JAKARTA, RadarBangsa.co.id – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menargetkan pembangunan 60 balai pelatihan kerja di berbagai daerah di Indonesia. Pemerintah juga menyiapkan program pelatihan vokasi bagi 1 juta orang dalam satu tahun dengan pembiayaan penuh, termasuk sertifikasi kompetensi.
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menyampaikan rencana tersebut dalam Rapat Kerja Nasional Forum Pendidikan Tinggi Vokasi Indonesia (FTPVI) Tahun 2026 di Jakarta, Selasa (13/10/2026).
“Kita akan siapkan pelatihan bagi 1 juta orang dalam satu tahun yang ditanggung secara penuh oleh pemerintah, lengkap dengan sertifikasinya,” ujar Yassierli.
Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan kompetensi angkatan kerja agar sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan industri. Melalui pelatihan vokasi, peserta diharapkan memiliki keterampilan yang relevan sebagai bekal memasuki pasar kerja.
Untuk mendukung sasaran itu, Kemnaker mengoptimalkan pemanfaatan data pasar kerja melalui Labor Market Intelligence (LMI) serta pembaruan Klasifikasi Baku Jabatan Indonesia (KBJI).
Pemanfaatan data tersebut ditujukan untuk memetakan kebutuhan jabatan dan keterampilan yang diperlukan industri. Dengan demikian, penyelenggaraan pelatihan dapat lebih selaras dengan kebutuhan pekerjaan yang tersedia.
Yassierli menjelaskan, kompetensi menjadi salah satu pertimbangan perusahaan dalam menilai kesesuaian calon tenaga kerja dengan posisi yang dibutuhkan. Karena itu, pendekatan skill-first atau yang mengutamakan keterampilan menjadi salah satu arah yang sedang dikembangkan Kemnaker.
“Yang saat ini dicari oleh perusahaan yang memiliki big data adalah kompetensinya, itu yang disebut dengan skill, dan kita sedang mencoba untuk membangun itu pada angkatan kerja di Indonesia,” lanjut Yassierli.
Penyelarasan pelatihan vokasi dengan kebutuhan pasar kerja juga membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan dunia usaha. Kerja sama tersebut diperlukan agar keterampilan yang dikembangkan melalui pelatihan semakin relevan dengan kebutuhan industri
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar