Kemnaker Dorong Lansia Tetap Bekerja, Dunia Usaha Diminta Buka Akses

- Redaksi

Kamis, 16 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Plt. Dirjen Binapenta dan PKK Kemnaker, Estiarty Haryani  (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id, Rabu 15 April 2026)

Plt. Dirjen Binapenta dan PKK Kemnaker, Estiarty Haryani (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id, Rabu 15 April 2026)

JAKARTA, RadarBangsa.co.id – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mendorong dunia usaha membuka akses kerja bagi lansia seiring meningkatnya jumlah penduduk usia lanjut di Indonesia. Kebijakan ini dinilai penting untuk menjaga kesejahteraan lansia sekaligus memanfaatkan potensi tenaga kerja yang selama ini belum optimal.

Data Badan Pusat Statistik menunjukkan proporsi lansia pada 2025 mencapai 11,93 persen dan terus meningkat. Kondisi ini menandai Indonesia mulai memasuki era masyarakat menua yang membutuhkan kebijakan ketenagakerjaan lebih inklusif.

Plt. Dirjen Binapenta dan PKK Kemnaker, Estiarty Haryani, menyatakan partisipasi kerja lansia masih rendah dibanding usia produktif. Padahal, banyak lansia masih memiliki kemampuan dan pengalaman yang bisa dimanfaatkan dunia usaha.

“Masih ada potensi besar tenaga kerja lansia yang belum dimanfaatkan secara optimal dan perlu menjadi perhatian bersama,” ujar Esti dalam workshop di Jakarta, Rabu (15/4/2026).
Menurutnya, perlu ada perubahan pendekatan agar lansia tidak hanya dipandang sebagai kelompok rentan, tetapi juga sebagai sumber daya yang tetap produktif. Salah satu langkahnya adalah membuka akses kerja yang fleksibel dan sesuai kondisi fisik lansia.

Kemnaker juga tengah menyusun regulasi khusus terkait penempatan dan pemberdayaan tenaga kerja lansia. Aturan ini diharapkan menjadi dasar hukum untuk memperluas kesempatan kerja sekaligus memberikan perlindungan yang layak.

Kebijakan ini berdampak langsung pada kesejahteraan lansia, terutama dalam menjaga kemandirian ekonomi dan mengurangi ketergantungan. Di sisi lain, dunia usaha juga berpotensi mendapatkan tenaga kerja berpengalaman dengan etos kerja tinggi.
Namun, tanpa intervensi kebijakan, meningkatnya jumlah lansia berisiko menambah beban sosial dan ekonomi. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha menjadi kunci agar peluang kerja bagi lansia dapat terbuka lebih luas.

“Kolaborasi lintas sektor diperlukan agar kebijakan ini benar-benar berjalan dan memberikan dampak nyata di lapangan,” tegas Esti.

Kemnaker berharap regulasi yang sedang disusun mampu menjadi solusi jangka panjang dalam menghadapi peningkatan populasi lansia.

“Dengan akses kerja yang lebih luas, lansia diharapkan tetap produktif dan berkontribusi bagi perekonomian nasional,”tutupnya.

Lainnya:

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Tak Ada Demo Ricuh, May Day Jember 2026 Berubah Jadi Panggung Harmoni Buruh dan Pengusaha
Negara Turun ke Laut, Ratifikasi ILO 188 Jadi Tameng Baru Buruh Perikanan dari Eksploitasi
Hari Kebebasan Pers Sedunia, SMSI Tegaskan Hak Dirikan Media Dijamin Konstitusi
Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini
Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948
Saat Dunia Memanas, Khofifah Pilih Panggung Nyepi untuk Serukan Stop Perang Global
May Day Asahan Memanas, Bupati Tegaskan Buruh Penopang Utama Ekonomi Daerah
NTB Resmikan Pusat Informasi Rinjani, Perkuat Status UNESCO Global Geopark

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 23:13 WIB

Tak Ada Demo Ricuh, May Day Jember 2026 Berubah Jadi Panggung Harmoni Buruh dan Pengusaha

Minggu, 3 Mei 2026 - 22:50 WIB

Negara Turun ke Laut, Ratifikasi ILO 188 Jadi Tameng Baru Buruh Perikanan dari Eksploitasi

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:51 WIB

Hari Kebebasan Pers Sedunia, SMSI Tegaskan Hak Dirikan Media Dijamin Konstitusi

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:02 WIB

Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948

Minggu, 3 Mei 2026 - 17:53 WIB

Saat Dunia Memanas, Khofifah Pilih Panggung Nyepi untuk Serukan Stop Perang Global

Berita Terbaru