BANGKALAN, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Kabupaten Bangkalan mempercepat pembenahan layanan kesehatan setelah mengevaluasi sejumlah persoalan yang masih membayangi sektor kesehatan daerah. Rendahnya capaian Program Cek Kesehatan Gratis (CKG), munculnya kasus penyakit yang dapat dicegah melalui imunisasi, hingga belum meratanya tenaga dokter menjadi perhatian dalam penguatan tatanan kesehatan yang digelar di Aula Dinas Kesehatan Bangkalan, Rabu (8/7/2026).
Evaluasi tersebut dipimpin Bupati Bangkalan Lukman Hakim bersama jajaran Dinas Kesehatan dan seluruh kepala puskesmas. Forum itu menjadi langkah menyusun strategi percepatan peningkatan pelayanan kesehatan dasar agar lebih merata dan mudah diakses masyarakat.
Kepala Dinas Kesehatan Bangkalan, Nunuk Kristiani, mengungkapkan capaian Program Cek Kesehatan Gratis baru menyentuh sekitar 10 persen atau masih berada di bawah target nasional sebesar 26,8 persen. Di sisi lain, kepesertaan aktif Universal Health Coverage (UHC) telah mencapai 79,4 persen dan mendekati target 80 persen.
Dinas Kesehatan juga mencatat masih terjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit yang dapat dicegah melalui imunisasi, yakni 125 kasus campak, satu kasus Tetanus Neonatorum (TN), serta tiga kasus difteri dan pertusis. Kondisi tersebut dipengaruhi masih rendahnya cakupan imunisasi dasar akibat penolakan dari sebagian masyarakat.
Selain persoalan tersebut, pemerintah daerah masih menghadapi tantangan pemerataan tenaga dokter di sejumlah puskesmas dan penyelesaian dokumen perizinan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) pada fasilitas kesehatan. “Berbagai tantangan tersebut membutuhkan dukungan dan sinergi lintas sektor agar target pembangunan kesehatan daerah dapat tercapai secara optimal,” ujar Nunuk.
Menanggapi laporan itu, Bupati Lukman Hakim meminta seluruh jajaran kesehatan menjadikan peningkatan kualitas pelayanan sebagai prioritas. Ia juga mendorong pemanfaatan sistem CCTV yang terhubung dengan Command Center Dinas Kesehatan untuk memperkuat pengawasan disiplin petugas sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan optimal.
Upaya lain yang disiapkan pemerintah daerah meliputi percepatan Program Cek Kesehatan Gratis, validasi data UHC, pemerataan tenaga dokter melalui rotasi antarpuskesmas, percepatan penyelesaian perizinan IPAL, serta penguatan edukasi imunisasi dengan melibatkan pemerintah desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan institusi pendidikan. Pemkab juga merencanakan program pemberian susu gratis bagi ibu hamil dan balita sebagai bagian dari percepatan penurunan stunting.
“Kesehatan merupakan investasi utama pembangunan daerah. Karena itu saya berharap seluruh jajaran Dinas Kesehatan dan Puskesmas terus meningkatkan profesionalisme, disiplin, serta menghadirkan pelayanan yang cepat, ramah, dan berkualitas. Dengan kerja sama dan komitmen seluruh pihak, saya optimistis pelayanan kesehatan di Kabupaten Bangkalan akan semakin baik dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat,” pungkas Lukman Hakim.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar