Khofifah dan Menkomdigi Luncurkan Talenta Digital Jatim Mendunia

- Redaksi

Jumat, 30 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menandatangani MoU bersama Menkomdigi RI Meutya Hafid saat peluncuran Program Talenta Digital Jatim Mendunia di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (30/1/2026). (Foto Dok Ho/Nul-RadarBangsa.co.id)

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menandatangani MoU bersama Menkomdigi RI Meutya Hafid saat peluncuran Program Talenta Digital Jatim Mendunia di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (30/1/2026). (Foto Dok Ho/Nul-RadarBangsa.co.id)

SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menegaskan langkah strategisnya dalam pengembangan sumber daya manusia digital nasional. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) RI Meutya Hafid secara resmi meluncurkan Program Talenta Digital Jatim Mendunia, Jumat (30/1/2026), di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.

Peluncuran yang berlangsung dalam rangkaian Forum Perangkat Daerah Tahun 2026 ini menandai komitmen Jawa Timur untuk tidak hanya menjadi penerima program pusat, tetapi tampil sebagai co-creator pengembangan talenta digital Indonesia. Peresmian ditandai dengan penekanan tombol sirene oleh Gubernur Khofifah dan Menkomdigi Meutya Hafid, didampingi jajaran pimpinan BPSDM Komdigi, Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak, dan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono.

Dalam sambutannya, Gubernur Khofifah menegaskan bahwa Jawa Timur telah memiliki modal sosial, ekonomi, dan pendidikan yang memadai untuk terlibat aktif sebagai mitra strategis pemerintah pusat dalam agenda transformasi digital nasional.

“InsyaAllah Jawa Timur sudah memungkinkan menjadi co-creator. Bukan hanya menjalankan program pusat, tetapi ikut merancang, menyiapkan, dan mengembangkan talenta digital nasional,” ujar Khofifah.

Menurutnya, penguatan ekosistem talenta digital akan berdampak langsung pada peningkatan kinerja pemerintahan dan kualitas layanan publik. Transformasi digital diyakini mampu mendorong efisiensi birokrasi, mempercepat implementasi Satu Data Indonesia, serta meningkatkan daya saing tenaga kerja daerah.

“Efisiensi bisa dimaksimalkan, layanan publik meningkat, Satu Data Indonesia terakselerasi, dan employability SDM akan bergerak signifikan,” katanya.

Khofifah menyebut Jawa Timur berada pada posisi strategis untuk menjadi anchor province pengembangan talenta digital, khususnya bagi wilayah Indonesia bagian tengah dan timur. Dengan jumlah penduduk terbesar kedua nasional, jaringan perguruan tinggi yang kuat, serta ekosistem industri dan ekonomi kreatif yang terus tumbuh, Jawa Timur dinilai memiliki daya ungkit yang besar.

Peluncuran Program Talenta Digital Jatim Mendunia, lanjut Khofifah, membawa pesan bahwa kata “mendunia” bukan sekadar slogan. Program ini diarahkan untuk membentuk talenta dengan global mindset, berorientasi pada kebutuhan industri internasional tanpa meninggalkan kepentingan lokal.

“Yang kami dorong adalah global employability dan local prosperity. Talenta harus kompetitif secara global, tetapi memberi manfaat nyata bagi daerah,” tegasnya.

Ia menekankan bahwa pengembangan talenta digital harus bersifat terapan. Talenta tidak cukup dibekali kemampuan teknis, tetapi juga harus memahami konteks industri, pelayanan publik, etika digital, serta mampu berkolaborasi lintas sektor dan disiplin.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Pemprov Jatim mendorong model kolaborasi multipihak. Pemerintah pusat berperan menetapkan arah kebijakan dan standar nasional, pemerintah provinsi sebagai orkestrator ekosistem, kabupaten/kota menjadi basis implementasi, perguruan tinggi menghadirkan riset terapan, dan industri menyediakan kebutuhan riil serta proyek nyata.

“Inilah pembeda Jawa Timur: kerja bersama, bukan kerja sendiri-sendiri,” kata Khofifah.

Data menunjukkan kesiapan Jawa Timur dalam agenda digital. Berdasarkan Survei APJII 2025, penetrasi internet Jawa Timur mencapai 82,19 persen, melampaui rata-rata nasional 80,66 persen. Pengguna internet didominasi Generasi Z dan Milenial, disusul Generasi Alpha, yang menjadi tulang punggung ekosistem digital ke depan.

Capaian lainnya tercermin dari Indeks Masyarakat Digital Indonesia (IMDI) Jawa Timur 2025 sebesar 49,17, naik 3,1 poin dibanding tahun sebelumnya. Sementara Indeks SPBE Jawa Timur meningkat dari 4,43 pada 2024 menjadi 4,79 pada 2025 dengan kategori memuaskan. Dalam pengelolaan data, Jawa Timur meraih peringkat pertama nasional Indeks Satu Data Indonesia 2025 dengan skor 90,13.

“Karena Jawa Timur tidak ingin sekadar menjadi bagian dari agenda digital nasional, tetapi mengambil peran aktif di dalamnya,” ujar Khofifah.

Pada kesempatan yang sama, Pemprov Jawa Timur dan BPSDM Kementerian Komunikasi dan Digital RI menandatangani Addendum Perjanjian Kerja Sama Pengembangan SDM Digital. Addendum ini memperkuat rantai pengembangan talenta, mulai dari literasi, peningkatan keterampilan, sertifikasi, penempatan kerja, hingga inkubasi berkelanjutan.

“Talenta digital tidak boleh berhenti di ruang pelatihan. Mereka harus masuk ke ekosistem kerja nyata, terhubung dengan industri, layanan publik, dan ekonomi daerah,” tutur Khofifah.

Sementara itu, Menkomdigi RI Meutya Hafid mengapresiasi langkah Jawa Timur yang dinilainya progresif dan terukur. Ia menyebut Jawa Timur sebagai provinsi pertama yang menjalin kesepahaman strategis dengan pemerintah pusat dalam Program Talenta Digital.

“Targetnya sangat optimistis dan terukur. Kita akan bergerak cepat dengan melibatkan kampus, akademisi, hingga perusahaan kelas dunia untuk melatih talenta digital di Jawa Timur,” ujar Meutya.

Menurut Meutya, posisi Jawa Timur sebagai salah satu provinsi terdepan dalam adopsi teknologi membuka peluang untuk pengembangan talenta pada sektor-sektor prioritas nasional, termasuk teknologi kesehatan.

“Nanti bisa kita dorong ke bidang tertentu yang strategis seperti teknologi kesehatan, disesuaikan dengan kebutuhan dan potensi daerah,” pungkasnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Stok Aman Jelang HBKN, DPD RI Lia Istihama Pastikan Cadangan Beras Nasional Terkuat Sepanjang Sejarah
Diskominfo Bangkalan Jadi Rujukan, DPRD Tulungagung Dalami Pengawasan Ruang Digital
SPPG Desa Arok Resmi Beroperasi, Pemkab Bangkalan Dorong Gizi dan Ekonomi Desa
Forum Talenta Digital Jatim Mendunia, Kominfo Bangkalan Siap Dorong Transformasi Digital Daerah
Tujuh Jabatan Strategis di Pemprov Jatim Diserahterimakan, Khofifah Tekankan Kehati-hatian dan Profesionalisme
Khofifah Lantik 7 Pejabat Jatim, DPD RI Lia Istifhama Soroti Meritokrasi dan Profesionalisme ASN
Alun-Alun Sidoarjo Resmi Dibuka Kembali dengan Fasilitas Publik Lengkap
Pelaksanaan Cor Beton Jalan di Desa Sukamelang Indramayu Disorot, Camat Kroya Bungkam Soal Hasil Monev

Berita Terkait

Sabtu, 31 Januari 2026 - 14:26 WIB

Stok Aman Jelang HBKN, DPD RI Lia Istihama Pastikan Cadangan Beras Nasional Terkuat Sepanjang Sejarah

Sabtu, 31 Januari 2026 - 09:39 WIB

Diskominfo Bangkalan Jadi Rujukan, DPRD Tulungagung Dalami Pengawasan Ruang Digital

Sabtu, 31 Januari 2026 - 09:25 WIB

Forum Talenta Digital Jatim Mendunia, Kominfo Bangkalan Siap Dorong Transformasi Digital Daerah

Sabtu, 31 Januari 2026 - 07:15 WIB

Tujuh Jabatan Strategis di Pemprov Jatim Diserahterimakan, Khofifah Tekankan Kehati-hatian dan Profesionalisme

Sabtu, 31 Januari 2026 - 07:00 WIB

Khofifah Lantik 7 Pejabat Jatim, DPD RI Lia Istifhama Soroti Meritokrasi dan Profesionalisme ASN

Berita Terbaru