KENDAL,RadarBangsa.co.id – Harga tembakau di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, mengalami kenaikan cukup signifikan tahun ini. Tembakau kualitas terbaik kini dihargai hingga Rp75 ribu per kilogram, naik sekitar Rp5 ribu atau 7,14 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di kisaran Rp70 ribu per kilogram.
Kenaikan harga tersebut menjadi angin segar bagi petani tembakau. Cuaca kemarau yang lebih kering dinilai menjadi salah satu faktor yang membuat kualitas daun tembakau tahun ini lebih baik.
Salah seorang petani tembakau asal Kecamatan Gemuh, Syamsudin, mengatakan kondisi cuaca tahun ini cukup mendukung tanaman tembakau.
“Kalau tahun lalu banyak hujan, sehingga kualitas tembakau kurang bagus. Tahun ini cuacanya lebih kering, sehingga kualitas daun lebih baik dan harganya juga meningkat,” kata Syamsudin, Minggu (13/9/2026) malam.
Kenaikan harga sebesar Rp5 ribu per kilogram cukup memberikan dampak terhadap pendapatan petani. Terlebih, tembakau dengan kualitas terbaik menjadi komoditas yang paling banyak diburu saat musim panen.
Syamsudin sendiri menanam tembakau di lahan sekitar 2 hektare. Dalam satu musim, lahannya menghasilkan sekitar 45 wadah, dengan setiap wadah berisi sekitar 50-60 kilogram tembakau.
Untuk biaya produksi hingga pengolahan, dia mengeluarkan modal sekitar Rp60 juta. Sedangkan omzet penjualan hasil tembakau diperkirakan mencapai Rp240 juta.
Proses pengolahan tembakau melibatkan sekitar 15 pekerja. Pengolahan bahkan dilakukan hingga malam hari untuk menjaga kualitas hasil panen sebelum dipasarkan.
“Memang ada daerah yang kekurangan air karena kemarau, tetapi bagi tembakau kondisi kering seperti tahun ini justru bagus. Hasilnya lebih baik dan petani bisa mendapatkan keuntungan,” ujarnya.
Dengan harga yang meningkat dari Rp70 ribu menjadi Rp75 ribu per kilogram, petani tembakau Kendal mendapat tambahan nilai jual sekitar 7,14 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Kenaikan harga tersebut menjadi momentum positif bagi petani untuk meningkatkan kualitas dan produksi tembakau di tengah kondisi kemarau.
Penulis : Rob
Editor : Zainul Arifin

















Komentar