JNE Kirim Lebih 500 Ton Bantuan untuk Korban Bencana di Sumatera

- Redaksi

Rabu, 10 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Armada JNE saat diberangkatkan membawa bantuan lebih dari 500 ton untuk korban bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Armada JNE saat diberangkatkan membawa bantuan lebih dari 500 ton untuk korban bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

JAKARTA, RadarBangsa.co.id – Gelombang banjir dan tanah longsor yang menerjang Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada awal Desember 2025 mendorong kebutuhan logistik darurat dalam jumlah besar. Menjawab situasi itu, JNE mengaktifkan layanan pengiriman bantuan gratis pada 1–10 Desember 2025, yang kemudian berkembang menjadi salah satu mobilisasi kemanusiaan terbesar perusahaan tersebut. Berkat partisipasi masyarakat melalui gerakan #TemanJNE, lebih dari 500 ton bantuan berhasil disalurkan ke wilayah terdampak.

Distribusi bantuan dilakukan melalui kolaborasi dengan lembaga kemanusiaan di tiga provinsi, memastikan barang-barang donasi tiba di lokasi yang paling membutuhkan. Momentum ini diperkuat dengan pelaksanaan pelepasan armada logistik di Sales Counter Tomang 9, Jakarta Barat, Rabu, 10 Desember 2025. Hingga tanggal itu, JNE telah mengirim lebih dari 280 ton bantuan tahap awal yang dihimpun sejak layanan gratis ongkir dibuka.

Acara pelepasan dihadiri jajaran Direksi dan Manajemen JNE, bersama mitra kemanusiaan seperti Irvan Nugraha (CEO Rumah Zakat), Muhamad Djazuli Ambari SKM, M.Si (Ketua Umum Dewan Pengurus Nasional Bulan Sabit Merah Indonesia/BSMI), Suwarto S.Pd (GM Regional Office 4 Yatim Mandiri), dan Rizky Setiawan (Kepala KP DKI Jakarta Daarut Tauhid Peduli). Dari titik ini, armada bantuan diberangkatkan menuju Aceh, Sumut, dan Sumbar untuk disalurkan melalui jaringan organisasi seperti Rumah Zakat, BSMI, DT Peduli Aceh, Yatim Mandiri Sumut, Silangit, DT Peduli Sumut di Medan, serta DT Peduli Sumbar di Padang.

Barang yang dikirim mencakup kebutuhan mendesak para penyintas, mulai dari bahan pangan, pakaian, selimut, perlengkapan kesehatan dasar, hingga multivitamin dan obat-obatan. Selain menyalurkan titipan donasi publik, JNE juga mengirimkan bantuan tambahan berupa kebutuhan bayi dan lansia seperti popok dan susu, perlengkapan kebersihan masyarakat, serta tenda, genset, dan pasokan logistik esensial lainnya.

Presiden Direktur JNE, M. Feriadi Soeprapto, menegaskan kembali prinsip perusahaan dalam gerakan ‘Bergerak Bersama’ untuk membantu masyarakat terdampak bencana. “JNE senantiasa memegang teguh nilai berbagi, memberi, dan menyantuni dengan semangat ‘Connecting Happiness’. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak,” ujarnya. Ia juga mengingatkan bahwa program gratis ongkir bagi donasi bukan inisiatif baru, melainkan komitmen yang telah mereka lakukan pada sejumlah bencana besar sebelumnya seperti Gempa Lombok 2018, Erupsi Semeru 2021, dan Gempa Cianjur 2022.

Feriadi menambahkan bahwa dukungan terhadap aksi kemanusiaan merupakan komitmen jangka panjang perusahaan. “Kami memastikan JNE selalu hadir dalam situasi darurat maupun program sosial berkelanjutan yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.” Ia juga mengajak publik untuk terus mendoakan para korban di Aceh, Sumut, dan Sumbar. “Semoga mereka diberi ketabahan dan perlindungan dalam menghadapi masa sulit ini. JNE akan terus berkomitmen memberi manfaat kapan pun dibutuhkan,” katanya.

Lainnya:

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Tak Ada Demo Ricuh, May Day Jember 2026 Berubah Jadi Panggung Harmoni Buruh dan Pengusaha
Negara Turun ke Laut, Ratifikasi ILO 188 Jadi Tameng Baru Buruh Perikanan dari Eksploitasi
Hari Kebebasan Pers Sedunia, SMSI Tegaskan Hak Dirikan Media Dijamin Konstitusi
Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini
Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948
Saat Dunia Memanas, Khofifah Pilih Panggung Nyepi untuk Serukan Stop Perang Global
May Day Asahan Memanas, Bupati Tegaskan Buruh Penopang Utama Ekonomi Daerah
NTB Resmikan Pusat Informasi Rinjani, Perkuat Status UNESCO Global Geopark

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 23:13 WIB

Tak Ada Demo Ricuh, May Day Jember 2026 Berubah Jadi Panggung Harmoni Buruh dan Pengusaha

Minggu, 3 Mei 2026 - 22:50 WIB

Negara Turun ke Laut, Ratifikasi ILO 188 Jadi Tameng Baru Buruh Perikanan dari Eksploitasi

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:51 WIB

Hari Kebebasan Pers Sedunia, SMSI Tegaskan Hak Dirikan Media Dijamin Konstitusi

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:02 WIB

Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948

Minggu, 3 Mei 2026 - 17:53 WIB

Saat Dunia Memanas, Khofifah Pilih Panggung Nyepi untuk Serukan Stop Perang Global

Berita Terbaru