SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Negeri Sembilan, Malaysia, menegaskan komitmen memperkuat kerja sama lintas sektor yang berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, konektivitas wilayah, dan penguatan hubungan serumpun. Komitmen tersebut mengemuka dalam pertemuan antara Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Menteri Besar Negeri Sembilan YAB Dato’ Seri Utama H. Aminuddin Bin Harun di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Kamis (18/12) malam.
Pertemuan resmi yang berlangsung dalam suasana hangat itu tidak hanya menjadi ajang diplomasi antardaerah, tetapi juga forum strategis untuk membahas peluang konkret kerja sama perdagangan, investasi, industri halal, pariwisata, pendidikan, hingga konektivitas transportasi udara. Kedua belah pihak sepakat bahwa hubungan Jawa Timur dan Negeri Sembilan memiliki fondasi historis dan kultural yang kuat, sehingga membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dan berkelanjutan.
Delegasi Negeri Sembilan dipimpin langsung oleh Menteri Besar YAB Dato’ Seri Utama H. Aminuddin Bin Harun, didampingi Datin Seri Wan Hasni Binti Wan Yusof, Setiausaha Kerajaan Negeri Sembilan Yang Berhormat Dato’ Mohd Zafir Bin Ibrahim, Penasihat Undang-undang Negeri Yang Berhormat Dato’ Muzalmah Binti Mustapha Kamal, Pegawai Kewenangan Negeri Yang Berhormat Dato’ Masri Bin H. Razali, para ahli yang berhormat, Timbalan Pengerusi Perbadanan Negeri Sembilan Yang Berbahagia Tan Sri Dato’ Sri H. Syed Zairil Abidin Bin Syed Mohamed Tahir, Timbalan Speaker Yang Berhormat Datuk H. Mohd Asna Bin Amin, serta para ketua jabatan Negeri Sembilan.
Sementara itu, Gubernur Khofifah didampingi Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Kepala Dinas Koperasi dan UKM, Kepala Dinas Perhubungan, Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat, serta Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Setda Provinsi Jawa Timur.
Dalam sambutannya, Gubernur Khofifah menegaskan bahwa hubungan Jawa Timur dan Negeri Sembilan bukan sekadar relasi bilateral formal, melainkan ikatan persaudaraan yang berakar pada sejarah dan budaya serumpun. Menurutnya, kedekatan tersebut menjadi modal sosial yang kuat untuk mendorong kerja sama yang lebih produktif dan saling menguntungkan.
“Selamat datang di Jawa Timur yang kami sebut Bumi Majapahit. Dulu, Majapahit melakukan ekspansi kekuasaan hingga wilayah Asia Tenggara. Episentrum Majapahit berada di Jawa Timur, tepatnya di Kabupaten Mojokerto, sekitar satu jam dari tempat kita berada sekarang,” ujar Khofifah.
Ia menjelaskan, dari wilayah itulah Mahapatih Gajah Mada mendeklarasikan Sumpah Palapa yang menjadi tonggak penyatuan Nusantara. Nilai persatuan tersebut, lanjut Khofifah, melahirkan filosofi Bhinneka Tunggal Ika yang hingga kini menjadi fondasi kebangsaan Indonesia.
Menurut Khofifah, semangat persatuan dan kebersamaan itu relevan untuk diterjemahkan dalam hubungan antardaerah lintas negara, termasuk antara Jawa Timur dan Negeri Sembilan. Kunjungan delegasi Negeri Sembilan, kata dia, diharapkan menjadi momentum untuk memperluas spektrum kerja sama yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
“Kami berharap kunjungan ini semakin mempererat persaudaraan sekaligus membangun hubungan dagang, ekonomi, pendidikan, budaya, dan pariwisata yang lebih kuat dan saling menguntungkan,” ucapnya.
Ia menambahkan, kesamaan akar budaya dan sejarah menjadi kekuatan tersendiri bagi kedua wilayah untuk tumbuh bersama dalam lanskap ekonomi regional yang semakin kompetitif.
“Kita ini serumpun. Kekuatan inilah yang menjadi penguat bagaimana kita bisa tumbuh bersama, berkembang bersama, maju bersama, dan sejahtera bersama,” kata Khofifah.
Dari sisi ekonomi, Jawa Timur dan Malaysia telah memiliki hubungan dagang yang signifikan. Sepanjang tahun 2024, nilai ekspor Jawa Timur ke Malaysia tercatat mencapai sekitar USD 1,53 miliar. Sementara itu, impor Jawa Timur dari Malaysia berada di kisaran USD 506 juta. Kondisi tersebut menghasilkan surplus perdagangan lebih dari USD 1 miliar bagi Jawa Timur.
Khofifah menilai capaian tersebut menunjukkan potensi besar yang masih dapat ditingkatkan melalui penguatan kerja sama antardaerah. Apalagi, Jawa Timur merupakan salah satu motor penggerak ekonomi nasional dengan basis industri manufaktur, pertanian, perikanan, dan UMKM yang kuat.
“Kami juga telah melakukan penandatanganan Letter of Intent dengan mitra dari Malaysia pada Desember 2025. Baik yang dilakukan minggu lalu di Batam maupun dua minggu sebelumnya di Surabaya, total nilainya lebih dari Rp6 triliun,” ungkap Khofifah.
Ia berharap, kehadiran delegasi Negeri Sembilan dapat memberikan penguatan lanjutan terhadap sektor-sektor potensial yang telah dijajaki, sekaligus membuka peluang kerja sama baru yang lebih konkret dan terukur.
Salah satu isu strategis yang menjadi perhatian dalam pertemuan tersebut adalah konektivitas udara. Gubernur Khofifah menyebut pembukaan penerbangan langsung antara Kuala Lumpur dan Malang sebagai langkah penting untuk mempercepat arus barang, jasa, dan wisatawan.
“Jika ada penerbangan langsung Kuala Lumpur–Malang, ini akan sangat mendukung pertumbuhan ekonomi antara Jawa Timur dan Negeri Sembilan. Potensi wisata Malang Raya sangat besar, begitu pula sektor agrohortikultura yang menjadi andalan wilayah tersebut,” ujarnya.
Selain Malang, Jawa Timur juga memiliki Bandara Internasional Dhoho di Kediri yang dinilai strategis untuk mendukung konektivitas regional. Bandara ini berada di kawasan yang kaya akan komoditas perikanan, kopi, dan kakao, khususnya di sekitar Gunung Wilis.
“Dengan adanya penerbangan penghubung atau langsung antara Kuala Lumpur dan Bandara Dhoho, sentra-sentra kawasan industri yang sedang dikembangkan di Negeri Sembilan dapat memperoleh bahan baku dari Jawa Timur dengan lebih efisien,” kata Khofifah.
Ia menambahkan, konektivitas udara yang semakin baik tidak hanya akan memperkuat rantai pasok industri, tetapi juga mendorong pertumbuhan sektor pariwisata. Jawa Timur, menurut Khofifah, memiliki keunggulan alam yang unik dan bernilai jual tinggi di tingkat global.
“Allah hanya menciptakan dua blue fire di dunia. Pertama di Islandia, dan yang kedua ada di Ijen, Jawa Timur. Begitu juga dengan kualitas oksigen terbaik dunia, salah satunya berada di Sumenep,” jelasnya.
Keunggulan tersebut, lanjut Khofifah, menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan mancanegara, termasuk dari Malaysia. Dengan dukungan akses transportasi yang memadai, potensi tersebut diyakini mampu memberikan multiplier effect bagi perekonomian daerah.
Sementara itu, Menteri Besar Negeri Sembilan YAB Dato’ Seri Utama H. Aminuddin Bin Harun menyampaikan apresiasi atas sambutan yang diberikan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Ia mengaku merasa dekat secara emosional dengan Jawa Timur, mengingat adanya ikatan sejarah dan budaya yang kuat antara masyarakat Negeri Sembilan dan Jawa.
“Di Negeri Sembilan terdapat komuniti dari kalangan orang Jawa. Bahkan ada sebuah kampung yang dinamakan Kampung Pacitan, dan itu adalah kampung saya. Saya sendiri berasal dari Kampung Pacitan di Negeri Sembilan, yang masyarakatnya merupakan keturunan Jawa dan masih mengamalkan tradisi Jawa dalam kehidupan seharian,” ungkap Aminuddin.
Ia menilai, kedekatan budaya tersebut menjadi modal penting dalam membangun kerja sama yang lebih erat dan berkelanjutan. Dalam konteks pembangunan wilayah, Negeri Sembilan dan Jawa Timur juga memiliki kesamaan orientasi, yakni penguatan industri, peningkatan produktivitas, dan pengembangan sumber daya manusia yang kompeten.
“Ini merupakan sebahagian daripada agenda pembangunan ekonomi Negeri Sembilan. Kami berada bersebelahan dengan pintu masuk utama negara, sehingga menjadikan Negeri Sembilan sebagai destinasi pilihan bagi pihak yang memerlukan akses infrastruktur dan logistik terbaik, dengan kos operasi yang lebih kompetitif serta kualiti hidup yang lebih tenang,” ujarnya.
Aminuddin juga menyoroti potensi Negeri Sembilan di sektor industri halal, pendidikan, logistik, dan pariwisata. Ia menilai, kesamaan nilai, budaya, serta arah pembangunan ekonomi antara Negeri Sembilan dan Jawa Timur membuka ruang kerja sama yang sangat luas.
“Selain kekayaan budaya, Negeri Sembilan mempunyai kekuatan dalam sektor halal, pendidikan, logistik, dan pelancongan. Melihat persamaan budaya, nilai, dan laju pembangunan ekonomi kita, saya percaya ruang kerjasama antara Negeri Sembilan dan Jawa Timur amat besar,” tuturnya.
Dalam kunjungannya, delegasi Negeri Sembilan juga melakukan peninjauan ke sejumlah pelaku UMKM di Jawa Timur. Hasil peninjauan tersebut dinilai membuka peluang kolaborasi konkret, terutama dalam pengembangan produk berbasis agro, industri kreatif, dan pengolahan makanan.
“Di Jawa Timur, kami melihat potensi besar yang melibatkan sektor agro, kreativiti, dan industri kecil serta sederhana. Pemprosesan makanan ini berpotensi untuk dikembangkan sebagai produk ekspor halal ke Malaysia dan pasar internasional,” kata Aminuddin.
Ia menambahkan, kolaborasi tersebut dapat dirancang sebagai rantai nilai bersama, mulai dari produksi di Jawa Timur, pengolahan dan sertifikasi di Malaysia, hingga ekspansi ke pasar global.
“Ini boleh kita jadikan sebagai satu tapak baharu, yang mungkin bermula di Jawa Timur, kemudian ke Malaysia, dan seterusnya dikembangkan ke tempat-tempat lain,” ujarnya.
Pertemuan tersebut ditutup dengan kesepahaman untuk menindaklanjuti berbagai peluang kerja sama melalui komunikasi intensif antar perangkat daerah dan lembaga terkait. Kedua pihak sepakat bahwa penguatan hubungan Jawa Timur dan Negeri Sembilan tidak hanya bernilai strategis secara ekonomi, tetapi juga memperkuat ikatan sosial dan budaya serumpun di kawasan Asia Tenggara.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin








