Kedungpring Lamongan Berduka, Anak 8 Tahun Tewas Tenggelam di Embung

Senin, 2 Maret 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Proses evakuasi bocah tenggelam di Embung Weslic Kedungpring, Lamongan, Minggu (1/3/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Proses evakuasi bocah tenggelam di Embung Weslic Kedungpring, Lamongan, Minggu (1/3/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

LAMONGAN, RadarBangsa.co.id – Peristiwa tragis menimpa seorang bocah berusia 8 tahun berinisial A, warga Desa Banjarejo, Kecamatan Kedungpring, Kabupaten Lamongan, yang meninggal dunia akibat tenggelam di Embung Weslic, Dusun Banjaranyar, Minggu (1/3/2026). Kejadian ini kembali menjadi perhatian publik terkait keselamatan anak di area perairan terbuka.

Insiden terjadi sekitar pukul 11.30 WIB saat korban bermain bersama dua temannya di embung yang berjarak sekitar 500 meter dari rumahnya. Berdasarkan keterangan saksi, ketiganya awalnya bermain air di sekitar tepi embung.

Kasihumas Polres Lamongan, Ipda M. Hamzaid, menjelaskan korban diduga terpeleset saat berada di pinggir embung yang memiliki kedalaman kurang lebih empat meter.

“Korban turun ke tepi embung dan diduga terpeleset hingga jatuh ke dalam air. Dua rekannya tidak mampu memberikan pertolongan sehingga segera pulang memberi tahu orang tua korban,” ujarnya, Senin (2/3/2026).

Laporan tersebut kemudian diteruskan ke Polsek Kedungpring. Petugas kepolisian bersama warga langsung menuju lokasi untuk melakukan pencarian. Proses evakuasi dilakukan secara manual menggunakan jaring serta pompa air guna mempercepat penyisiran area embung.

Setelah hampir dua jam pencarian, korban akhirnya ditemukan sekitar pukul 13.40 WIB dalam kondisi meninggal dunia. Jenazah selanjutnya dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

Peristiwa ini menambah daftar kecelakaan anak di kawasan perairan terbuka di wilayah pedesaan. Minimnya pagar pengaman serta pengawasan saat anak bermain menjadi faktor risiko utama yang kerap memicu kejadian serupa.

Ipda Hamzaid mengimbau masyarakat, khususnya orang tua, agar meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak di sekitar sungai, embung maupun waduk.

“Kami mengingatkan agar orang tua lebih memperhatikan anak-anak saat bermain, terutama di lokasi yang berpotensi membahayakan,” pungkasnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Tanda Tangani Prasasti, Bupati Kendal Resmikan Sumur Bor Bantuan CSR PT Arlisco Elektrika
BPTD Kelas II Jatim Perkuat Sinergi Antar Stakeholder Menuju Zero ODOL 2027
Biro Adpim Jatim Raih Bronze Winner AHI 2026 di Surakarta
Kapolres Kendal Ucapkan Selamat HUT TNI ke-81, Tekankan Sinergitas
Ahmad Dhafir Soroti Tata Kelola PDAM Bondowoso: ‘Kalau Pondasinya Rapuh, Penyertaan Modal Akan Runtuh’
Seleksi BPD Desa Karang Lamongan Disorot : Musyawarah Diduga Cuma Formalitas, Etika Ikut Dipertanyakan
200+ Perusahaan Beroperasi di Tambaksawah, Pemkab Sidoarjo Dekatkan Layanan Pajak
Kendal Masuk Lima Besar Nasional, Raih Terbaik I PPD 2026

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 14:40

Tanda Tangani Prasasti, Bupati Kendal Resmikan Sumur Bor Bantuan CSR PT Arlisco Elektrika

Jumat, 9 Oktober 2026 - 18:27

BPTD Kelas II Jatim Perkuat Sinergi Antar Stakeholder Menuju Zero ODOL 2027

Jumat, 9 Oktober 2026 - 11:26

Biro Adpim Jatim Raih Bronze Winner AHI 2026 di Surakarta

Senin, 5 Oktober 2026 - 16:15

Kapolres Kendal Ucapkan Selamat HUT TNI ke-81, Tekankan Sinergitas

Senin, 5 Oktober 2026 - 15:09

Ahmad Dhafir Soroti Tata Kelola PDAM Bondowoso: ‘Kalau Pondasinya Rapuh, Penyertaan Modal Akan Runtuh’

Berita Terbaru