguh Ali Sabudi, serta perwakilan Dinas Kesehatan Lamongan dr. Yani.
Abdul Ghofur menyampaikan rasa syukur atas kelancaran penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 bagi jemaah asal Lamongan. Ia menegaskan bahwa keberhasilan tidak hanya diukur dari pelaksanaan ritual ibadah, tetapi juga aspek operasional hingga proses kepulangan ke tanah air.
“Alhamdulillah sukses haji 2026 asal Lamongan, sukses ritual peribadatannya dan sukses operasional haji 2026. Kami harapkan jamaah haji dapat menjaga kesehatan setelah menjalani perjalanan panjang dari Arab Saudi,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi kesehatan para jemaah menjadi perhatian utama setelah menempuh perjalanan jauh dari Arab Saudi. Karena itu, para jemaah diimbau untuk beristirahat cukup dan segera memeriksakan diri apabila mengalami gangguan kesehatan pascakepulangan.
Data Kantor Kementerian Haji dan Umrah mencatat jumlah jemaah haji asal Lamongan tahun 2026 mencapai 2.758 orang. Seluruh jemaah yang menyelesaikan ibadah haji berhasil kembali ke Lamongan dengan selamat.
Meski demikian, terdapat dua jemaah asal Lamongan yang wafat saat menjalankan ibadah haji di Tanah Suci. Keduanya merupakan jemaah yang tergabung dalam Kloter 30 dan Kloter 33 Surabaya dan meninggal di Makkah serta Madinah.
Pemerintah Kabupaten Lamongan juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas haji yang telah memberikan pelayanan dan pendampingan selama proses ibadah berlangsung. Pemerintah berharap para jemaah dapat menjadi haji mabrur dan membawa dampak positif bagi keluarga maupun lingkungan sekitar.
“Semoga predikat haji yang diperoleh mabrur dan memberikan keberkahan bagi lingkungan sekitarnya,” pungkas Abdul Ghofur.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar