Keberangkatan anggota DPR Papua ke AS Ilegal, Diduga bawa Agenda Khusus mengadu ke Paman Sam

Kamis, 8 April 2021

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota – anggota DPR Papua yang mau ke Amerika [IST]

Anggota – anggota DPR Papua yang mau ke Amerika [IST]

JAYAPURA, RadarBangsa.co.id – Rencana keberangkatan beberapa anggota DPR Papua ke Amerika Serikat diduga membawa agenda khusus untuk mengadu ke negeri Paman Sam namun dalam rencana keberangkatannya itu, mereka beralasan dalam rangka dengar pendapat dan pandangan mahasiswa Papua di Amerika serikat terkait otonomi khusus Papua.

Hal tersebut mendapat kritikan dari anggota kelompok kerja adat Majelis Rakyat Papua Herman Yoku. bahkan Herman Yoku sendiri kurang sependapat dengan apa yang dilakukan oleh beberapa anggota DPR Papua.

“Saya secara khusus kurang sependapat dengan apa yang dilakukan oleh Ibu Sekwan, karena seharusnya surat keluar itu harus di tanda tangani oleh ketua DPR Papua, karena sekwan bertugas mengurus secara administrasi para anggota dewan tetapi tidak mempunyai kewenangan untuk menandatangani surat tersebut , kalau untuk tingkat provinsi suratnya itu resmi di tandatangani oleh ketua DPR Papua, tetapi sebelum surat itu di layangkan keluar negeri hal itu harus di koordinasikan dahulu kepada semua komponen di Papua , termasuk Pemprov Papua dalam hal ini biro SDM, MRP dan seluruh internal DPR Papua,” ungkapnya.

Herman Yoku juga menegaskan bahwa seharusnya segala keputusan di dalam lembaga DPR Papua harus selalu di koordinasikan dengan Ketua DPRP, dan melalui mekanisme rapat paripurna yang harus di setujui oleh semua fraksi dan komisi sehingga bisa menghasilkan sesuatu produk yang bermanfaat bagi mahasiswa Papua. Herman Yoku juga mengatakan bahwa jumlah mahasiswa Papua yang ada di beberapa kota studi di Indonesia sendiri sangat banyak yang belum merasakan dampak yang baik bagi pendidikan mereka.

“Segala keputusan harus melalui rapat paripurna, kalau kita di MRP adalah rapat pleno yang sesuai tata tertib di lembaga masing – masing, jadi tidak asal mengeluarkan keputusan, apa lagi keputusan yang di keluarkan oleh Sekwan, masih banyak ade – ade mahasiswa di manado, makasar, jawa, bali, jawa tengah , dan di papua sendiri yang belum merasakan uluran tangan pemerintah daerah, dan jumlah mereka lebih banyak dari para mahasiswa Papua di Amerika , saya lihat ada beberapa oknum anggota DPRP yang ingin mengambil kesempatan ini agar dapat bepergian keluar negeri, ” kata Herman.

Untuk itu Herman Yoku menegaskan bahwa seharusnya anggota DPRP melihat berbagai permasalahan yang sedang terjadi di Papua , termasuk segala kendala yang sedang di hadapi oleh ade – ade mahasiswa yang ada di Papua maupun di beberapa kota studi di Indonesia.

” Anggota – anggota DPR Papua yang mau ke Amerika lebih baik fokus lihat ade – ade mahasiwa Papua yang ada di Indonesia dulu, cek segala kebutuhan mereka, tanya ke mereka apa kah ? mereka ada kesusahan atau tidak, jangan keluar negeri trus lupa kewajiban di dalam negeri apalagi sekarang adalah masa pandemic covid – 19, dan saya juga dengar bahwa rencana beberapa anggota DPR Papua ini tidak dianggarkan dalam program lembaga DPRP, ” pintanya.

(Agus/Oki)

Berita Terkait

Pemerintah Tetapkan 26 Hari Libur 2027, Ini Aturan Kerja dan Cuti Bersamanya
Menaker Ungkap Cara Adopsi AI Bisa Dongkrak Produktivitas hingga 40 Persen
Khofifah Percepat BSPS di Jatim, 12.371 Rumah Sudah Masuk Tahap Konstruksi
Panen Padi MT II Capai 11,3 Ton per Hektare, Petani Truni Lamongan Siap Percepat MT III
Harga Tembakau Lamongan Tembus Rp52 Ribu per Kilogram, Petani Dapat Kabar Baik
Workshop Nasional MATRIX RSUD H. Moh Ruslan Mataram Uji Kesiapsiagaan Bencana Lewat Simulasi Lapangan
RSUD H. Moh. Ruslan Mataram Siapkan One Stop Service Pemeriksaan Calon Jemaah Haji 2027
Bupati Pasuruan Open 2026 Resmi Dimulai, 27 Kelompok Berebut Total Hadiah Rp100 Juta
Tag :

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 09:32

Pemerintah Tetapkan 26 Hari Libur 2027, Ini Aturan Kerja dan Cuti Bersamanya

Rabu, 16 September 2026 - 09:27

Menaker Ungkap Cara Adopsi AI Bisa Dongkrak Produktivitas hingga 40 Persen

Rabu, 16 September 2026 - 09:03

Khofifah Percepat BSPS di Jatim, 12.371 Rumah Sudah Masuk Tahap Konstruksi

Rabu, 16 September 2026 - 00:02

Panen Padi MT II Capai 11,3 Ton per Hektare, Petani Truni Lamongan Siap Percepat MT III

Selasa, 15 September 2026 - 23:56

Harga Tembakau Lamongan Tembus Rp52 Ribu per Kilogram, Petani Dapat Kabar Baik

Berita Terbaru