Khofifah Ajak Siswa Jatim Wujudkan MPLS Ramah Digital

Jumat, 18 Juli 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Hari pertama masuk sekolah bagi sekitar 530.000 siswa baru jenjang SMA, SMK, dan SLB se-Jawa Timur tak sekadar menjadi momen orientasi biasa. Pada Senin (14/7), mereka serentak memulai Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dengan pendekatan yang lebih segar dan penuh makna—menanamkan nilai-nilai karakter melalui konsep RAMAH: Ramah Anak, Edukatif, Inklusif, Partisipatif, dan Adaptif.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak seluruh elemen pendidikan untuk menjadikan MPLS sebagai ruang pembentukan pribadi yang unggul, beretika, dan siap menghadapi tantangan era digital. “MPLS tahun ini bukan hanya perkenalan lingkungan sekolah. Ini langkah awal membentuk karakter siswa yang berempati, berpikir kritis, dan tangguh,” ujar Khofifah dalam keterangannya, Jumat (18/7).

Konsep pertama yang ditekankan adalah “Ramah”, yang bermakna luas—mengajak siswa untuk saling menghargai, menumbuhkan toleransi, serta menciptakan atmosfer sekolah yang menyenangkan. “Bertemanlah sebanyak mungkin, hormati guru kalian, dan rawat lingkungan sekolah seperti rumah sendiri,” pesan Khofifah.
MPLS juga dirancang untuk memberikan pengetahuan dasar yang relevan bagi siswa di lingkungan barunya. Nilai edukatif menekankan pentingnya belajar aktif—bertanya, berdiskusi, dan bereksplorasi. Sedangkan nilai inklusif menggarisbawahi bahwa setiap siswa, tanpa kecuali, memiliki hak yang sama untuk berkembang. “Tak ada diskriminasi di sekolah. Kita semua bagian dari keluarga besar pelajar Jawa Timur,” lanjutnya.

Dalam semangat partisipatif, siswa didorong untuk terlibat aktif dalam setiap kegiatan MPLS—bukan sekadar menjadi penonton. Mereka diajak menyampaikan ide, menjadi bagian dari proses, bahkan mulai sejak hari pertama. Sementara nilai adaptif mendorong siswa untuk siap menghadapi perubahan, termasuk pembelajaran digital dan tantangan dunia yang terus bergerak.

“Bergabunglah dalam ekstrakurikuler, gali potensi diri, dan temukan hal baru. Dunia belajar hari ini sangat dinamis, dan kalian harus bisa mengikuti iramanya,” jelas Khofifah.

Tak hanya soal pengenalan sekolah, hari pertama MPLS juga ditandai dengan penandatanganan komitmen bersama antara murid, kepala sekolah, dan pemerintah provinsi. Isinya tegas: menolak judi online, pinjaman online ilegal, perundungan, hingga narkoba.

“Anak-anak kita sekarang hidup berdampingan dengan gawai. Maka, sekolah harus menjadi benteng utama nilai moral dan etika. Melindungi mereka dari bahaya digital bukan pilihan, tapi kewajiban,” tegas Khofifah.

Dalam kegiatan tersebut, siswa juga menampilkan poster-poster edukatif bertema anti judol, anti pinjol, dan anti bullying. Ini menjadi bentuk ekspresi sekaligus edukasi sejak dini agar mereka bisa lebih waspada dan bijak dalam menggunakan teknologi.

MPLS kali ini juga menjadi bagian dari implementasi program “MPLS Ramah” yang dicanangkan oleh Kemendikdasmen. Salah satu poin utamanya adalah menghapus praktik perpeloncoan dan menggantinya dengan pendekatan yang membangun, setara, dan mendidik.

“Tidak ada lagi kekerasan dalam pengenalan sekolah. Yang ada adalah pendampingan, perhatian, dan pemberdayaan siswa sejak awal. Ini adalah bagian dari inovasi pendidikan di Jawa Timur,” pungkas Khofifah.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Yassierli Targetkan Pendampingan Produktivitas Menjangkau Ratusan Ribu Perusahaan
Khofifah Bantu 224 Murid di Probolinggo agar Tak Putus Sekolah
Satu Pengawas Jember Bisa Dampingi 40 Sekolah, Dispendik Siapkan Pengisian Baru
Kemnaker-IWIP Perkuat SDM Lokal, 80 Persen Peserta Magang Masuk Kawasan Industri
Pendaftaran MagangHub Batch 3 Ditutup Besok, Lulusan Baru Diminta Segera Melamar
Lia Istifhama Turun Langsung, Donor Darah HUT DPD RI di Jatim Tembus 100 Orang
Safari Inklusi Sukapura Dorong Sekolah Lebih Adaptif terhadap Kebutuhan Murid
Kemnaker Fasilitasi 100 Pekerja Musik, Dorong Kompetensi dan Pelindungan Profesi

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 19:42

Yassierli Targetkan Pendampingan Produktivitas Menjangkau Ratusan Ribu Perusahaan

Selasa, 3 November 2026 - 18:58

Satu Pengawas Jember Bisa Dampingi 40 Sekolah, Dispendik Siapkan Pengisian Baru

Selasa, 3 November 2026 - 07:46

Kemnaker-IWIP Perkuat SDM Lokal, 80 Persen Peserta Magang Masuk Kawasan Industri

Selasa, 3 November 2026 - 07:40

Pendaftaran MagangHub Batch 3 Ditutup Besok, Lulusan Baru Diminta Segera Melamar

Selasa, 3 November 2026 - 06:46

Lia Istifhama Turun Langsung, Donor Darah HUT DPD RI di Jatim Tembus 100 Orang

Berita Terbaru