Kemnaker Siapkan 60 Ribu Pelatihan Vokasi, Fokus Serap Tenaga Kerja KEK

Jumat, 24 April 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menaker Yassierli dalam forum vokasi KEK di Jakarta, Kamis (23/4/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Menaker Yassierli dalam forum vokasi KEK di Jakarta, Kamis (23/4/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

JAKARTA, RadarBangsa.co.id – Pemerintah mulai membenahi masalah klasik ketenagakerjaan: lulusan pelatihan tidak sesuai kebutuhan industri. Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyiapkan 60 ribu kuota pelatihan vokasi yang akan difokuskan untuk menjawab kebutuhan tenaga kerja di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan Proyek Strategis Nasional (PSN).

Langkah ini menjadi penting di tengah tingginya angka pengangguran terdidik dan kebutuhan industri yang semakin spesifik. Selama ini, ketidaksesuaian (mismatch) antara pelatihan dan kebutuhan lapangan kerja membuat penyerapan tenaga kerja tidak optimal.

Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menegaskan bahwa pemerintah kini mengubah pendekatan pelatihan vokasi agar lebih dekat dengan kebutuhan riil industri. Hal itu dibahas dalam forum High-Level Roundtable Discussion di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kamis (23/4/2026).

“Pelatihan vokasi, termasuk magang, harus benar-benar match dengan kebutuhan KEK dan PSN. Ini yang sedang kita benahi bersama,” ujar Yassierli.

Hasil forum menunjukkan bahwa banyak program pelatihan yang belum relevan, baik dari sisi jenis keahlian maupun lokasi pelatihan yang jauh dari kawasan industri. Kondisi ini membuat lulusan pelatihan kesulitan terserap.

Sebagai solusi, Kemnaker akan melakukan pemetaan kebutuhan tenaga kerja secara spesifik di tiap KEK. Pelatihan akan disesuaikan dengan sektor industri setempat, mulai dari manufaktur, logistik, hingga teknologi.

“Kita sudah petakan kebutuhan masing-masing kawasan. Ke depan, pelatihan akan lebih konkret dan kolaboratif,” katanya.

Dampaknya bagi masyarakat cukup signifikan. Dengan pelatihan yang tepat sasaran, peluang kerja akan lebih terbuka, terutama bagi lulusan muda dan pencari kerja di daerah sekitar kawasan industri.

Selain itu, pemerintah juga mendorong pelatihan tidak hanya dilakukan di Balai Latihan Kerja (BLK), tetapi langsung di lokasi industri. Skema ini dinilai lebih efektif karena peserta bisa belajar sesuai kondisi kerja nyata.

“Pelatihan bisa dilakukan di pabrik atau kawasan industri. Ini membuat kompetensi peserta lebih siap pakai,” jelas Yassierli.

Program magang nasional juga akan diperluas melalui skema MagangHub 2026. Seluruh 25 KEK di Indonesia ditargetkan terlibat, sehingga peserta mendapatkan pengalaman kerja langsung.

Langkah ini sekaligus menjadi strategi meningkatkan produktivitas tenaga kerja nasional. Dengan durasi pelatihan yang relatif singkat, yakni dua hingga tiga bulan, program ini diharapkan cepat menghasilkan tenaga kerja siap pakai.

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian akan berperan sebagai penghubung antar kementerian dan industri agar implementasi berjalan efektif. Kolaborasi lintas sektor ini dinilai kunci keberhasilan program.

Bagi pelaku industri, kebijakan ini memberi kepastian pasokan tenaga kerja sesuai kebutuhan. Sementara bagi masyarakat, peluang kerja menjadi lebih terbuka dan terarah.

“Ini bukan sekadar program, tapi gerakan bersama meningkatkan produktivitas nasional,” pungkas Yassierli.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

SMSI Siap Kawal Prabowo, Ini Sikap Organisasi Pers terhadap Pemerintah
Yassierli Targetkan Pendampingan Produktivitas Menjangkau Ratusan Ribu Perusahaan
Kemnaker-IWIP Perkuat SDM Lokal, 80 Persen Peserta Magang Masuk Kawasan Industri
Lia Istifhama Turun Langsung, Donor Darah HUT DPD RI di Jatim Tembus 100 Orang
Kemnaker Fasilitasi 100 Pekerja Musik, Dorong Kompetensi dan Pelindungan Profesi
AI Ubah Dunia Jurnalistik, Wamenaker Tekankan Kompetensi dan Perlindungan Insan Pers
Menaker Yassierli: Indonesia Siap Jadi Mitra Dialog Pekerja ASEAN di Tengah Gejolak Global
Kapolri Tekankan Integritas Personel serta Pelayanan Humanis untuk Perkuat Kepercayaan Publik

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 18:30

SMSI Siap Kawal Prabowo, Ini Sikap Organisasi Pers terhadap Pemerintah

Selasa, 3 November 2026 - 19:42

Yassierli Targetkan Pendampingan Produktivitas Menjangkau Ratusan Ribu Perusahaan

Selasa, 3 November 2026 - 07:46

Kemnaker-IWIP Perkuat SDM Lokal, 80 Persen Peserta Magang Masuk Kawasan Industri

Selasa, 3 November 2026 - 06:46

Lia Istifhama Turun Langsung, Donor Darah HUT DPD RI di Jatim Tembus 100 Orang

Minggu, 1 November 2026 - 22:00

Kemnaker Fasilitasi 100 Pekerja Musik, Dorong Kompetensi dan Pelindungan Profesi

Berita Terbaru