Jembatan Runtuh di Bluluk Lamongan, Polsek dan Warga Bahu-Membahu Pulihkan Akses Penting

Senin, 24 November 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas Polsek Bluluk bersama warga membangun jembatan darurat di Dusun Godog, Desa Talunrejo, Lamongan, setelah jembatan utama ambrol. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Petugas Polsek Bluluk bersama warga membangun jembatan darurat di Dusun Godog, Desa Talunrejo, Lamongan, setelah jembatan utama ambrol. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

LAMONGAN, RadarBangsa.co.id – Akses utama warga di Dusun Godog, Desa Talunrejo, Kecamatan Bluluk, kembali lumpuh setelah jembatan penghubung di wilayah tersebut ambrol akibat hujan deras yang memicu longsor beberapa hari lalu. Jembatan itu selama ini menjadi jalur vital yang menghubungkan Bluluk, Kabupaten Lamongan, dengan Desa Kedung di Kecamatan Kedungadem, Bojonegoro. Kerusakan tersebut langsung berdampak pada pergerakan warga maupun distribusi kebutuhan ekonomi.

Untuk mengatasi kondisi darurat tersebut, Polsek Bluluk bersama berbagai elemen masyarakat menggelar kerja bakti pembangunan jembatan darurat pada Minggu pagi (23/11) mulai pukul 06.00 WIB. Kapolsek Bluluk IPTU Sukardi memimpin langsung kegiatan yang melibatkan anggota kepolisian, organisasi masyarakat, perangkat desa, hingga relawan setempat.

Menurut Sukardi, langkah cepat diperlukan agar aktivitas warga tidak berlarut-larut terganggu. “Kami tidak bisa menunggu terlalu lama karena jembatan ini urat nadi masyarakat. Kerja bakti ini menjadi solusi sementara agar mobilitas warga tetap berjalan dan aktivitas ekonomi tidak macet,” ujarnya.

Ia menambahkan, pembangunan jembatan darurat merupakan wujud nyata gotong royong yang masih mengakar kuat di wilayah pedesaan. “Kolaborasi ini menunjukkan bahwa ketika infrastruktur rusak, masyarakat bisa bersatu untuk mencari jalan keluar. Kami mengapresiasi semangat semua pihak,” katanya.

Sejumlah warga berharap pemerintah daerah segera melakukan perbaikan permanen mengingat jembatan tersebut digunakan untuk aktivitas pasar, sekolah, dan jalur pertanian. “Kalau jembatan ini lama dibiarkan, dampaknya besar bagi ekonomi warga,” ungkap Sunaryo, salah satu warga yang ikut kerja bakti.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi
Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter
Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit
Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan
Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember
Hari Jadi Pasuruan ke-1097, RSUD Bangil Gelar Baksos Medis Gratis untuk Puluhan Warga
Tiga Kali Raih Diamond Status, RSUD HMR Mataram Selamatkan 234 Pasien Stroke
95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 20:40

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi

Rabu, 16 September 2026 - 20:16

Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter

Rabu, 16 September 2026 - 20:05

Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit

Rabu, 16 September 2026 - 19:58

Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan

Rabu, 16 September 2026 - 18:45

Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember

Berita Terbaru