SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Ribuan jamaah memadati Masjid Nasional Al Akbar Surabaya saat Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak melaksanakan Salat Idul Adha 1447 Hijriah, Rabu (27/5). Namun bukan hanya suasana ibadah yang menjadi perhatian publik, sapi kurban Presiden RI Prabowo Subianto berbobot 1,1 ton juga mencuri sorotan.
Salat Id dimulai pukul 06.08 WIB dengan imam KH Abdul Hamid Abdullah. Sementara khutbah disampaikan Ketua Umum MUI Jatim Prof KH Abd Halim Soebahar yang mengangkat tema keteladanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS dalam membangun generasi unggul.
Di tengah ribuan jamaah, Khofifah menegaskan Idul Adha bukan sekadar seremoni tahunan. Menurutnya, momentum kurban menjadi pengingat penting tentang keikhlasan dan pengorbanan di tengah berbagai ujian kehidupan masyarakat saat ini.
“Keimanan dan ketakwaan yang diteladankan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS merupakan bentuk kepatuhan total kepada perintah Allah SWT,” ujar Khofifah.
Ia menilai kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail relevan dengan kondisi sosial masyarakat yang kini menghadapi banyak tantangan ekonomi dan kehidupan.
“Nabi Ibrahim AS mengajarkan arti cinta yang tidak melampaui cinta kepada Allah SWT. Nabi Ismail AS mengajarkan kesabaran, keikhlasan, dan ridha menerima takdir,” katanya.
Momen Idul Adha tahun ini juga diwarnai penyerahan hewan kurban Presiden Prabowo Subianto kepada Masjid Nasional Al Akbar Surabaya. Sapi jenis Peranakan Ongole (PO) itu memiliki bobot mencapai 1,1 ton dengan tinggi 155,5 sentimeter.
Sapi kurban tersebut berasal dari peternak Lamongan, Akhmad Ritaudin. Hewan ternak itu disebut menjadi salah satu kebanggaan peternak lokal Jawa Timur karena termasuk plasma nutfah asli Indonesia yang dikenal tahan panas dan kuat terhadap penyakit.
“Sapi peranakan ongole ini merupakan sumber daya genetik hewan asli Indonesia yang sangat adaptif terhadap lingkungan panas dan memiliki daya tahan penyakit yang baik,” jelas Khofifah.
Selain menyerahkan sapi kurban Presiden, Khofifah juga menyerahkan sapi kurban pribadinya berjenis Belgian Blue dengan bobot 1 ton. Sapi asal Mojokerto itu dikenal memiliki karakter otot ganda atau double muscles yang membuat produksi dagingnya lebih padat dan rendah lemak.
“Sapi ini memiliki pertumbuhan cepat dan produksi daging lebih padat serta rendah lemak,” terangnya.
Tak hanya simbolis, distribusi hewan kurban tahun ini juga berdampak besar terhadap masyarakat dan peternak lokal. Masjid Nasional Al Akbar Surabaya tahun ini menyembelih 23 ekor sapi dan 49 kambing yang akan dibagikan kepada warga membutuhkan.
Khofifah menyebut antusiasme masyarakat berkurban tahun ini meningkat dibanding tahun sebelumnya. Kondisi itu dinilai ikut menggerakkan ekonomi peternak daerah yang kini mulai memanfaatkan ekosistem digital untuk penjualan hewan kurban.
“Rata-rata mereka menyampaikan penjualannya jauh lebih signifikan dibanding tahun lalu. Digital ekosistem sangat membantu peternak maupun pembeli,” ungkapnya.
Data Pemprov Jatim mencatat total pemotongan hewan kurban tahun 2025 mencapai 397.336 ekor. Sementara kebutuhan ternak kurban tahun ini diproyeksikan mencapai 427.060 ekor.
Untuk memastikan keamanan hewan kurban, sebanyak 5.000 petugas pemeriksa kesehatan hewan diterjunkan di seluruh Jawa Timur. Pemeriksaan dilakukan mulai lapak penjualan hingga lokasi penyembelihan guna mengantisipasi penyebaran penyakit ternak.
“Alhamdulillah stok hewan kurban di Jawa Timur sangat cukup, aman, dan sehat. Vaksinasi, biosecurity, dan pengobatan ternak sudah dilakukan di seluruh wilayah Jawa Timur,” tegas Khofifah.
Di akhir kegiatan, Khofifah juga mengajak masyarakat mendoakan jamaah haji Indonesia agar diberi keselamatan dan kembali ke Tanah Air dengan predikat haji mabrur.
“Semoga seluruh amal ibadah kita diterima Allah SWT dan membawa manfaat serta keberkahan bagi masyarakat yang membutuhkan,” pungkasnya.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar