Kasus Dugaan Penipuan Rp4 Miliar di Probolinggo Masih Berproses, Polisi Tegaskan Penanganan Profesional

Sabtu, 2 Agustus 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kasatreskrim Polres Probolinggo, AKP Putra Adi Fajar Winarsa (ist)

Kasatreskrim Polres Probolinggo, AKP Putra Adi Fajar Winarsa (ist)

PROBOLINGGO, RadarBangsa.co.id — Kepolisian Resor (Polres) Probolinggo menegaskan bahwa proses penyidikan terkait dugaan penipuan senilai Rp4 miliar masih terus berjalan. Penanganan perkara dilakukan secara bertahap dengan tetap menjunjung asas profesionalitas dan akuntabilitas.

Hal itu disampaikan Kasat Reskrim Polres Probolinggo, AKP Putra Adi Fajar Winarsa, menanggapi pemberitaan yang menyebut adanya aksi protes dari korban penipuan di depan kantor polisi setempat. Dalam pemberitaan itu, disebutkan bahwa total kerugian korban mencapai Rp8,9 miliar.

“Nilai kerugian yang tercantum dalam laporan polisi adalah sebesar Rp4 miliar, bukan Rp8,9 miliar seperti yang diberitakan,” kata AKP Putra Adi, Sabtu (2/8/2025).

Ia menambahkan, penyidik saat ini tengah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi, berkoordinasi dengan pihak ahli, hingga menjalin komunikasi dengan Polda Jawa Timur guna memperkuat landasan hukum dalam penanganan kasus.

Menurutnya, informasi yang tidak sesuai fakta berisiko menciptakan persepsi keliru di tengah masyarakat dan dapat berdampak terhadap kepercayaan publik terhadap proses penegakan hukum.

“Kami memahami keinginan pelapor agar kasus ini segera dituntaskan. Karena itu, penyidikan tetap kami lanjutkan dengan penuh tanggung jawab,” ujarnya.

AKP Putra Adi juga mengingatkan bahwa dalam perkara yang memiliki dimensi perdata dan pidana, penyidik harus bekerja secara cermat dan objektif. Proses hukum, lanjutnya, membutuhkan waktu dan ketelitian.

“Setiap laporan yang masuk kami proses sesuai prosedur dan kewenangan yang melekat pada institusi,” tegasnya.

Polres Probolinggo, kata dia, tetap membuka ruang komunikasi dengan pelapor, media, maupun masyarakat luas. Ia menekankan pentingnya keseimbangan informasi agar opini publik tidak dibangun di atas narasi yang menyimpang dari fakta lapangan.

“Kepolisian tidak menutup diri terhadap kritik. Namun, kami berharap publik juga mendapat informasi yang proporsional dan dapat dipertanggungjawabkan,” pungkas AKP Putra Adi.

Penulis : Nanang

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Sterilisasi Stadion Surajaya, Polres Lamongan Temukan 14 Orang Konsumsi Miras
Beras SPHP Dibeli Rp1.750, Dijual Rp12.200 per Kg, 4 Tersangka Ditangkap
Polisi Ungkap Pencurian Dana BNI Rp42,05 Juta di Ukui
Truk Hilang di Paciran, Terduga Pelaku Diamankan Polisi di Blora
Cekcok Soal Cincin Tunangan Berujung Penusukan di Lamongan
Polres Lamongan Ungkap Peredaran Sabu di Tikung, Dua Tersangka Diamankan
Pengoplosan LPG Subsidi di Pasuruan Terbongkar, 8 Orang Jadi Tersangka
Pengeroyokan Remaja di Lamongan, 5 Terduga Pelaku Diamankan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 22:13

Sterilisasi Stadion Surajaya, Polres Lamongan Temukan 14 Orang Konsumsi Miras

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:03

Beras SPHP Dibeli Rp1.750, Dijual Rp12.200 per Kg, 4 Tersangka Ditangkap

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:44

Polisi Ungkap Pencurian Dana BNI Rp42,05 Juta di Ukui

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:27

Truk Hilang di Paciran, Terduga Pelaku Diamankan Polisi di Blora

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:28

Cekcok Soal Cincin Tunangan Berujung Penusukan di Lamongan

Berita Terbaru