Khofifah Buka ALLPack Surabaya Expo 2026, Dorong Hilirisasi Industri Nasional

Rabu, 1 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan pentingnya hilirisasi industri melalui penguatan teknologi pengolahan dan pengemasan sebagai strategi meningkatkan nilai tambah serta daya saing produk dalam negeri. Komitmen tersebut disampaikan saat membuka ALLPack Surabaya Expo 2026 di Grand City Convex Surabaya, Rabu (1/7/2026).

Pameran internasional yang berlangsung hingga 4 Juli 2026 itu menghadirkan teknologi terbaru di bidang pengolahan, pengemasan, dan automasi untuk sektor pangan, minuman, farmasi, hingga kosmetik. Kegiatan yang diselenggarakan Krista Exhibitions ini juga menjadi ajang bertemunya pelaku industri, investor, UMKM, dan pemerintah guna memperkuat ekosistem industri nasional.

Khofifah mengatakan, kemajuan sektor manufaktur harus diikuti percepatan hilirisasi agar komoditas unggulan Jawa Timur tidak lagi dijual sebagai bahan mentah, melainkan menjadi produk bernilai tambah tinggi yang mampu bersaing di pasar domestik maupun internasional.

“Ketika manufaktur diperkuat, maka akan ada hilirisasi. Seluruh masyarakat membutuhkan percepatan proses tersebut. Sejak tahun 1992 saya selalu menyampaikan konsep petik, olah, kemas, jual,” ujar Khofifah.

Menurutnya, Jawa Timur memiliki potensi besar di sektor pertanian, hortikultura, dan perikanan yang membutuhkan dukungan teknologi pengolahan serta pengemasan agar produk memiliki kualitas sesuai standar pasar ekspor.

“Nelayan kita banyak, petani kita juga banyak. Mereka membutuhkan pengolahan dan pengemasan. Kalau proses petik, olah, kemas, jual ini diperkuat sesuai kebutuhan ekspor, mulai dari standar bahan baku, kualitas produk hingga packaging, maka akan memberikan penguatan yang luar biasa, terutama bagi industri kecil dan menengah (IKM),” katanya.

Khofifah menambahkan, proses pascapanen menjadi tahapan penting dalam meningkatkan kualitas sekaligus memperpanjang daya simpan produk. Tanpa pengolahan dan pengemasan yang baik, komoditas akan lebih cepat rusak sehingga nilai jualnya menurun.

Karena itu, ia mendorong hadirnya investasi yang mampu mendukung pengembangan teknologi pengolahan dan pengemasan sebagai bagian dari strategi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Nilai tambah produk harus terus ditingkatkan. Misi dagang Jawa Timur bukan untuk tumbuh sendiri, tetapi bagaimana kita tumbuh bersama, berkembang bersama, maju bersama, dan sejahtera bersama,” tuturnya.

Mantan Menteri Sosial RI tersebut optimistis ALLPack Surabaya Expo 2026 tidak berhenti sebagai ajang pameran, melainkan menghasilkan tindak lanjut berupa kolaborasi bisnis, transfer teknologi, hingga pendampingan bagi UMKM dan IKM agar mampu naik kelas.

“Insya Allah, plan of action setelah expo ini menjadi bagian penting, bukan hanya untuk Jawa Timur tetapi juga seluruh provinsi di Indonesia. Semoga kegiatan ini memberikan manfaat bagi pelaku usaha besar, menengah, maupun IKM,” ujarnya.

Sementara itu, Chief Executive Officer (CEO) Krista Exhibitions Group, Daud D. Salim, menjelaskan ALLPack merupakan identitas baru dari pameran teknologi pengolahan dan pengemasan yang sebelumnya dikenal sebagai East Pack.

Perubahan nama tersebut, kata Daud, mencerminkan semakin besarnya skala dan cakupan pameran yang ditargetkan menjadi ajang teknologi pengolahan dan pengemasan terbesar serta terlengkap di Indonesia.

“Tahun ini ALLPack diikuti sekitar 120 peserta dari 10 negara, termasuk Indonesia sebagai tuan rumah. Kami juga menghadirkan sekitar 10 IKM dari Jawa Timur dan berbagai daerah di Pulau Jawa sebagai bagian dari upaya memperkuat industri nasional. Kami berterima kasih kepada Ibu Gubernur atas dukungan yang diberikan terhadap penyelenggaraan pameran ini,” katanya.

Melalui penyelenggaraan ALLPack Surabaya Expo 2026, Pemerintah Provinsi Jawa Timur berharap pemanfaatan teknologi pengolahan dan pengemasan semakin luas sehingga mampu mempercepat hilirisasi industri, meningkatkan daya saing produk lokal, memperluas pasar ekspor, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional.

Berita Terkait

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani
DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi
Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah
Paripurna, Fraksi Golkar DPRD Ngawi Soroti Defisit RAPBD 2027, Usulkan Stadion Baru Berkapasitas 40.000 Penonton
HKG PKK ke-54, Luthfiana Lukman Hakim Perkuat Peran Keluarga di Bangkalan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 23:43

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:36

PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:47

PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:31

DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi

Berita Terbaru