Jembatan di Talunrejo Lamongan Ambles Usai Diguyur Hujan, Kepala PU Bina Marga Bilang Begini

Minggu, 23 November 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas Dinas PU Bina Marga dan BPBD Lamongan meninjau jembatan ambles di Desa Talunrejo, Kecamatan Bluluk. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Petugas Dinas PU Bina Marga dan BPBD Lamongan meninjau jembatan ambles di Desa Talunrejo, Kecamatan Bluluk. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

LAMONGAN, RadarBangsa.co.id – Kerusakan jembatan di Dusun Godog, Desa Talunrejo, Kecamatan Bluluk, menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Lamongan setelah struktur penghubung tersebut ambles akibat hujan deras dan longsor. Jembatan itu merupakan jalur utama yang menghubungkan Desa Talunrejo di Lamongan dengan Desa Kedung di Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro.

Dinas PU Bina Marga bersama BPBD Lamongan langsung turun ke lokasi sesaat setelah laporan kerusakan diterima. Kepala Dinas PU Bina Marga, Andhy Kurniawan, mengatakan pihaknya memprioritaskan penanganan darurat agar mobilitas warga tidak terhenti terlalu lama.

“Kami sudah menyiapkan material jembatan darurat bersama BPBD Lamongan. Usulan penanganan juga telah kami kirim ke BPBD Provinsi dan BNPB agar penanganannya bisa lebih cepat,” ujar Andhy Kurniawan, Minggu (23/11/2025).

Selain meninjau kondisi jembatan, tim gabungan berdialog dengan warga setempat untuk mengidentifikasi kebutuhan mendesak. Menurut Andhy, pemerintah desa meminta agar pembangunan jembatan permanen segera dimasukkan ke dalam rencana anggaran tahun berikutnya.

Di lokasi kejadian, warga mengaku khawatir karena akses terputus membuat aktivitas ekonomi terganggu. Seorang petani setempat, Saman (52), menuturkan bahwa jembatan tersebut dipakai warga untuk mengangkut hasil panen dan menuju fasilitas publik.
“Kalau jalur ini putus, kami harus memutar jauh. Biaya dan waktu jadi lebih besar,” ungkapnya.

Kerusakan jembatan ini menambah daftar titik rawan bencana di wilayah Lamongan bagian selatan. Pemerintah berharap pembangunan jembatan darurat dapat segera dipercepat agar aktivitas masyarakat kembali normal dan suplai barang tidak terhambat.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Dari Warung hingga Bengkel, BAZNAS Kendal Ubah Zakat Jadi Modal Kemandirian
Gus Fawait Rombak Pejabat Pemkab Jember, Target Percepatan RPJMD Jadi Alasan
Harhubnas 2026, Trans Jatim Gratis Sehari di 8 Koridor, Gubernur Khofifah Ajak Warga Beralih ke Transportasi Publik
Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi
Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter
Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit
Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan
Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 11:42

Dari Warung hingga Bengkel, BAZNAS Kendal Ubah Zakat Jadi Modal Kemandirian

Kamis, 17 September 2026 - 09:14

Gus Fawait Rombak Pejabat Pemkab Jember, Target Percepatan RPJMD Jadi Alasan

Kamis, 17 September 2026 - 09:06

Harhubnas 2026, Trans Jatim Gratis Sehari di 8 Koridor, Gubernur Khofifah Ajak Warga Beralih ke Transportasi Publik

Rabu, 16 September 2026 - 20:40

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi

Rabu, 16 September 2026 - 20:16

Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter

Berita Terbaru