Kejari Gunungkidul Ajukan Banding atas Vonis Kasus Korupsi TKD Sampang

Sabtu, 28 Juni 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Lokasi bekas tambang Tanah Kas Desa (TKD) Sampang, Gedangsari, yang dipasangi garis pembatas merah-putih oleh Kejari Gunungkidul, Kamis (4/7/2024). | Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id

Lokasi bekas tambang Tanah Kas Desa (TKD) Sampang, Gedangsari, yang dipasangi garis pembatas merah-putih oleh Kejari Gunungkidul, Kamis (4/7/2024). | Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id

GUNUNGKIDUL, RadarBangsa.co.id – Kejaksaan Negeri (Kejari) Gunungkidul menyatakan menolak putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Yogyakarta terkait perkara korupsi alih fungsi Tanah Kas Desa (TKD) Sampang, Gedangsari, Gunungkidul. Dalam putusan tersebut, Lurah Sampang nonaktif, Suherman, divonis dua tahun penjara dan diwajibkan membayar uang pengganti sebesar Rp15 juta, subsider satu bulan kurungan.

Penolakan tersebut disampaikan oleh Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Gunungkidul, Alfian Listya Kurniawan, kepada RadarBangsa.co.id, Jumat (26/6/2025).

“Atas putusan tersebut, Jaksa Penuntut Umum resmi mengajukan banding,” ujarnya.

Alfian menjelaskan bahwa terdapat sejumlah poin keberatan dari pihak penuntut umum terhadap pertimbangan dan amar putusan majelis hakim. Salah satunya adalah tidak disepakatinya pernyataan hakim yang menyebut terdakwa Suherman tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah dalam dakwaan kedua yang diajukan penuntut umum.

Jaksa juga tidak sependapat dengan pertimbangan hakim yang memisahkan dua peristiwa hukum dalam perkara tersebut yakni peristiwa penambangan dan penggunaan TKD untuk akses jalan—seolah-olah tidak saling berkaitan dalam konteks tindak pidana korupsi.

Alfian merinci bahwa dalam perkara ini, terdapat kegiatan penambangan tanah urug milik warga oleh beberapa perusahaan, antara lain PT Pueser Bumi Sejahtera, PT Slamet Jaya Semesta, dan PT Zeibah Primanusa. Tanah kas desa yang berstatus sebagai tanah palungguh yang secara administratif masih merupakan TKD dijadikan akses masuk ke lokasi penambangan tanpa prosedur yang sah.

Pihaknya menilai keuntungan sebesar Rp1.729.120.000 yang diperoleh PT Pueser Bumi Sejahtera memang berasal dari aktivitas penambangan tanah milik warga. Namun, penggunaan TKD sebagai jalan tambang tetap merupakan bentuk pelanggaran yang tidak bisa dilepaskan dari peran terdakwa.

“Kesalahan terdakwa memang bersifat administratif, tetapi kesalahan itu berdampak pada status hukum tanah desa. Seharusnya perjanjian sewa menyewa antara pihak desa dan PT Zeibah Primanusa dilakukan oleh pemerintah kalurahan yang diwakili oleh lurah, bukan oleh saksi,” tegas Alfian.

Penuntut umum juga menilai tidak tepat jika terdakwa Suherman dan perwakilan PT Pueser Bumi Sejahtera yang diwakili oleh saksi TH tidak dinyatakan melakukan tindak pidana secara bersama-sama. Menurutnya, putusan hakim yang menyebut tidak adanya kerja sama antara keduanya tidak didasarkan pada fakta-fakta persidangan dan barang bukti yang telah diajukan.

“Putusan terhadap terdakwa Suherman tentu akan berpengaruh pada proses hukum terhadap saksi TH, yang merupakan Direktur PT Pueser Bumi Sejahtera. Dalam dakwaan, ia diduga bersama-sama terdakwa melakukan penyalahgunaan TKD Kalurahan Sampang pada tahun 2022 hingga 2023,” pungkas Alfian.

Penulis : Paiman

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Beras SPHP Dibeli Rp1.750, Dijual Rp12.200 per Kg, 4 Tersangka Ditangkap
Polisi Ungkap Pencurian Dana BNI Rp42,05 Juta di Ukui
Truk Hilang di Paciran, Terduga Pelaku Diamankan Polisi di Blora
Cekcok Soal Cincin Tunangan Berujung Penusukan di Lamongan
Polres Lamongan Ungkap Peredaran Sabu di Tikung, Dua Tersangka Diamankan
Pengoplosan LPG Subsidi di Pasuruan Terbongkar, 8 Orang Jadi Tersangka
Pengeroyokan Remaja di Lamongan, 5 Terduga Pelaku Diamankan
Berawal dari Masalah Kaos Kaki Siswa, Kepala MI di Lamongan Diduga Dipukul

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:03

Beras SPHP Dibeli Rp1.750, Dijual Rp12.200 per Kg, 4 Tersangka Ditangkap

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:44

Polisi Ungkap Pencurian Dana BNI Rp42,05 Juta di Ukui

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:27

Truk Hilang di Paciran, Terduga Pelaku Diamankan Polisi di Blora

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:28

Cekcok Soal Cincin Tunangan Berujung Penusukan di Lamongan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 22:39

Polres Lamongan Ungkap Peredaran Sabu di Tikung, Dua Tersangka Diamankan

Berita Terbaru